Masih Ada Orang Baik di Taipei

Tentunya bukan orang yang dengan sengaja ngambil sepeda saya tanpa ijin beberapa bulan yang lalu. Entah karena sudah tua sehingga daya ingat berkurang, atau memang lagi apes sehingga dengan cerobohnya saya meninggalkan barang itu di kelas. Foto bersama di kelas beberapa minggu yang lalu, tepatnya di hari Rabu tanggal 9 di kelas Prof. Feng, adalah hari terakhir di mana saya melihat barang berharga itu. Sudah cukup tua memang, dibeli 4 tahun yang lalu di Roxy, Jakarta. Tapi bukan masalah tua atau tidaknya sehingga barang itu masih berharga buat saya sampai sekarang, melainkan karena barang itu adalah hasil jerih payah menabung selama beberapa tahun dari uang jajan yang saya sisihkan.

Mungkin dia sengaja menghilang, melarikan diri dari saya. Sekitar bulan Desember ketika ada pertandingan olahraga antar Overseas Chinese di Taida, dia pernah jatuh terpelanting dan kemudian terlindas oleh sepeda yang saya naiki karena saya terburu-buru untuk sampai ke lapangan. Atau dia sebal karena dicuekin setiap kali dia mencoba membangunkan saya untuk salat Subuh. Mungkin itu sebabnya dia ngambek dan nggak mau melihat saya untuk beberapa saat. Memberikan sedikit pelajaran kepada saya bahwa segala sesuatu baru akan terasa sangat berharga ketika dia menghilang. Apa mungkin dia bisa membaca pikiran saya? Mumpung lagi di Taiwan, elektronik murah, saatnya beli yang baru >:)

Saya pernah baca blog-nya Pak Budi di mana dia menamai laptop dan komputer miliknya serta memberinya jenis kelamin. Kalau barang yang saya miliki ini, saya rasa dia perempuan. Buktinya, dia ngambek karena saya berpikir akan berpoligami. Tapi saya pikir2, repot juga kalo poligami. Toh kalo di sini yang bisa dipakai hanya satu, karena yang lainnya hanya bisa dipakai di Indonesia.

Saat dia menghilang, asa muncul dan tenggelam silih berganti. Ternyata sulit juga untuk bersikap ikhlas. Ikhlas bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah kehendak-Nya. Sesekali bersikap ikhlas, tapi lain kali tidak ikhlas. Atau ikhlas dengan catatan, berharap mendapatkan yang lebih baik. Hmmm… seharusnya kan tidak begitu, kalo begitu sih sama saja tidak ikhlasnya.

Alhamdulillah, dia berada di tangan yang benar. Yang mengambilnya punya niat baik untuk mengembalikan kepada pemiliknya. Masih anak Taida juga, satu jurusan. Tadi pagi saya terima emailnya, lalu saya balas. Saya rasa dia tahu email saya dari profil yang saya tulis di situ. Malamnya dia telfon ke dormitory, saya bilang saya akan ambil ke lab-nya, di gedung EE2 ruang 232. Dan di situ lah saya bertemu kembali dengannya setelah lebih dari 10 hari menghilang. Ya, ya… tampaknya masih harus mengurungkan niat buat beli yang baru…


Si dia yang menghilang dan telah kembali.

Jumat kemarin, entah karena sudah tua sehingga daya ingat berkurang, atau memang lagi apes sehingga dengan cerobohnya saya meninggalkan barang yang lainnya di masjid. Payung saya ketinggalan di sana, dan baru sadar ketika sampai di dorm. Yo wis lah, berharap saja, semoga masih ada orang yang baik (lainnya) di Taipei…

SMA 8 Song

Kemarin waktu ngecek milis SMU angkatan saya, ada email yang nyuruh dengerin lagu yang dinyanyiin seorang teman. Honestly, I haven’t heard it before. You can check this song below.

==============================
Kuingin pergi ke SMA lapan, Wow…
Kuingin pergi ke SMA lapan, Wow…
Tak ada yang dapat menghindari…
Tak ada yang dapat mengingkari… Wow…

Reff : Kuingin selalu ada di… SMA lapan… (4x)

Kuingin pergi ke SMA lapan, Wow…
Kuingin pergi ke SMA lapan, Wow…
Tak ada yang dapat menghindari…
Tak ada yang dapat mengingkari… Yooo…

Back to Reff

Kucinta semua yang ada di sana…
Kurindu semua yang ada di sana…
Kuingin selalu ada di… SMA lapan…
Kuingin selalu ada di… SMA lapan…
==============================

Isn’t it sound great? Easy listening, simple lyric, easy to remember, and was sung with full comprehension. Yeah, I know, it is better to make a remake. But who cares. It was sooooo nostalgic… I wish I could back to that time… 8->

Streaming Serie A

Setelah sekian lama puasa nonton liga Serie A Italia, akhirnya hari ini kesampean juga nonton Milan via streaming internet. Karena ada seseorang yang bikin saya benar2 penasaran. Alexandre Rodrigues da Silva, alias Pato. Digembar-gemborkan bakal menjadi bintang masa depan Milan dan juga Brasil. Saya membaca sesumbarnya di sebuah media bahwa dia akan mecetak dua gol dalam pertandingan debutnya bersama AC Milan dalam pentas Serie A. Sayangnya, cuma satu gol yang dia ceploskan dari 5 gol yang diborong Milan dari Napoli. Well, sejauh yang saya amati di pertandingan tersebut, boleh lah untuk seorang anak muda yang baru menginjakkan kakinya di tengah ganasnya Serie A.


picture from www.acmilan.com

Speaking of nonton streaming via internet, sebetulnya saya berharap streaming Trans7 di imediabiz.tv bakal menyiarkan pertandingan ini. Ternyata tidak. Berkali-kali saya kunjungi dalam selang waktu tertentu, yang muncul malah SMS TV. Untungnya banyak jalan menuju Roma. Roma dan Milan masih sama-sama Italia, jadi tidak salah kalau bikin pepatah sendiri : banyak jalan menuju Milan.

Jalan menuju Milan dibantu oleh search engine terbaik abad ini tentunya. Hingga pada akhirnya, singgahlah saya di sebuah alamat di dunia maya : http://serieaclips.blogspot.com/. Streaming menggunakan software dengan protokol P2P. Saya sempet ngeri juga, karena sepertinya di dorm atau kawasan kampus melarang menggunakan protokol ini. Tapi setelah dipikir-pikir, nekad aja lah. Paling kalo sambungan internet didisko, tinggal minta maap ke admin di lantai 4. Yatta… ternyata sampe sekarang koneksi masih mulus. Hore! Hore! Hore!

Tapi besok-besok kaya’nya kalo mau nonton bola harus hemat2 bandwidth nih. Buat streaming barusan, bandwidth yang dihisap tiap detik adalah 298 kb. Berarti untuk sekitar 60 menit, butuh B/W 1,072,800 kb alias 1 Gb. Hmmm… dengan jatah 6 Gb per hari… jadi… bisa nonton bola, sekitar… 3 pertandingan per hari. Kok serasa kurang ya? Belum buat download film atau dorama2…

Balik lagi ke AC Milan. Sekarang King Kaka sudah punya pendamping di lini depan, Prince Pato!

*****

Taipei, hujan rintik2.
Besok UAS pertama.
Semoga sukses.
Amin.

End of Classes in the First Semester

Karena ini minggu terakhir kuliah, maka di akhir kelas saya me-request ke para dosen untuk foto bersama. Biar ada kenangan…

*****

Course : Introduction to Display Technologies
Lecturer : Prof. Jian Jang Huang
Place : Ming Da Building, Room 205
Time : Tuesday, 2.20-5.10 pm

*****

Course : Wide-gap Semiconductor Technologies
Lecturer : Prof. Zhe Chuan Feng
Place : Barry Lam Building, Room 212
Time : Wednesday, 1.20-4.20 pm

*****

Course : VLSI Design Automation
Lecturer : Prof. Chung Ping Chen
Place : Barry Lam Building, Room 114
Time : Friday, 2.20-5.10 pm

*****

我的中文課

left to right : ShuFan (Laoshi), Camilo, Cing Long
me, Hoang Long

←Older Newer→