28 Mar
Saya lagi heran sama diri sendiri, kenapa ngotot banget milih berkecimpung di bidang IC design, padahal susah banget dan nggak ngerti2. Lebih menikmati bikin blog seperti yang dikerjain seharian ini. Jadi tambah sangat sedikit mengerti php dan css ketimbang c atau cpp. Tapi gpp lah, toh jalan ini yang sudah dipilih.
Buat teman2 sekalian, kalau lagi nggak ada kerjaan di depan komputer atau laptop yang terhubung internet, boleh lah sekiranya mampir ke planet.formmit.org. Di sana kamu bisa melihat sedikit pikiran2, curhat2an, bagi2 info, narsis2an, jalan2, dan tingkah polah lainnya dari teman2 seperjuangan saya di Taiwan.
16 Mar
Such some weeks ago I got sick. This sickness was very bad because it made me uncomforted to do any activities, and I also felt guilty to surroundings because made the air polluted by the virus that I spread out. I had light fever and cough, plus little bit runny nose at night. I thought home medicines (Decolsin, Bisolvon) that I brought from Indonesia would easily makes me well in a short of time, but it didn’t work along a week. I gave up and went to see the doctor in my campus. The clinic lies nearby the main library. I knew it from Mbak Yuhana. She was from there with same problem, some days ago before me.
4 kinds of drugs (not “drugs” of course) that the Doctor gave me. I asked my friend who studies at Faculty of Medicine - University of Indonesia about the medicines that the Doctor gave to me, she said most of them are medicines to heal influenza. Specifically, one is for healing the cough, two are for turning the fever down, and another one is for healing the seasonal allergic. Then she suggested me if I were not getting better after consuming those drugs, it is better to do healthy life. Which means, consumes nutritious foods (4 health 5 perfect?), do not sleep late at night, and do not work/study too tired. I admit that I eat fruits rarely, and did oppositely with her suggestions. I prefer juice instead of fresh fruits with flexibility reason, but it also not often to be done.
Yesterday when I watched tennis tournament in my campus, there were surprise market (how to say “pasar kaget” in English?) besides the tennis courts. They sold many things. Vegetables, fruits, “arak”, traditional foods, etc. Remembered by my friend’s message, then I tended to buy apples. As it’s name, surprise market, I really surprised when I picked some apples in a plastic which was contained 6 apples and I asked its price, he said that it was $200 NT! ($1 NT= +/- Rp 290.) What a very very very expensive apple!!! But I won’t take my words back. I had picked them and said that I would buy it.
Now, I am trying to entertain myself by searching the benefits of an apple. I want to make a story inside of my head that an apple has so many good reasons, therefore I do not regret that I have bought them. There is a word saying “an apple a day makes the Doctor keeps away.” No, it doesn’t mean you throw the doctor’s head by an apple to get the doctor away. An apple, indeed has many advantages to be consumed. I found a site which lists what makes this fruit is different with others. You can read the complete version here, but I will also write it down as a resume with additional comments at some points.
1. contains Vitamin C.
which has more? an apple or an orange?
2. prevent heart disease.
it is very useful to start a relationship, we can be prevented before our partner make a pain in our heart
3. low in calories.
good for diet
4. prevent cancers.
except : cantong cerings
5. contain phenols : reduces bad cholesterol, increases good cholesterol.
good news for meat eaters
6. prevent tooth decay.
that’s why either apple and dentist are expensive
7. protects your brain from brain disease.
if you realize your friends already have crazy symptoms, give them apples quickly before getting worse. this effect does not work on people who are in love, because they already lose their mind
8. healthier lungs.
good news for smokers, bad news for passive smokers
9. they taste great.
it is subjective opinion, so it is alright if you don’t agree
13 Mar
Dalam sepakbola liga Inggris dikenal adanya istilah Super Sunday yang menandakan bahwa pada hari itu (Minggu) digelar pertandingan yang dianggap “seru”. Biasanya mempertemukan klub-klub papan atas atau juga pertandingan antar klub sekota alias derby. Di Amerika, istilah Super Tuesday digunakan dalam rangka kampanye bagi para calon Presiden untuk menarik massa sebanyak-banyaknya. Sedangkan Ultimate Thursday adalah istilah yang saya gunakan untuk hari Kamis saya selama satu semester ini.
Semester kemarin semua kuliah yang saya ambil kebetulan semuanya adalah kuliah siang. Baru pukul 1.20 pm atau 2.20 pm kelas dimulai. Tentunya jadwal ini sangatlah menunjang kestabilan aktivitas mahasiswa dengan jam “aktif” di malam hari dan jam tidur menjelang pagi. Tidak seperti dulu ketika masih mengenakan seragam putih-merah, putih-biru, dan putih-abu-abu. Semuanya serba teratur. Bangun subuh, mandi pagi, sarapan, terus berangkat sekolah. Dalam perjalanan, melanjutkan tidur. Dalam kelas, ketika guru menjelaskan, tidur lagi. Malam hari pun tidurnya juga tidak terlalu larut. Pelajaran moral : pakai seragam sekolah ketika kuliah memungkinkan bisa membuat hidup mahasiswa jadi lebih teratur.
Amat disayangkan, pada semester ini 2 dari 3 kuliah yang saya pilih adalah kuliah pagi. Masuk pukul 9.10 am. Dan jam 9 pagi di Taiwan, suasananya seperti jam 7 di Indonesia. Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, saya bakal kewalahan mengatur jam aktif dan jam tidur karena tidak teratur. Dan Rabu minggu kemarin, perkiraan itu memenuhi fungsi Boolean : TRUE. Which means, I didn’t attend the class because of overslept! Kalau dihitung untung ruginya, jelas saya tidak rugi karena saya tidak bayar kuliah. Tapi, saya juga tidak untung karena tidak bisa mengambil manfaat dari kesempatan ini.
Hari Kamis di Arab mungkin seperti hari Sabtu karena hari Jumatnya libur. Karena Jumat libur, maka Kamis di Arab bisa dikatakan sebagai akhir pekan alias weekend. Buat saya hari Kamis juga bisa dikatakan sebagai akhir pekan, dengan catatan setelah jam 9 malam. Hari Kamis adalah hari super sibuk dan super produktif dalam semester ini. Ada 3 kelas yang harus saya ikuti, masing-masing 2,5 sampai 3 jam, tergantung mood dosen. Jam 9.10 pagi ada kuliah sampai 12.10. Dilanjutkan pukul 2.20-5.20 pm. Ditambah lagi kelas bahasa Mandarin (di luar SKS), jam 6.30-9.00 pm. Waktu netto berjumlah kurang lebih 8 jam. Selama itulah otak ini diperas buat mikir, dicekoki ilmu-ilmu.
Kalau di Indonesia sepertinya ilmu lebih mudah masuk karena tidak perlu lagi membuka dictionary yang tersimpan pada memory di kepala. Di negara orang yang mother tongue-nya sama-sama bukan bahasa Inggris, untuk mengerti bahasa Inggris yang disampaikan dosen juga perlu effort yang lebih. Otak ini serasa dipaksa bekerja lebih dari 2 kali. Pertama, si otak bekerja menerjemahkan bahasa. Kedua, mencerna untuk dimengerti. Ketiga, ia bekerja ketika vocabularies yang terdengar tidak ada dalam daftar library di memory kepala. Kalau ada yang jual spare-part memory, boleh lah saya beli. Tambah 2 giga sekalian biar mikirnya lebih cepat. Kalau perlu pakai DDR3.
Itulah mengapa saya katakan hari Kamis adalah hari yang ultimate. Saya ulangi, karena hari Kamis adalah hari yang sangat menguras tenaga, hati, dan pikiran.
9 Mar
Creathink (read: keriting) is creative thinking, that is what I mean from this title. I just found an article about creative thinking written by Claude Shannon. Nope, I have not read all of them. Just read half, but could get something from it. Dia mengibaratkan otak manusia bagaikan sebuah uranium. Yang ketika berada dalam critical lap, apabila ia ditembakkan sebutir neutron, maka akan terjadi ledakan yang dahsyat. Apabila diibaratkan dalam ilmu elektronika, maka keadaan seperti ini mirip prinsip kerja dioda avalans.
Menurut Shannon, ada 3 hal yang membuat ledakan ide itu terjadi. Neutron-neutron perangsang ledakan itu adalah : training and experience (1), intelligence/IQ (2), and motivation (3). Mereka bertigalah yang melahirkan tokoh-tokoh jenius di abad modern ini. Sebut saja Einstein dan Newton.
Mungkin Taipei sedang mengalami transisi dari musim dingin ke musim semi, ditandai dengan cuaca yang semakin hangat dan jarang turun hujan. Tapi entah kenapa otak ini masih beku tidak bisa berpikir. Bukan, bukan sekedar berpikir, tapi berpikir kreatif. Masalahnya, sampai saat ini topik riset belum juga saya tentukan. Padahal sudah masuk minggu ketiga semester dua. Artinya, tinggal 15 minggu lagi semester 2 ini berakhir dan liburan musim panas menjelang.
Motivasi saya adalah membuat riset yang berguna buat banyak orang. Berarti faktor ketiga dari peluru neutronnya Shannon sudah tersedia, walaupun masih setengah-setengah. Kecerdasan, anggap sudah tersedia. Berarti faktor kedua juga oke. Training and experience, I think I lack of them. Benar-benar kurang. Harusnya perbanyak baca paper atau buku-buku kuliah, yang ada malah mengkhatamkan 3 buku tetraloginya Andrea Hirata, minus halaman 209-210 di buku Edensor! Mana potongan buku Edensor-nya miring lagi! Makanya, hati-hati sebelum membeli buku di Palasari. Okay nevermind, I got two lessons here. Teliti sebelum membeli. Murah kok mau enak…
29 Feb
Sebenarnya sudah lama saya diminta mbak Iin buat mengisi acara di radio online Formmit (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan bukan Forum Mencari Menantu Ibu di Taiwan). Akhir 2007, kalau tidak salah. Tapi ditunda-tunda terus karena acaranya ingin dibuat seperfeksionis mungkin menurut versi saya. Yang ada malah acaranya nggak jadi-jadi. Bingung ini lah, bingung itu lah. Padahal waktu itu sudah sempat dilakukan siaran pemanasan bareng mbak Iin dan bang Dedi. Dasar mental tempe, saya pun menunda lagi karena merasa belum siap. Padahal bisa dibayangkan, ini bukan siaran luar biasa yang didengarkan ratusan atau ribuan pendengar. Targetnya hanya teman-teman di Taiwan.
Maka dengan dimulainya semester baru, saya kira ini lah momentum yang bagus buat menghidupkan kembali Radio Online Formmit yang sudah dirintis mbak Iin. Ada 2 program yang sudah matang sebenarnya, yaitu Kajian Ahad Sore dan Kajian Muslimah Online. Namun Kajian Ahad Sore (KAS) ini belum online. Dan ketika Ahad kemarin ngobrol-ngobrol setelah meng-online-kan KAS, terbitlah ide untuk mengisi acara di Jumat malam. Rencananya, siaran ini bertema tentang Ayat-ayat Cinta.
Kemarin sore saya agak2 cemas karena koneksi internet mati seharian. Takutnya acara yang diamanahkan ini tidak jadi siaran. Alhamdulillah, bangun tidur, internet sudah sambung kembali. Dan sore tadi, terjadilah siaran perdana saya. Waks! aa… mmm… aaa… ee… bingung mau ngomong… flow siaran jadi kacau. Siaran nggak sesuai tema. Bingung antara menjawab pertanyaan di YM, dan mengatur mic atau mp3 yang jalan di Winamp. Mengundang pembicara tamu seperti rencana Ahad kemarin, Rizki -yang mana teman sekamar sendiri- untuk memberi komentarnya seputar AAC. Hebat! Nggak salah dia jadi MWA UI. Bicaranya lancar seperti gerbong kereta yang tak putus-putus. Saya rasa interkoneksi antara otak dan mulutnya lebih cepat dari kecepatan transfer USB 2.0.
Yah, begitu lah siaran perdana apa adanya. Untuk yang tidak sempat mendengarkan, jangan berkecil hati. Minggu depan insya Allah siaran lagi. Semoga dengan keadaan yang lebih baik. ![]()
recent comments