3rd New Year’s Eve in Taipei
Saturday, January 9th, 2010Yah… walaupun sudah agak basi, tapi masih boleh lah buat ditampilin… Maklum, baru selesai diedit… enjoy ![]()
Yah… walaupun sudah agak basi, tapi masih boleh lah buat ditampilin… Maklum, baru selesai diedit… enjoy ![]()
Ceritanya sudah agak lama, yaitu pada 3-4 Juli yang lalu. Ceritanya ada 2 orang teman yang sama2 ngajak ke sana. Nggak tau juga, kenapa juga harus gw yang diajak? Padahal belum ada niat pergi ke Taroko dalam waktu deket. Biar pada nggak penasaran seperti apa Taroko, sok, silakan dilihat oleh-oleh yang nggak seberapa…
Bener-bener merasakan jadi mahasiswa MASTER… MAin2 Senang2 TErtawa2 sambil Rekreasi…
Kasihan thesisku…
Gagal rencana jalan-jalan ke Hualien. Karena menurut gosip dan informasi dari website yang kurang terpercaya, taifun akan lewat di sebelah barat Taiwan di akhir minggu ini, dan hujan deras bakal mengguyur daerah barat, tengah, selatan, bahkan utara. Untuk mengobati sakit hati, saya langsung meluncur ke website turisme-nya Taiwan. Ternyata, mulai minggu ini ada Taipei International Jazz Festival. Langsung deh sorenya jalan ke Zhong-Shan Hall Plaza.
Ternyata 2 hari (Sabtu-Minggu) ini Taipei sangaaaaaaat cerah… semoga di Hualien sana memang hujan deras.
Perjalanan di akhir minggu kemarin sedikit banyak membuat saya mengerti cara menikmati traveling di pulau yang kecil ini. Yang dulu kala bangsa Portugis menyebutnya Ilha Formosa atau Pulau yang Indah. Cuma satu resepnya, jangan over expectation. Jangan berharap sesuatu yang wow! atau yang wuih! Turunkan ekspektasi hingga pada level cukup bagus atau, cukup menarik. Karena hanya dengan cara itu traveling kita tidak akan terasa sia-sia. Mengapa? Dengan meminjam istilah dalam bahasa gaul, maka saya akan menyebutnya… lebay.
Tempat-tempat wisata di Taiwan bukannya tidak menarik. Beberapa bahkan sangat menarik seperti Taipei 101 dengan teknologi penahan gempanya, atau National Palace Museum yang menjadi saksi bisu cerita sejarah Cina. Namun kalau sudah bicara tentang wisata yang berhubungan dengan alam, bersiaplah untuk menerapkan resep saya di atas. Kecuali jika tujuannya untuk menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga, dan tidak menghiraukan tentang bagaimana keindahan yang ditawarkan oleh obyek wisata di tempat tujuan.
Sabtu kemarin rombongan NTU-ISIS dan NTU-FSA melakukan 2 days trip ke Xi-Tou/Chi-Tou/溪頭. Tujuan utamanya adalah “The National Taiwan University, College of Bioresources and Agriculture, Experimental Forest”. Hutan percobaan seluas 32.781 ha ini memanjang dari utara ke selatan. Sungai Chen-Yu-Lan membatasi bagian timurnya, sedangkan gunung Lin-Tou dan gunung Chang-Kong-Lun membatasi sebelah baratnya. Variasi ketinggiannya dibatasi oleh aliran sungai Chou-Shui pada 220 m di atas permukaan laut, sebagai batas bawahnya. Puncak gunung Morrisin (YuShan) pada ketinggian 3.952 m menjadi batas tertinggi Experimental Forest tersebut.
Banyak site-site yang mereka tawarkan untuk dinikmati keindahannya. Sayangnya karena keterbatasan waktu, maka hanya ekspedisi kunang-kunang di malam hari, giant tree yang berumur lebih dari 3000 tahun, bamboo cottage, dan university pond yang sempat dijelajahi.

the giant (dying) tree