Archive for the ‘sports’ Category

Dennis Bergkamp lebih JAGO dari Ronaldinho

Sunday, November 4th, 2007

Walaupun saya bukan penggemar Arsenal, Inter Milan, Ajax, maupun Belanda, menurut saya Dennis Bergkamp lebih jago dari Ronaldinho. Secara skill individu Ronaldinho memang jago, suuuaaangaaaaat jago malah. Tapi kalo dilihat dari cara nyetak gol dan memberi assist, Bergkamp lebih top deh. Mau bukti?

Update (3/1/2008) :

*****

2 way monologue (ngambil istilah Nico) :
Diligent-me : Wealah Jay… kowe ki kudune nggarap tugas, kan tugasmu akeh… kok malah ngeblog lagi… [-x
Lazy-me : Habisnya dingin sih… jadinya lebih enak ngeblog daripada ngerjain tugas… ;))

Kalah Itu Biasa

Sunday, July 15th, 2007

Suasana Gelora
begitu membara

Semua penonton berharap menang
hingga tidak satupun yang bisa tenang

tertinggal di menit 14
melalui sundulan keras

lalu membalas di menit 20
dari kaki Elie yang ampuh

Stadion berwarna merah
hingga tiada kata untuk kalah!

Namun apalah daya
mungkin kini belum saatnya…

di menit 91
seluruh penonton membisu

seolah tak percaya
hasil seri hilang begitu saja

lawan Korea kita harus berjuang
supaya kita bisa menang

dengan bermotivasikan kata-kata
INI KANDANG KITA!!!

update 18/07/2007

akhirnya kita MENANG…

.
.
.
.
.
.
.
.
.

(isi dengan pilihan2 di bawah ini.)

a. …GUNG MALU DI KANDANG SENDIRI…

b. …NGISI NASIB :((, KALAH DARI KORSEL…

c. …GALKAN KEMENANGAN…

King of Grass

Monday, July 9th, 2007

Wimbledon 2007 is over. Ada kejutan di single putri yang menghadirkan Venus Williams sebagai Queen of Wimbledon untuk yang keempat kalinya. Cukup mengejutkan memang, karena kali ini status Venus adalah bukan unggulan. Ia diunggulkan di posisi ke-23 untuk menjadi juara. Finalis lainnya, Marion Bartoli, juga melaju ke final tanpa disangka-sangka. Nggak ada yang menduga kalo ia bisa menundukkan Jankovic, dan Henin yang merupakan pemain papan atas WTA. Padahal ia cuma diunggulkan 4 peringkat di atas Venus.

Namun tidak demikian halnya di tunggal putra. FedEx (Federer Express) masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan oleh Sang Matador, Rafael Nadal. Sang pembawa acara menyebut partai final itu sebagai pertemuan King of Clay melawan King of Grass. Rafael Nadal memang sangat sulit ditaklukkan di tanah liat, 3 gelar Roland Garros -satu2nya gelar Grand Slam yang belum ditaklukkan oleh Federer- yang diperolehnya secara beruntun dalam 3 tahun terakhir ini adalah buktinya. Tapi demikian sebaliknya ketika berada di lapangan rumput, Federer baru saja menggenapkan perolehan gelarnya di Wimbledon untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak 2003 lewat pertarungan sengit 5 set, 7-6(9-7), 4-6, 7-6(7-3), 2-6, 6-2.

Senjata Federer untuk menggulingkan Nadal adalah servis kerasnya yang terarah. Perbandingan Ace yang sangat jomplang dari keduanya (24:1) adalah bukti autentik di mana servis adalah modal utama Federer untuk memenangkan pertandingan. Sedangkan Nadal memperlihatkan permainan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan permainannya di lapangan tanah liat dengan lebih sering melakukan inisiatif mencegat bola di depan net, tidak terus menerus berada di base line seperti biasanya. Dan satu lagi yang dimiliki Federer sebagai pemacu semangatnya, a woman behind the man yang selalu mengikuti ke mana pun Federer pergi, Mirka Vavrinec. Then, when will I have someone stands behind me? 8->

Ingin Treble Dapatnya Single

Sunday, May 20th, 2007

Nasib.. nasib.. mau diapain lagi? Memang harus diakui kalau tadi malam Chelsea sedikit lebih beruntung daripada MU. Kalau saja Giggs bisa mengarahkan bola ke sisi kosongnya Cech, paling tidak ManU bisa dapat 2 gelar di musim ini. Tapi gol-nya Chelsea di menit 115 itu memang fantastis. Lahir dari sebuah kerjasama apik antara Obi Mikel, Lampard, and Drogba. Mikel mengoper lurus pada Drogba, dengan satu sentuhan striker Pantai Gading itu melakukan passing one-two dengan Lampard, dan tanpa kesulitan Drogba menyentuh bola dan menggulirkannya untuk menghindari hadangan Van Der sar yang datang menghadang dan…

Gol Drogba ke gawang Van Der Sar

Plung.. 1-0 untuk Chelsea.

Seperti perkiraan ketika melihat starting line-up, ManU tampaknya lebih memilih bermain aman. Dengan menumpuk 5 pemain gelandang di tengah, sepertinya ManU ingin menggunakan taktik serangan balik yang cepat dari Rooney atau Ronaldo. Sayang, Chelsea tampil dengan disiplin tinggi sehingga menyulitkan ManU untuk menerobos pertahanan yang dikomandani Terry dkk. Alhasil, sentuhan magis Ronaldo jarang keluar, dan Rooney pun sering terjebak offside. Seperti ingin mengulangi keajaiban, di akhir2 pertandingan Sir Alex memasukkan si muka bayi, Solskjaer. Namun sudah terlambat, tambahan waktu 3 menit tidak merubah skor akhir.

Yah, lihat sisi baiknya saja lah. Musim ini setidaknya ManU sudah bisa meraih gelar walaupun cuma satu. Kaya’nya butuh stok pemain muda nih musim depan, biar bisa dapet treble lagi..

Foto diambil dari :
http://www.bolanews.com/ole_internasional/13821.php

Duel Setan Merah

Thursday, May 3rd, 2007

Milan, 2 Mei 2007. Perhelatan akbar terjadi di neraka San Siro, Italia. Dua setan berusaha mengeluarkan kekuatan terbaik yang mereka miliki. Datang dengan kaki pincang karena tidak diperkuat oleh beberapa pemain penting di di sisi pertahanan (Ferdinand and Neville), setan merah dari Inggris itu akhirnya tidak mampu mempertahankan kemenangan 3-2 yang telah mereka raih di kandangnya pada putaran pertama semifinal Liga Champions UEFA. Ya, Manchester United harus menanggung malu dengan mengantongi kekalahan telak, 3-0.

VS

Bisa dikatakan pertandingan ini adalah stars war karena para pemain bintang menghinggapi kedua kubu. Bintang yang memberikan nuansa muda di kubu AC Milan, Kaka, yang juga sebagai pencetak gol tersubur di Liga Champions musim ini dengan torehan 9 gol-nya, mengawali pesta Il Diavolo Rossi di pertengahan awal babak pertama dengan memanfaatkan umpan sundulan dari tandemnya di lini tengah, Seedorf. Tendangan yang menghujam ke sisi kiri gawang Van Der Sar tidak dapat dihalau oleh kiper Belanda tersebut. Dan Seedorf kemudian semakin menyakiti perasaan teman senegaranya itu dengan gol-nya, yang lahir akibat kekacauan yang terjadi di pusat pertahanan United. Milan di babak pertama ini sangat sangat menguasai ritme permainan, sehingga sulit bagi MU untuk mengatur serangan dan juga pertahanan. Trio lapangan tengah Pirlo-Gattuso-Ambrosini menjadi dirigen bagaimana orkestra permainan AC Milan berjalan. Sedangkan Kaka dan Seedorf terus mengacak-acak koordinasi pertahanan yang dibangun O’Shea, Brown, Vidic, dan Heinze.

Di babak kedua, keadaan menjadi sedikit berbalik. Mesin diesel MU mulai menyala. Tekanan demi tekanan dilakukan oleh Ryan Giggs, dkk untuk mengintimidasi celah-celah benteng Milan. Walaupun begitu, disiplin yang diterapkan oleh kwartet bek Milan, yaitu : Oddo, Nesta, Kaladze, Jankulovski, yang tidak memberikan ruang sedikitpun bagi United untuk melakukan penetrasi. Berkali-kali Ronaldo dapat dihentikan oleh si badak Gattuso. Rooney pun dibuat frustasi karena selalu dikeroyok ketika mendapat bola. Giggs kehilangan kreasi. Scholes dan Carrick kebingungan mencari teman yang berdiri bebas. Di tengah usaha MU membangun serangan, di menit-menit penghabisan babak kedua, United kecolongan. Gilardino dengan bebas tanpa kesulitan membobol gawang Van Der Sar untuk ketiga kalinya akibat lengahnya pemain bertahan yang keasyikan menyerang.

Well, tampaknya Sir Alex Ferguson harus merelakan impiannya untuk meraih treble di musim ini. Dan selamat untuk Don Ancel, karena setidaknya AC Milan berpeluang untuk menggondol satu piala di musim ini. Dengan syarat, dendamnya kepada Si Merah terbalaskan.