Archive for the ‘photography’ Category

Jerry dan Sepeda

Friday, October 3rd, 2014

Serah terima buku On White langsung dari dan oleh Jerry Aurum

Pernahkah kamu di suatu saat, dan di suatu waktu, terlalu menginginkan sesuatu? Hingga kemudian sesuatu itu menjadi kepikiran terus, berhari-hari, bermalam-malam. Namun di sisi lain, ada sesuatu yang mencegah atau menghalangi kamu mendapatkan sesuatu itu. Tapi karena keinginanmu mendapatkan sesuatu itu begitu kuatnya, hingga alam beserta semua elemen dan komponennya berkonspirasi membantumu untuk mendapatkan sesuatu itu. Dan penghalang itu, akhirnya tidak berdaya menahan konspirasi alam. Kejadian itu, oleh Prof. Yohanes Surya disebut Mestakung. Semesta Mendukung. Dan foto gw di atas bersama Jerry, bisa disebut merupakan hasil dukungan semesta.

On White, proyek buku ke-4 dari Jerry Aurum itu sebenarnya sudah gw pesan sejak 17 September 2014 via email. Entah kenapa gw merasa harus memiliki buku itu. Buku yang menurut gw cukup unik, sekaligus cukup biasa aja. Mungkin saja karena gw cukup mengikuti bagaimana proses Jerry melakukan proyek ini dari video-video Youtube yang dia unggah di kanalnya. Gw juga cukup mengikuti kiprahnya di dunia fotografi Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi dalam beberapa bulan belakangan gw cukup intens ngubek-ngubek profil dia buat sebuah tulisan.

Hari Sabtu, 27 September 2014, Jerry mengadakan workshop yang juga merupakan rangkaian acara launching buku On White tersebut, di sebuah mal di Jakarta. Nggak bisa dan nggak boleh nggak hadir, kata hati gw. Acaranya mulai jam 3 sore, tapi gw baru gabung sekitar setengah 4. Workshopnya menarik, dia cerita tentang behind the scene dari foto-foto On White. Dia cerita tentang fotonya Raisa sama koper-kopernya, /rif, Achmad Albar, Tompi, Vicky Shu, Cathy Sharon, Titi DJ, Ahok, Mathias Muchus, BE3, itu sih yang gw inget. Setelah sharing BTS On White, workshop berlanjut ke motret Vicky Burki yang akan pole dance. Sayang, kamera yang gw bawa akhirnya gak kepake karena gak dapet spot bagus. Spot menentukan mood. Apalagi acaranya gratis, orangnya bejibun, makin nggak mood. Singkat cerita, gw galau berkepanjangan di acara itu. Antara mau beli bukunya, atau nggak. Lumayan, lebih murah Rp16,000 dibanding versi pesen via email. Bisa dimaklumi sih perbedaan harga itu. Rp16,000 itu harga ongkir. Akhirnya Pak Hakim di otak gw memutuskan untuk tidak beli. “Nanti aja… kan lagi perlu nabung juga“, kata Pak Hakim. Ya soalnya harga bukunya lumayan sih, dan kata dia itu masih harga early bird. Oke, kalo gitu gw mau minta tanda tangan di bukunya Hampir Fotografi yang gw bawa. Tapi setelah ngeliat dia lagi sibuk liputan sama media, gw jadi males. Dalam hati, maybe next time. Tapi dalam hati yang lebih kecil, maybe never.

Tapi alam ternyata berbaik hati sama gw. Kemarin waktu ada acara Fridaypreneurship di SBM yang diisi sama Jerry, tak disangka tak dinyana, Jerry ngasih buku itu ke gw. Katanya pertanyaan gw cukup bagus buat dia saat itu. Waktu sesi Q&A itu gw nanya ke dia tentang apa sih mimpi besar seorang Jerry Aurum? Dia bilang nggak ada, karena mimpi dan keinginannya selalu berubah-ubah seiring waktu. Jadi kata dia, dia nggak punya mimpi besar, tapi mimpi-mimpi kecil yang banyak. Nah, gw curiganya ganjaran buku itu bukan karena pertanyaan gw, tapi karena waktu nanya itu, gw mengonfirmasi apakah dia punya karya buku yang lain selain Femalography, In My Room, Hampir Fotografi, dan On White? Dia cuma bilang bener dan minta peserta yang lain ngasih applause. Terus juga, gw minta tanda tangan buat buku Hampir Fotografi yang gw bawa. He made my day.

Tapi tapi eh tapi… yang bener-bener bikin made my day juga adalah, pas balik ke tempat naruh sepeda dan mau beranjak pulang, gw TIDAK menemukan sepeda itu di tempat gw meninggalkannya. Ini kali ke-3 gw kehilangan sepeda sejak terakhir kali kehilangan waktu di Taipei dulu. Dan masalahnya lagi adalah, itu bukan sepeda gw…