Micro World

Archive for the ‘my life’ Category

随夢而飛

Sui Meng Er Fei (Flying With Dream)
Kelly Chen (Feat. Leon Lai)

I can stand the so-called loneliness
(Lí) wǒ huì rěnshòu suǒwèi gūdān
(黎)我会忍受所谓孤单

But cannot let you suffer from pain
què bùnéng ràng nǐ chéngshòu kǔnàn
却不能让你承受苦难

Hope you can fight against the fate
dànyuàn nǐ néng duì mìngyùn fǎnkàng
但愿你能对命运反抗

Let go of your heavy burden
fàngxia nǐ nà chénzhòng xíngnáng
放下你那沉重行囊

It’s not that I want to carry my wound
(Chén) wǒ hécháng xǐhuan dài zhe shāng
(陈)我何尝喜欢带着伤

To grow up with other’s expectations
chéngzhǎng chéngjiù tārén duì wǒ qīwàng
成长 成就他人对我期望

Who cares about leaving a good fame?
(Lí) shéi zàihu liúfāng
(黎)谁在乎流芳

Who would like to miss the youth age?
(hé) shéi yuànyi cuòguò niánshào qīngkuáng
(合)谁愿意错过年少轻狂

—–@@—–

As soon as we embrace and kiss, it’s the eternity
(Chén) yī yōngbào jiù dì lǎo yī wěn jiù tiān huāng
(陈)一拥抱就地老一吻就天荒

It’s like living in the heaven that deserted the world
(Lí) xiàng huó zài fàngqì rénjiān de tiānshàng
(黎)像活在放弃人间的天上

The heaven on earth
(Chén) rénjiān tiāntáng
(陈)人间天堂

The unlimited rivers and mountains
(Lí) wúqióngwújìn jiāngshān
(黎)无穷无尽江山

Have never been so beautiful
(Chén) cónglái méiyǒu nàme hǎokàn
(陈)从来没有那么好看

What’s left for us to plan for tomorrow?
(hé) míngtiān háiyǒu shénme yào dǎsuan
(合)明天还有什么要打算
————

—–REFF—–

You lead me to fly
(Chén) nǐ dài wǒ fēi wǒ fēi wǒ fēi
(陈)你带我飞 我飞 我飞

Bring me the feeling to be alive
dàigěi wǒ huó zhe de zīwèi
带给我活着的滋味

Forget the sadness and fly with the wind
(Lí) wàngdiào shāngbēi suí fēng ér fēi
(黎)忘掉伤悲随风而飞

Every second is like a life
měi yī miǎo xiàng guò le yī bèi
每一秒像过了一辈

Flying without looking back
(Chén) yī qù bù huí de fēi a fēi
(陈)一去不回的飞啊飞

This is our castle
zhè jiùshì wǒmen de bǎolěi
这就是我们的堡垒

It doesn’t matter
(Lí) shénme yě wúsuǒwèi
(黎)什么也无所谓

It’s rare in a life to break the norms
(hé) rénshēng nándé yīcì yuèguǐ
(合)人生难得一次越轨

It is you that told me who I am
shì nǐ gàosu wǒ shì shéi
是你告诉我是谁
————–

I am not worried or anxious and wouldn’t give up
(Lí) wǒ bùhuāngbùmáng bù tóuxiáng
(黎)我不慌不忙不投降

Me too, I would like to follow you and wander around
(Chén) wǒ yě yīyàng nìngyuàn suí nǐ liúlàng
(陈)我也一样 宁愿随你流浪

No matter how chaotic the world is
(hé) shìjiè rúhé fēnluàn
(合)世界如何纷乱

There wouldn’t be any force to harm our love
yě bù huì yǒu sǔn ài de lìliang
也不会有损爱的力量

Repeat @@
Repeat Reff

Who else would dissent?
(hé) shéi hái huì fǎnduì
(合)谁还会反对

  • 4 Comments
  • Filed under: my life
  • Hape-nya Satu Kartu SIM-nya Banyak

    Bukan, bukan Surat Izin Mengemudi. Kalau SIM itu sih punya 2 juga cukup. Dan untuk sementara ini fungsi SIM tersebut cuma menuh-menuhin dompet di saku celana. Saya sekarang punya 5 SIM card seluler. 4 di antaranya GSM, dan satu lainnya CDMA. Yang 2 beli, yang 3 gretongan. Dan cuma satu yang nomor Indo sat nesia, 4 yang lainnya nomor Taiwan dari 3 operator berbeda.

    Yang membedakan antara kepemilikan kartu SIM seluler Taiwan dan Indonesia adalah registrasinya. Kita hanya bisa memiliki satu produk atas nama pribadi. Persyaratannya adalah menyerahkan fotokopi ARC (Alien Resident Card) dan NHI (National Health Insurance). Jadi walaupun jenisnya pre-paid, tetap harus registrasi.

    Dari kelima SIM tersebut, masing2 memiliki ‘nilai’ yang berbeda buat saya. Matrix adalah nomor utama di Indonesia. Taiwan Mobile adalah nomor pertama saya di Taiwan. Sudah saya gunakan untuk mengisi berbagai keperluan sebagai nomor kontak saya di Taiwan. Nomornya menurut saya cukup bagus dan bisa 3G, jadi sayang kalau di-non-aktifkan. IF yang warna oranye adalah yang paling murah di antara GSM yang lain, dapat gratisan. Easy Talk yang biru, bonus pulsanya lumayan, juga dapat gratisan. Dan yang lebih bikin gerrr lagi adalah kartu SIM yang baru dapat (gratisan lagi) Jumat kemarin, A+, isi perdananya paling besar, yaitu 600 NTD atau sekitar Rp 180 ribu. Tapi sayangnya CDMA, jadi belum bisa dipakai…

    So, apa harus beli hape lagi?

  • 7 Comments
  • Filed under: IT, Taiwan, my life
  • Just Wanna Share

    Mbak Iin ever wrote a quote in her YM status which says : cooking is better than coding, I agree 100%. That’s why I would like to share what I have done in a few minutes ago. This delicious food is called semur daging. I mixed it with chilies and bombay onion.

    Thanks to Mbak Ratna for the ingredients recipe. Looking forward for the next package.

  • 6 Comments
  • Filed under: culinary, my life
  • Antara Bandung-Taipei

    Percaya kah kalo dari Bandung ke Taipei cuma butuh 8 jam? Rinciannya begini: Bandung-Cengkareng (2 jam) + Cengkareng-Taoyuan (5 jam) + Taoyuan-Taipei (1 jam). Deket kan? Cuma 8 jam. Sama seperti Bandung-Boyolali, cuma beda di ongkos. Karena kedekatannya itu aura belajar sewaktu di Bandung masih nempel sampai sekarang. Aura ini bisa dibilang sebagai pembawa energi negatif, yang mana energi ini menyebabkan: (1) mengerjakan tugas mepet2 deadline, (2) kebanyakan bobo’, dan (3) kebanyakan mengerjakan yang seharusnya dikurangi untuk dikerjakan.

    Saya punya alibi untuk kasus yang pertama. Ditemukan sebuah rumus tentang kreatifitas yang berkaitan dengan waktu sekarang dan tenggat waktu yang dimiliki. Rumusnya saya ambil dari salah seorang alumni 2 tingkat di atas saya. Itu lah mengapa biarpun deadliner, tugas selalu bisa dikumpulkan “tepat waktu”. Sisi positif lain deadliner dari sisi kesehatan yaitu, kita nggak perlu lari2 atau exercise lainnya untuk melatih jantung kita karena secara otomatis degupnya akan semakin meningkat seiring menipisnya waktu. Aliran darah ke otak juga semakin lancar, bahkan tekanannya meningkat. Tapi hati2, jangan sampe stres. Remember, practice makes perfect.

    Walaupun termasuk orang yang sudah sangat terlatih dalam hal seperti itu, saya tetap menyarankan kepada Anda2 sekalian untuk tidak melakukannya. Waspadalah terhadap faktor X. Sebab kalau faktor X ini muncul, bisa2 mission Anda akan failed. Minggu kemarin saya hampir mengalaminya. Untungnya x kecil, bukan X besar. Seperti biasa, setiap hari kamis ada tugas yang harus dikumpulkan sebelum jam 11.59 pm. Biasanya saya baru mulai mengerjakan semalam sebelumnya atau pagi2nya. Kadang2 PR-nya saya bawa ke kuliah (kelas sore) karena belum selesai dan memang hari Kamis adalah harsh day buat saya.


    Ngerjain PR di kelas. Maaf Prof…

    Malam2 setelah les Mandarin saya langsung ngambil sepeda di parkiran dorm terus ke Computer Center buat ngeprint. Well, sampai di CC ternyata saya merasa ketinggalan KTM, karena setelah periksa semua kantong baik celana maupun jaket hasilnya nihil. Karena tanpa KTM kita nggak bisa akses kompie, sehingga tanpa pikir panjang saya balik ke dorm. Sampai di dorm, periksa meja beserta laci-lacinya, hasilnya juga nihil. Tiba2 secercah ingatan tiba2 muncul, KTM itu ada di tas yang kubawa2 dari tadi ke sana kemari…

    Termasuk malam kemarin, aku sengaja ninggalin sepedaku di parkiran dorm dalam keadaan nggak terkunci dengan maksud supaya bisa langsung ngacir ke gedung EE 2 buat ngumpulin tugas setelah ngambil steples di kamar. Pantesan pas mau ke CC perasaan ada yang lupa dibawa, baru sadar ketika habis ngeprint kalau steplesnya ketinggalan, makanya balik lagi ke dorm. Padahal dari CC ke EE 2 tinggal ngesot dikit, sedangkan dari CC ke dorm harus ngesot banyak. Dan begitu mau berangkat ke EE 2 dari dorm, secara refleks malah kugembok tuh sepeda… baru nyadar pas sepedanya mau dinaikin…

    Untuk masalah berikutnya saya ingin mengulik-ngulik sedikit tentang fisika (lagi). Kalo pernah mengalami jaman SMA dan masuk kelas IPA, atau kuliah di kampus di sebelah kebun binatang Bandung, mungkin pernah denger yang namanya hukum gravitasi. Menurut hukum gravitasi, 2 buah benda yang mempunyai massa memiliki gaya tarik menarik yang besarnya sebanding dengan massa yang dimiliki. Anehnya, nggak di Bandung nggak di Taipei, hukum gravitasi itu nggak berlaku di kamarku. Karena gaya tarik terbesar teteup dimiliki oleh tempat tidur, kasur beserta perangkat alat tidur lainnya.

    Salah seorang dosen di Inggris pernah menyatakan bahwa internet berpengaruh buruk terhadap generasi muda. Menurutnya, para mahasiswa jadi lebih banyak mengandalkan komputer beserta internetnya dibanding melakukan penelitian dengan membaca buku2 perpustakaan. Setuju. Internet memang banyak efek negatifnya. Salah satunya membuat kita jadi tidak konsen dengan apa yang seharusnya kita kerjakan dengan komputer ini. Terbukti kan sekarang? Harusnya saya lagi ngerjain tugas bikin program untuk minggu depan, lah ini… malah nulis blog lagi…

    Planet Formmit

    Saya lagi heran sama diri sendiri, kenapa ngotot banget milih berkecimpung di bidang IC design, padahal susah banget dan nggak ngerti2. Lebih menikmati bikin blog seperti yang dikerjain seharian ini. Jadi tambah sangat sedikit mengerti php dan css ketimbang c atau cpp. Tapi gpp lah, toh jalan ini yang sudah dipilih.

    Buat teman2 sekalian, kalau lagi nggak ada kerjaan di depan komputer atau laptop yang terhubung internet, boleh lah sekiranya mampir ke planet.formmit.org. Di sana kamu bisa melihat sedikit pikiran2, curhat2an, bagi2 info, narsis2an, jalan2, dan tingkah polah lainnya dari teman2 seperjuangan saya di Taiwan.

  • 1 Comment
  • Filed under: Taiwan, blogging, my life
  • about this blog

    is not all about me.

    ym status

    my song of the week

    feed me please...

    categories

    archives