<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blog.dzaia-bs.com &#187; IT</title>
	<atom:link href="http://blog.dzaia-bs.com/category/it/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.dzaia-bs.com</link>
	<description>expressing my world through the words</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Aug 2010 00:34:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sepakbola dan Pendeteksi Cahaya</title>
		<link>http://blog.dzaia-bs.com/2010/05/sepakbola-dan-pendeteksi-cahaya/</link>
		<comments>http://blog.dzaia-bs.com/2010/05/sepakbola-dan-pendeteksi-cahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 07:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaia-bs</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dzaia-bs.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Judulnya diambil dari dua hal yang sepertinya tidak ada hubungannya namun coba dihubung-hubungkan dalam rangka memudahkan penjelasan (bukan pembingungan) cara kerja dari suatu pendeteksi cahaya atau bahasa kerennya, photodetector. Mengapa pengandaiannya dengan sepakbola? Karena sebentar lagi Piala Dunia 2010 dimulai. Agak bingung juga mau dimulai dari mana, tapi saya kira cukup bersahabat kalau saya mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judulnya diambil dari dua hal yang sepertinya tidak ada hubungannya namun coba dihubung-hubungkan dalam rangka memudahkan penjelasan (bukan pembingungan) cara kerja dari suatu pendeteksi cahaya atau bahasa kerennya, photodetector. Mengapa pengandaiannya dengan sepakbola? Karena sebentar lagi Piala Dunia 2010 dimulai.</p>
<p>Agak bingung juga mau dimulai dari mana, tapi saya kira cukup bersahabat kalau saya mulai saja dari klasifikasi materi/bahan berdasarkan sifatnya dalam menghantarkan listrik. Ada konduktor, semikonduktor, dan insulator. Konduktor adalah penghantar listrik yang baik, seperti kawat timah pada kabel contohnya, besi dan juga baja. Biasanya selain baik dalam menghantarkan listrik, dia juga bagus dalam menghantarkan panas. Berkebalikan dengan insulator. Insulator merupakan penghantar listrik yang buruk. Sebut saja kertas, kayu, plastik, dan kaca. Di antara kedua sifat itu, ada yang namanya semikonduktor. Sifatnya bisa sebagai insulator dan juga sebagai konduktor, bergantung pada situasi dan kondisi.</p>
<p>Sifat dari semikonduktor yang unik ini, membuat dia memiliki banyak sekali kegunaan. Dia bisa digunakan sebagai sumber cahaya (LED : Light Emitting Diode), sebagai penyearah arus, sebagai saklar, dan juga dapat digunakan untuk mendeteksi cahaya. Kali ini yang akan saya ceritakan adalah tentang sifat unik semikonduktor (pada umumnya menggunakan Silikon) sebagai pendeteksi cahaya. Bagaimana cahaya dideteksi? Jawaban singkatnya, cahaya harus diubah dulu bentuknya menjadi arus listrik. Bagaimana cara mengubahnya? Bayangkan sebuah pertandingan sepakbola.</p>
<p>Dalam pertandingan sepakbola, ada pemain, ada lapangan bola, dan juga ada fans, atau supporter, atau penonton. Yah, kalau mau disebut semua sih bisa saja, ada wasit lah, ada pelatih lah, ada gawang, ada anak gawang, dan lain-lain, namun sesungguhnya yang saya perlukan dalam penjelasan kali ini adalah pemainnya itu sendiri, lapangan bolanya dan juga dukungan suara dari supporter.</p>
<p>Julukan pemain ke-12 sering kali dialamatkan untuk supporter. Mengapa? Karena walaupun dia tidak ikut masuk ke dalam lapangan, supporter sering menjadi faktor X dari kemenangan sebuah tim. Supporter lah yang membuat para pemain bersemangat, lupa bahwa dia sebetulnya sudah kehabisan energi untuk berlari. Para pemain menjadi berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan hati supporter yang telah membelanya. Pemain tim idaman aktif mengejar bola dan selalu bergerak tanpa henti, seakan-akan energi suara dan teriakan supporter mereka diserap oleh kaki-kaki para pemainnya, dan juga memperpanjang nafas para pemainnya yang hampir habis.</p>
<p>Peristiwa ini mirip halnya dengan sebuah pendeteksi cahaya. Pada sekeping Silikon, terdapat elektron-elektron yang memiliki ikatan kovalen (bisa diibaratkan sebuah wadah berisi bola-bola kecil yang terikat satu sama lain). Lupakan tentang kata kovalen, pada intinya ikatan ini membuat si elektron malas bergerak. Ibaratnya, dia pemain bola yang malas berlari. Lalu suatu saat, si keping Silikon ini mendapatkan cahaya. Asal cahayanya bisa dari mana-mana, bisa dari lampu atau pun dari sinar matahari. Sinar ini memiliki apa yang disebut dengan energi optik (optical energy). Ketika cahaya tersebut menimpa Silikon, sebagian cahaya itu diserap, sebagian lainnya dipantulkan. Energi optik dari cahaya yang diserap oleh Silikon ini membuat elektron-elektron di dalamnya memiliki energi yang lebih untuk melepaskan ikatan kovalennya, dan siap untuk bergerak. Masih ingat tentang para pemain yang mendapatkan energi tambahan dari teriakan supporter, kan?</p>
<p>Saat si elektron-elektron berubah dari keadaan terikat menjadi elektron-elektron bebas ini lah, Silikon yang tadinya bersifat sebagai insulator berubah sifatnya menjadi konduktor. Si elektron-elektron yang muncul dari penyerapan energi optik ini lah yang nantinya akan bertindak sebagai arus listrik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dzaia-bs.com/2010/05/sepakbola-dan-pendeteksi-cahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Robotika = Robot + Problematika</title>
		<link>http://blog.dzaia-bs.com/2009/08/robotika-robot-problematika/</link>
		<comments>http://blog.dzaia-bs.com/2009/08/robotika-robot-problematika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 19:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaia-bs</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[opinions]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dzaia-bs.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Fantasi dari Andrew Stanton, sang director film Wall-E, memang terkesan liar. Bagaimana tidak, di film itu dikisahkan tidak ada lagi manusia yang tinggal di bumi. Yang tersisa di bumi hanyalah robot Wall-E yang bekerja mengurusi timbunan rongsokan yang bertingkat-tingkat menggunung. Manusia lupa akan rumahnya, tempat di mana mereka berasal. Manusia tinggal di pesawat yang bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fantasi dari Andrew Stanton, sang director film Wall-E, memang terkesan liar. Bagaimana tidak, di film itu dikisahkan tidak ada lagi manusia yang tinggal di bumi. Yang tersisa di bumi hanyalah robot Wall-E yang bekerja mengurusi timbunan rongsokan yang bertingkat-tingkat menggunung. Manusia lupa akan rumahnya, tempat di mana mereka berasal. Manusia tinggal di pesawat yang bisa dikatakan sebagai rumah baru bagi mereka, seperti US Enterprise di film Star Trek, namun untuk ditinggali selamanya.</p>
<p>Film ini sangat menarik memang, walaupun sedikit bisu. Saking modernnya teknologi yang tersedia, semua dikerjakan dengan mesin, atau oleh robot. Salah satu <em>scene</em> yang membuat saya sedikit terkesan adalah ketika ada 2 orang bercakap-cakap menggunakan, katakan saja perangkat video call, sambil mengendarai kursi mobil (mobile-chair) sedangkan posisi mereka berada bersebelahan. Mencerminkan hubungan antar manusia yang tidak lagi manusiawi. Pergi ke mana2 menggunakan mobile-chair, sehingga mereka lupa untuk berjalan. Perawakan tubuhnya semuanya mengalami obesitas akibat jarang digerakkan. Karena untuk mengakses apapun, semuanya tinggal menggunakan remote atau perintah suara (voice recognition).</p>
<p>Tapi masih ada hal yang lain lagi yang lebih menarik. Yaitu tentang robot yang jatuh cinta. Ya, si Wall-E jatuh cinta dengan robot lain. Terlalu berlebihan memang, namun tidak ada yang bisa disalahkan dari cerita fiksi.</p>
<p>Intermezzonya saya kira cukup sampai di sini, karena saya punya oleh-oleh dari International Robot Show 2009 yang digelar di Nangang, Taipei.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 344px"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2539/3808836392_0d0578c03e.jpg" alt="Housekeeping Robot" width="166" height="250" />  <img src="http://farm4.static.flickr.com/3445/3808028263_4de5149ca5.jpg" alt="Housekeeping Robot II" width="166" height="250" /><p class="wp-caption-text">Housekeeping Robot</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2525/3808036441_ed76517b65.jpg" alt="Kingdom of Robot" width="500" height="332" /><p class="wp-caption-text">Kingdom of Robot</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3527/3808042637_17debe132b.jpg" alt="Robodog" width="500" height="332" /><p class="wp-caption-text">Robodog</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2515/3808047563_6a406ff062.jpg" alt="Robot In Action" width="500" height="332" /><p class="wp-caption-text">Robot In Action</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3545/3808061105_6a04d1fd5f.jpg" alt="Kick the Ball" width="500" height="332" /><p class="wp-caption-text">Kick the Ball</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 342px"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3494/3808869126_860c2d6e1b.jpg" alt="Serving the Drink" width="332" height="500" /><p class="wp-caption-text">Serving the Drink</p></div>
<div align="center">
<object width="445" height="364"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Zp2VU5nF-2M&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;rel=0&#038;border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Zp2VU5nF-2M&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;rel=0&#038;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"></embed></object></p>
<p><object width="445" height="364"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/sQ46BCTCWpA&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;rel=0&#038;border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/sQ46BCTCWpA&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;rel=0&#038;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"></embed></object>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dzaia-bs.com/2009/08/robotika-robot-problematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Summary of Seminar Course</title>
		<link>http://blog.dzaia-bs.com/2008/11/summary-of-seminar-course/</link>
		<comments>http://blog.dzaia-bs.com/2008/11/summary-of-seminar-course/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 00:49:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaia-bs</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dzaia-bs.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Speaker : Hiroshi Matsumoto (President of Kyoto University) Topic : Pursuit of Happiness Coexistence within Human and Ecological Community on This Planet Place : Room 101, Barry Lam Building, National Taiwan University Date &#38; Time : Monday, November 17th, 2008; 4.30 – 6 pm What was Prof. Matsumoto telling us on his visiting last week, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Speaker	:	<strong>Hiroshi Matsumoto</strong> (President of Kyoto University)<br />
Topic	:	Pursuit of Happiness Coexistence within Human and Ecological Community on This Planet<br />
Place	:	Room 101, Barry Lam Building, National Taiwan University<br />
Date &amp; Time	:	Monday, November 17th, 2008; 4.30 – 6 pm</p>
<p>What was Prof. Matsumoto telling us on his visiting last week, I think is really interesting. In the beginning, after introduction session, he started with history about the planet where we live at, the earth. What this planet had in the past, and what are still left today. Human did all of this changes to this planet. Then he continued his speech about the problem of human population growth. Agricultural revolution from the 17th till 19th century was claimed as a starting point of this increasing number of human population.</p>
<p>Driven by agricultural revolution, industrial revolution came after when the steam engine was invented. Many new industries were born. They need power sources to running. Industries went well, technology improved and developed. In accordance with it, economic was rising. People’s welfare was getting better. Population was growing significant in exponential factor. Speaking about human population growth, Prof. Matsumoto predicted that it would be constant at a time, in the future.</p>
<p>Some of things which are afraid came up in nowadays. As the growth increases, the economic follows behind. Number of food will decrease since the farmland will be rare to find. Oil, as we know it as non-renewable source, will also decrease and vanish one day. Valuable materials were dug out from inside the earth, both in the land either under the bottom of the sea. Prediction says metal material will vanish within less than a hundred years from now on. Researcher, engineer, and the people who responsible for the improvement and development of science and technology, sometimes forget to consider about its side effects. In one side, technology can help people to do everything easier, faster and better. But in another side, environments are polluted. Animals and insects are extinct slowly. There is no mutual coexistence between human and ecological environment.</p>
<p>To answer the problem, basic thinking of students, scientist, and engineer, should be rearranged and redirected, from “reductionism” or “specialist”, into “holistic philosophy”. They need to take care of their surroundings. Concerning about the whole problem surround its. It is no longer about what happened now, but also how to inherit this lovely planet to their descent. Stop to exploit the earth. Environmental-friendly technologies need to be applied in whole aspects of life.</p>
<p>A contribution from Prof. Matsumoto according to this issue is his research about Solar Power Satellite (SPS). SPS uses solar energy from the sun as the source. It is located in the space to get some advantages, such as can not be dirtied by dust, and gain more energy due to closer distance with the source. Other characteristics are: as carbon dioxide free power sources, based load power sources, and is made with developed technology.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dzaia-bs.com/2008/11/summary-of-seminar-course/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hape-nya Satu Kartu SIM-nya Banyak</title>
		<link>http://blog.dzaia-bs.com/2008/04/hape-nya-satu-kartu-sim-nya-banyak/</link>
		<comments>http://blog.dzaia-bs.com/2008/04/hape-nya-satu-kartu-sim-nya-banyak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 14:54:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaia-bs</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[my life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dzaia-bs.com/2008/04/hape-nya-satu-kartu-sim-nya-banyak/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan, bukan Surat Izin Mengemudi. Kalau SIM itu sih punya 2 juga cukup. Dan untuk sementara ini fungsi SIM tersebut cuma menuh-menuhin dompet di saku celana. Saya sekarang punya 5 SIM card seluler. 4 di antaranya GSM, dan satu lainnya CDMA. Yang 2 beli, yang 3 gretongan. Dan cuma satu yang nomor Indo sat nesia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan, bukan Surat Izin Mengemudi. Kalau SIM itu sih punya 2 juga cukup. Dan untuk sementara ini fungsi SIM tersebut cuma menuh-menuhin dompet di saku celana. Saya sekarang punya 5 SIM card seluler. 4 di antaranya GSM, dan satu lainnya CDMA. Yang 2 beli, yang 3 gretongan. Dan cuma satu yang nomor Indo<span style="text-decoration: line-through;"> sat </span>nesia, 4 yang lainnya nomor Taiwan dari 3 operator berbeda.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://blog.dzaia-bs.com/pictures/sim_card1.jpg" border="2" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://blog.dzaia-bs.com/pictures/sim_card2.jpg" border="2" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Yang membedakan antara kepemilikan kartu SIM seluler Taiwan dan Indonesia adalah registrasinya. Kita hanya bisa memiliki satu produk atas nama pribadi. Persyaratannya adalah menyerahkan fotokopi ARC (Alien Resident Card) dan NHI (National Health Insurance). Jadi walaupun jenisnya pre-paid, tetap harus registrasi.</p>
<p>Dari kelima SIM tersebut, masing2 memiliki &#8216;nilai&#8217; yang berbeda buat saya. <a href="http://www.matrix-centro.com/" target="_blank">Matrix</a> adalah nomor utama di Indonesia. <a href="http://english.taiwanmobile.com" target="_blank">Taiwan Mobile</a> adalah nomor pertama saya di Taiwan. Sudah saya gunakan untuk mengisi berbagai keperluan sebagai nomor kontak saya di Taiwan. Nomornya menurut saya cukup bagus dan bisa 3G, jadi sayang kalau di-non-aktifkan. <a href="http://www.fetnet.net">IF</a> yang warna oranye adalah yang paling murah di antara GSM yang lain, dapat gratisan. <a href="http://www.kgt.com.tw" target="_blank">Easy Talk</a> yang biru, bonus pulsanya lumayan, juga dapat gratisan. Dan yang lebih bikin gerrr lagi adalah kartu SIM yang baru dapat (gratisan lagi) Jumat kemarin, <a href="http://www.aptg.com.tw/aptg2/index.html">A+</a>, isi perdananya paling besar, yaitu 600 NTD atau sekitar Rp 180 ribu. Tapi sayangnya CDMA, jadi belum bisa dipakai&#8230;</p>
<p>So, apa harus beli hape lagi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dzaia-bs.com/2008/04/hape-nya-satu-kartu-sim-nya-banyak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Buah Cerita dari Steve Jobs (Bagian 3-Akhir)</title>
		<link>http://blog.dzaia-bs.com/2008/02/3buahceritadaristevejobsbagian3-akhir/</link>
		<comments>http://blog.dzaia-bs.com/2008/02/3buahceritadaristevejobsbagian3-akhir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 15:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dzaia-bs</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[articles]]></category>
		<category><![CDATA[opinions]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.dzaia-bs.com/2008/02/3buahceritadaristevejobsbagian3-akhir/</guid>
		<description><![CDATA[Dari 3 buah cerita yang disampaikan, menurut saya cerita terakhir ini adalah punch line-nya. Cerita ini tentang sebuah kata, kata yang membuat setiap manusia bergidik setiap mendengar atau mengingatnya. Kata ini adalah suatu peristiwa pertemuan yang hanya akan dialami setiap makhluk-Nya, sekali seumur hidup. Yaitu sebuah pertemuan dengan&#8230; Malaikat Izrail. Cerita ketiga : kematian (death). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari 3 buah cerita yang disampaikan, menurut saya cerita terakhir ini adalah <em>punch line</em>-nya. Cerita ini tentang sebuah kata, kata yang membuat setiap manusia bergidik setiap mendengar atau mengingatnya. Kata ini adalah suatu peristiwa pertemuan yang hanya akan dialami setiap makhluk-Nya, sekali seumur hidup. Yaitu sebuah pertemuan dengan&#8230; Malaikat Izrail.</p>
<p><strong>Cerita ketiga : kematian (death).</strong> Pada saat usianya 17 tahun, Steve menemukan sebuah <em>quote</em> yang bunyinya kira-kira seperti ini : &#8220;Apabila engkau menjalani hidup ini  sebagaimana hari terakhirmu, suatu hari kau akan merasa bahwa itu baik/benar.&#8221; Selama 33 tahun kehidupannya, setiap pagi di depan cermin, ia selalu menanyakan kepada dirinya sendiri bahwa apakah ia telah menjalani hari-harinya sebagaimana menjalani hari terakhirnya. Dan ketika jawabannya adalah &#8220;Tidak&#8221;, maka ia tahu bahwa ia harus merubah sesuatu agar jawabannya menjadi &#8220;Ya&#8221;.</p>
<p>Beberapa tahun yang lalu, Steve didiagnosis menderita kanker. Hasil <em>scan</em> memperlihatkan dengan jelas tumor di pankreasnya. Dokter mengatakan kepadanya bahwa kanker jenis ini hampir pasti tidak dapat disembuhkan, dan diperkirakan sisa hidupnya tidak lebih dari 3 sampai 6 bulan. Dokter menyuruhnya untuk segera pulang dan membereskan segala urusan, seperti memberikan isyarat untuk menyiapkan kematian, agar semuanya berjalan mudah bagi keluarga yang akan ditinggalkannya. Dokter yang aneh, mana ada yang mudah untuk sebuah perpisahan?</p>
<p>Suatu sore Steve melakukan <em>biopsy</em>, sebuah metode kedokteran untuk mengambil sedikit sampel sel/jaringan dari dalam tubuh untuk diperiksa. Pemeriksaan dokter dengan mikroskop kali ini memberikan analisis lain, sel kanker-nya berubah sedemikian rupa sehingga menjadi kanker pankreas yang dapat disembuhkan dengan operasi. Maka Steve melakukan operasi itu, dan ia sembuh. Itu lah saat-saat terdekat yang pernah dialaminya di hadapan kematian.</p>
<p>Berikut ini adalah kata-kata Steve tentang pelajaran berharga yang didapatnya.</p>
<blockquote><p>No one wants to die. Even people who want to go to heaven don&#8217;t want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life&#8217;s change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Sorry to be so dramatic, but it is quite true.</p>
<p>Your time is limited, so don&#8217;t waste it living someone else&#8217;s life. Don&#8217;t be trapped by dogma — which is living with the results of other people&#8217;s thinking. Don&#8217;t let the noise of others&#8217; opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.</p></blockquote>
<p>Konsep mengingat kematian pada dasarnya adalah konsep menggunakan waktu sebaik mungkin. Hidup hanya sekali, terlalu sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan tepat. Mungkin dengan cara memanfaatkan hidup ini dengan menjadi manfaat bagi diri sendiri, dan orang lain tentunya. Sehingga kesuksesan akan semakin tertarik mendekati pusat gravitasi orang-orang ini, seiring dengan semakin luasnya manfaat yang diberikan.</p>
<p>Dan kemudian, bisakah kata &#8220;manfaat&#8221; ini diganti dengan kata &#8220;amal&#8221;? Kalau bisa, maka saya ingin mengucapkan : Selamat beramal&#8230;</p>
<p align="center">*** End ***</p>
<p>Reference :<br />
<a href="http://news-service.stanford.edu/news/2005/june15/jobs-061505" target="_blank"> http://news-service.stanford.edu/news/2005/june15/jobs-061505</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.dzaia-bs.com/2008/02/3buahceritadaristevejobsbagian3-akhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
