12 Apr
Mbak Iin ever wrote a quote in her YM status which says : cooking is better than coding, I agree 100%. That’s why I would like to share what I have done in a few minutes ago. This delicious food is called semur daging. I mixed it with chilies and bombay onion.

Thanks to Mbak Ratna for the ingredients recipe. Looking forward for the next package.
29 Mar
Mungkin salah satu sebab mengapa Yang Maha Kuasa menakdirkan laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam sebuah rumah tangga adalah karena si perempuan diyakini lebih sabar dari si laki-laki. Seperti api dan air, yang satu membara, yang lainnya menyejukkan. Dan mungkin, salah satu resep mengapa si perempuan lebih sabar adalah karena mereka, pada umumnya, telah ditraining dalam suatu ruangan bernama dapur. Pengalaman saya beberapa bulan ini membuahkan pemikiran demikian.
Mulai bosan dengan makanan-makanan yang ada di sekitar dorm dan rindu akan cita rasa nusantara memaksa saya untuk memasak sendiri meskipun minim jam terbang. Dengan adanya bumbu-bumbu instant, memasak memang menjadi lebih mudah. Sudah beberapa kali saya bereksperimen membuat nasi goreng, nasi kuning, kari dan gulai, semuanya berhasil dengan sukses. Sangat mudah, tinggal ikuti prosedur yang ada di kemasan tersebut dan dalam hitungan menit maka gambar pada kemasan bumbu tersebut akan terealisasi.
Kira-kira seminggu yang lalu saya kedatangan paket. Isinya adalah bumbu semur dan bumbu rendang. Sepertinya teman saya ini kasihan terhadap nasib yang menimpa saya waktu kembali ke Taiwan, makanya dia kirim bumbu rendang. Sebelum membuat masakan dengan bumbu-bumbu itu, si empunya resep saya telpon dulu untuk menanyakan how to-nya. Yang saya masak pertama adalah semur, dengan bahan ayam sebagai pelengkapnya. Kecil…, tinggal ngikuti seperti apa yang diinstruksikan. Nggak perlu ngulek-ngulek, ngiris-ngiris, tinggal cemplang-cemplung, aduk-aduk, tunggu hingga matang, dan siap dinikmati. Sampai di sini tingkat kesabaran dalam memasak memang belum akan teruji, sebab perbedaan waktu yang dihabiskan untuk memasak tidak terlalu signifikan dengan waktu yang digunakan untuk menghabiskan masakan.
Hingga akhirnya saya coba untuk memasak bumbu yang kedua, yaitu bumbu rendang, baru lah saya tahu kalau memasak itu butuh kesabaran yang luar biasa. Pada percobaan pertama masak rendang, hasilnya Gatotkaca makan bubur, gagal total kacau balau hancur lebur. Saya bukan orang yang terlalu suka eksperimen kalau belum pernah berhasil dalam membuat sesuatu. And saya nggak neko-neko waktu masak rendang itu pertama kali. Semua sesuai dengan petunjuk si mbak yang jagoan aikido itu. Sebagai juru masak amatir, walaupun nilai tataboga waktu SMP paling kecil 8, saya pakai cara yang sama dengan cara membuat semur.
Karena ini pengalaman pertama, awalnya saya heran, karena setelah mengikuti petunjuk, kok santannya banyak banget? Dan seingat saya yang namanya rendang itu tidak berkuah. Pikir saya, ini beneran bumbu rendang atau bumbu opor? Saya aduk-aduk terus, tapi kok santannya nggak asat asat… Setelah habis kesabaran, saya tinggal masakan itu beserta rice cooker yang masih dalam keadaan cooking. Bau-bau tidak sedap muncul beberapa menit kemudian, ya… bau hangus. Begitu saya buka tutup rice cooker, sepertinya no problemo. Tapi begitu lihat bagian bawahnya, harapan makan rendang pun sirna. Untung ayamnya masih bisa diselamatkan. Jadinya bukan makan rendang ayam, tapi opor ayam rasa rendang.
Cek n ricek, ternyata benar, ada yang salah di prosedur masaknya. Seharusnya diaduk-aduk terus supaya ampas santannya tidak gosong. But I still had second chance because of the bumbu is for 2 times cooking. Today, I tried once more. I used beef that I bought at masjid yesterday. I spent more than one hour to cook it. Aduk-aduk masakan selama lebih dari satu jam. Tangan kanan ngaduk-ngaduk, sedangkan tangan kiri chatting atau browsing. Walaupun kurang begitu sempurna karena dagingnya keburu hancur jadi daging cincang, tapi secara rasa sudah sangat enak. Entah yang bikin enak karena bumbunya memang sudah enak atau memang karena bikinan sendiri (selain bumbunya lho ya). Hmmm… mungkin dua-duanya…

30 Jan
Untuk Anda2 yang sering berpergian keluar negeri mungkin sudah banyak yang tau kode tersebut. (atau belum ya?) Karena saya juga baru tau belum lama, beberapa hari sebelum pulang ke Indonesia. MOML adalah kode untuk makanan/minuman halal ketika kita berpergian dengan airline. Airline2 yang besar biasanya memiliki fasilitas ini. Selain terhindar keragu-raguan, makan pun jadi lebih tenang dan nikmat. Jadi, untuk Anda2 yang muslim, pastikan Anda memesan moslem meal (MOML) ketika membeli tiket.

Kode MO (moslem) terdapat di setiap tutup makanan @ China Airlines
(Rice + chicken curry, Arabic salad, fruits, dessert, bread, drink)
17 Sep
Perhatian : Penulis tidak bertanggungjawab (jika) batalnya puasa Anda setalah membaca tulisan ini.
Suasana bulan Ramadhan di Taipei mungkin tidak seberasa seperti waktu di Indonesia, maklum saja karena masih banyak dijumpai orang2 yang makan dan minum di depan umum, atau lebih tepatnya, di depan saya. Yeah, itung2 nambah godaan dan ujian, dan semoga yang berpuasa diberikan pahala yang lebih, Amin. Syukur kehadirat-Nya karena kebetulan dorm tempat saya tinggal cukup dekat dengan Masjid, namanya Taipei Grand Mosque, atau kalau dibahasaIndonesiakan menjadi Masjid Agung Taipei. (Saya lebih suka nama yang dalam bahasa Indonesia karena tidak suka dengan penyebutan mosque untuk masjid dalam bahasa Inggris yang terkesan mirip dengan mosquito alias lalat nyamuk.)
Bagi mahasiswa rantau seperti saya yang susah nyari makanan halal di negeri non-muslim, kata2 buka puasa gratis seperti menjadi oase di tengah hamparan padang pasir tandus yang hanya ditumbuhi pohon kaktus dan tidak mungkin ada soto Kudus ataupun daging kambing alias wedus, berlebihan gak sih? Di malam pertama bulan Ramadhan, di masjid itu, kebetulan saya bertemu dengan seorang mahasiswa Ph.D dari Indonesia yang sudah setahun di Taipei. Dia bilang kalo selama bulan Ramadhan masjid tersebut menyediakan buka puasa serta makan malam gratis… tis… tis… Dan tentu saja makanan yang disediakan dijamin Halal. Katanya sih, makanan itu disediakan oleh pemerintah Arab Saudi. Jadi wajar saja kalo dalam 5 hari kemarin ini saya intens pergi ke sana.
Oke, mungkin udah pada penasaran mau pada lihat menu yang mereka suguhkan. Mari kita perhatikan satu persatu. Yuk yak yuuuk…
============================

Bubur kacang merah dan segelas teh tawar panas. Aneh kan? makan bubur nggak pake sendok malah pake sumpit. Jadi ya tinggal glek aja langsung dari mangkoknya, sumpitnya dipakai kemudian buat makan nasi. Di bagian atasnya sebenarnya ada kurma dan buah2an. Saya mencobanya di hari pertama puasa.
============================

Nah, ini nih… sekilas saya kira bubur itu adalah bubur kacang ijo, karena warnanya yg agak kehijauan dan teksturnya kental. Tapi ternyata… bubur ayam. Cukup aneh buat membatalkan puasa. Saya baru coba ini 2 hari kemarin. Untuk menu berbuka, sebenernya masih ada satu jenis lagi, yaitu bubur sagu mutiara. Cukup sering kok dijumpai di tanah air. Alesan, padahal gak sempet moto gara2 udah habis dimakan duluan
============================

Beugh… ini dia main menu-nya. Jadi, setelah para tamu berbuka secukupnya, acara dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah. Setelah itu kembali lagi ke ruang makan untuk menyantap makan malam dengan menu daging2an dengan cita rasa ke-Arab2-an. Kalau beruntung, sisa makanan itu boleh dibawa buat sahur.
============================
Yah, begitulah salah satu nikmat yang
berikan di bulan suci ini.
3 Sep
Kalau Anda jalan2 ke Solo dan bingung mencari makan di malam hari, ada baiknya Anda mampir ke tempat ini : Sumber Bestik-Pak Darmo di Jl. Honggowongso, Solo, Jawa Tengah. Darmo yang ini tentunya bukan Darmo yang ikutan acaranya Kelik di Sulap-Selip.

Menunya cukup variatif seperti layaknya jajanan sideroad (pinggir jalan) lainnya, ada nasi/mie goreng, mie godog (rebus), capcay goreng/rebus, bestik daging, bestik dadar lidah, dll. Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat daftar menunya sebagai berikut :

Yang bikin saya cukup impresif adalah tim memasaknya. Ada 3-4 orang yang bekerja sama satu dan yang lain untuk menghidangkan sepiring atau beberapa piring menu yang dipesan.

2 orang yang pake celemek itu bertugas menggoreng-goreng dan memasak menu, seorang yang berdiri di samping kiri si celemek merah bertugas memasukkan bahan2 masakan beserta bumbu2nya. Dan cara dia masukin bahan dan bumbu itu cukup mengesankan, yaitu dengan melemparnya ke penggorengan yang kadang2 dilakukan tanpa melihat ke arah penggorengan. Sedangkan ibu berbaju biru bertugas menyajikan masakan serta memberikan hiasan sebagai pelengkap menu.
Setelah keributan di tempat masak tersebut berlalu, datanglah 2 menu pesanan saya. Bestik dadar lidah dan nasi goreng. Selamat menikmati…


recent comments