Archive for April, 2012

Hari ke-19 : Tempat-tempat Yang Sering Dikunjungi

Sunday, April 1st, 2012

Selain masjid dan warung-warung makan, yang mana tempat-tempat tersebut adalah tempat-tempat dengan intensitas terbesar yang dikunjungi, ada tempat-tempat lain yang memiliki intensitas di bawah itu yang dikunjungi tentunya dengan maksud dan tujuan tertentu.

National Taiwan University of Science and Technology atau Taiwan Tech. bisa dikatakan sebagai kampus ke-2. Terletak bersebelahan dengan kampusku, di kampus ini aku sering berinteraksi dengan teman-teman Indonesia. Melakukan meeting-meeting yang berkaitan dengan kerjaan Lentera Ide, sahur dan sholat Subuh bareng di bulan Ramadhan, main futsal, main badminton, pertemuan Formmit, dan hampir semua hal yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa Indonesia di Taipei, berikatan dengan NTUST. Karena memang di kampus ini banyak sekali mahasiswa Indonesia berkumpul. Program U2U dengan ITS, UI, UGM, ITB, dan universitas-universitas lain di Indonesia, berhasil menarik mahasiswa Indonesia datang ke sana.

Ba De Lu. Taipei juga punya pusat belanja elektronik. Letaknya di jalan Ba De. Atau orang-orang sering menyebutnya dengan GuangHua. Bisa dikatakan, GuangHua ini adalah “Glodok”-nya Taipei. Elekronik-elektronik di sini memiliki harga yang agak miring jika dibandingkan dengan di toko-toko elektronik di mal-mal tengah kota. Elektronik yang dimaksud di sini mencakup laptop dan komputer beserta perangkat-perangkatnya, telepon genggam, kamera, sirkuit-sirkuit, hingga perangkat elektronik rumahan. Dan seperti halnya di Glodok, sebelum membeli barang yang kita inginkan, agar lebih bijak dalam mengeluarkan uang, kita perlu melakukan sedikit survey harga. Aku sendiri biasanya melakukan survey ke 3 hingga 5 toko, sebelum memutuskan untuk membeli barang yang diinginkan. Dan setelah itu, jangan tanya-tanya lagi pada toko-toko yang kita hampiri. Karena beberapa kali aku sering agak kecewa karena menemukan harga yang lebih murah lagi dari harga yang kubeli.

Bo Ai Lu. Ini adalah tempat favoritku. Sebab di sini adalah surganya dunia fotografi dan videografi. Terletak berdekatan dengan Taipei Main Station. Jalan ini sering menggoda iman dengan jajaran-jajaran lensa dan kamera di etalase-etalase toko. Tapi aku tidak pernah membeli kamera dan lensa di sini. Paling hanya perangkat pelengkapnya. Aku lebih sering menggunakan website tw.bid.yahoo.com untuk survey harga terlebih dahulu. Dan sering hasil yang dimunculkan tidak merefer kepada toko-toko di Bo Ai Lu. Seperti ketika membeli Canon Powershot S5 IS dan Nikon D90 Kit, aku membelinya di toko kamera dekat MRT ZhiShan. Lensa Voigtlander 40mm F/2, aku beli di salah satu lorong mal bawah tanah di Taipei Main Station.

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei. Kantor ini merupakan kantor perwakilan Pemerintah Indonesia di Taiwan yang berfungsi seperti menggantikan kedutaan. Tempat ini sering dikunjungi ketika peringatan hari-hari besar nasional seperti 17 Agustus-an, hari pendidikan nasional, Halal bi Halal, buka bersama, atau ketika ada kegiatan-kegiatan mahasiswa yang melibatkan KDEI. Dan apalagi sih yang dicari anak-anak mahasiswa rantau di tempat seperti ini selain makanan-makanan enak gratisan?

Night market alias pasar malam. Nah, ini adalah tempat yang paling khas di Taiwan. Atau sebenarnya ini adalah ke-khas-an budaya Cina. Hampir setiap kota di Taiwan memiliki pasar malam. Untuk di Taipei sendiri ada 4 pasar malam yang sering kukunjungi. Entah untuk mencari makanan-makanan ringan, membeli barang, atau sekedar cuci mata. Yang paling dekat dengan kampusku adalah pasar malam Gongguan. Di pasar ini aku sering beli takoyaki, atau roti yang seperti martabak manis. Bedanya dengan martabak manis, lapisan luarnya tidak dilumuri mentega lagi. Dan jika martabak manis memiliki potongan-potongan kecil, maka kue ini yang berbentuk setengah lingkaran itu hanya di potong menjadi 3 bagian, lalu dijual per satu potongan. Ada salah satu warung cencu naicha yang terkenal di sini, dan memang rasanya unik karena menggunakan gula merah untuk campurannya. Night market lainnya adalah ShiDa night market. Setelah pindah ke apartemen kontrakan, aku memang lebih sering ke night market ini karena letaknya yang berdekatan. Night market ini adalah pilihan lain untuk cari makan jika lagi malas masak. Teppanyaki, mantou atau bakpau, dan goreng-gorengan adalah favorit jajananku di sana. ShiLin dan Ximen adalah night market yang ramai di Taipei. Paling cocok kalau buat jalan dan hunting-hunting barang.

9-Ball. Dari nama tempatnya saja sudah bisa merefleksikan tempat apa di sana. Setelah pindah ke apartemen, ada hobi baru yang sering dilakukan teman-teman seapartemen. Kalau lagi kalap, hampir setiap Jumat malam kita mencari pelarian dari permasalahan hari-hari kerja itu sambil sodok menyodok bola. Kita lebih sering main bola 15, duel antara 2 grup yang masing-masing grup terdiri dari 2 orang. Jadi, ada 4 orang dalam 1 permainan. Ini sebenarnya trik-trik untuk cari hiburan versi ngirit.