Hari ke-16 : Nonton Bioskop di Taiwan

Wednesday, March 21st 2012

Nonton bioskop di Taiwan tidak semurah di Indonesia. Meskipun sudah ada diskon untuk pelajar dan mahasiswa, tetap saja harga tiketnya masih lebih mahal. Untuk film 2D, harga tiket normal dijual 270 NTD (+ Rp 81.000,-). Diskon untuk pelajar hanya 30 NTD. Jadi dengan memperlihatkan kartu mahasiswa, kita bisa mendapatkan tiket lebih murah + Rp 9.000,-. Sedangkan untuk film 3D, harus merogoh saku lebih dalam lagi sekitar 90 ribuan ke atas. Masih ada yang lebih mahal lagi, yaitu menonton film 3D di teater IMAX. Harganya normalnya 420 NTD, atau sekitar 120 ribu rupiah. Sebenarnya bisa nonton lebih murah di bawah harga normal, yaitu di hari-hari biasa di jam-jam kerja. Kita bisa mendapatkan ticket early bird istilahnya.

Ada beberapa tempat di Taipei yang biasa aku jadikan sebagai tempat nonton. Di antaranya Vieshow Cinemas yang ada di Ximen, di dekat Taipei 101, di Q Square Taipei Main Station, dan bioskop lainnya di Miramar. Vieshow Cinemas itu di sana semacam XXI atau 21 di Indonesia. Mereka memang terlihat mendominasi bisnis layar lebar. Namun di antara beberapa bioskop tersebut, tidak semuanya memiliki teater IMAX. Di Taipei sendiri, IMAX hanya ada di VS Cinemas Ximen, dan di Miramar. Selain di Taipei, aku pernah sekali mencicipi VS Cinemas yang ada di Kaohsiung.

Film yang pertama kutonton di Taiwan adalah film animasi 3D, Beowulf. Tidak tanggung-tanggung, pertama kalinya nonton waktu itu aku dan 2 temanku langsung menjajal teknologi 3D IMAX di Miramar. Ceritanya sedang melepaskan penat seusai ujian. Film yang berseri yang tidak pernah aku lewatkan dan khatam di Taiwan adalah Harry Potter. Dari mulai Harry Potter 5, 6, 7 part 1, dan 7 part 2. Film yang bikin bete setengah mati adalah Transformers 3. Harga tiketnya mahal ditambah studionya yang lebih pantes disebut home theater daripada bioskop karena kecilnya layar. Film yang bikin berkesan adalah G.I.Joe. Sebab nontonya bersebelahan sama seseorang yang bikin jantung dag-dig-dug dan ngerasa selalu salah tingkah.

Kadang kalau lagi pengen banget nonton, bisa pergi nonton sendiri. Lebih seringnya sih nonton bareng. Dan biasanya kalau nonton bareng, aku yang jadi tumbal pembeli tiket. Sebab kalau nonton bareng, biasanya di hari-hari weekend atau hari menjelang weekend seperti Jumat sore. Yang mana pada waktu-waktu itu, akan sangat sulit dapet tempat duduk yang posisinya wuenak. Jadi pagi hari atau siangnya, aku pergi dulu ke bioskop untuk beli tiketnya. Sorenya, tinggal tenang-tenang masuk ke bioskop. Nonton bareng itu ibarat 2 sisi mata uang, menyenangkan sekaligus meresahkan. Menyenangkan karena banyak temen ngobrol dan bisa juga sebagai kamuflase status single. Meresahkan karena sering tunggu-tungguan, yang mana kalau satu telat, maka akan telat nontonnya.

Frekuensi menontonku tidak menentu. Tidak terlalu sering. Tergantung filmnya. Mungkin paling sering di saat liburan musim panas, karena itu lah saat-saat ketika film-film bagus bermunculan.