Hari ke-15 : Travelling in Taiwan

Monday, March 19th 2012

Ada 2 jenis manusia di bumi ini, yang suka travelling dan yang tidak. Aku mengatakan ini hanya untuk menegaskan bahwa orang yang tidak suka travelling itu benar-benar ada. Lebih suka di rumah dari pada berjalan-jalan melihat ratusan lentera diterbangkan di PingXi. Lebih memilih bermain poker di facebook dari pada melihat festival bunga di YangMing Shan. Lebih senang tidur dari pada menyelusuri seluk beluk Taiwan dari utara hingga selatan. Kecuali kalau jalan-jalannya untuk misi berbelanja, bisa lain ceritanya.

Aku bukan termasuk orang yang tidak suka travelling. Sebaliknya, aku lebih memilih menghabiskan hari-hari di perjalanan menuju selatan Taiwan dari pada berdiam diri di kamar. Suatu hari, karena tidak diajak jalan-jalan ke daerah Kaohsiung, aku merencanakan perjalananku sendiri ke kota itu. Berbekal informasi yang diperoleh dari internet, aku bermaksud mengunjungi beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi dalam sekali perjalanan. Dengan kepercayaan diri yang tinggi terhadap teoriku sendiri yang menyatakan, kemudahan transportasi di Taiwan menjadikan Taiwan mudah untuk ditaklukkan, aku nekad jalan sendiri. Tentang perjalanan ini, aku pernah menuliskannya di sini.

Selain melakukan travelling sendiri, aku juga sering ikut trip grup baik itu yang diadakan oleh NTUFSA atau pun NTU-ISIS. Ada perjalanan ke Taichung-SanYi bersama NTUFSA. Mengunjungi perayaan ulang tahun kampus NTOU bersama teman-teman NTUFSA. Mengikuti wisata di bidang pertanian Taiwan yang diadakan oleh salah satu departemen di NTU. Atau ketika ada ajakan teman untuk pergi, maka aku akan dengan mudah mengiyakan untuk ikut. Seperti waktu pergi ke Taroko bareng Agung dan Karin, dan mencari hiburan ke Leofoo dengan teman-teman NTUST. Atau juga waktu ada promosi tiket masuk gratis ke Xia Ren Guo. Ada juga jalan-jalan dengan teman-teman Formmit, yang disebut rihlah. Yang kuingat ketika mengunjungi Taipei Zoo dan Yang Ming Shan.

Untuk masalah turisme, Taiwan selalu punya event-event yang unik dan khas di setiap tahunnya. Dari mulai flower festival di musim semi, lantern festival setelah tahun baru Cina, ada juga festival kembang api, dan berbagai tema festival yang selalu diselenggarakan rutin setiap tahun. Dulu setiap ada event yang terdengar menarik, maka jadwalku di weekend adalah mendatangi event tersebut. Tapi itu tidak berlangsung terus-terusan. Ada saat di mana aku telah merasa bosan dengan semua turisme Taiwan.

Intinya, travelling di Taiwan itu mudah dan menyenangkan, dalam kurun waktu tertentu. Program master adalah durasi yang cukup untuk muter-muter di Taiwan. Karena menginjak tahun ke-3, semua wisata Taiwan bisa berubah jadi membosankan. Dan jangan terlalu berharap jika yang menjadi tujuan adalah pemandangan alam.