Hari ke-13 : Koki

Friday, March 16th 2012

Salah satu hobiku adalah memasak. Boleh percaya boleh tidak. Tidak sampai memasak yang rumit-rumit. Yang penting simpel dan enak. Enak, menurut seleraku. Walaupun di asrama tidak boleh memasak, sesekali aku curi-curi kesempatan untuk bisa berkreasi di atas magic jar. Selama di asrama, karena tidak mungkin menggunakan kompor listrik, maka magic jar adalah pengganti kompor. Dengan menggunakan mode ‘cook’, magic jar dipaksa kerja keras untuk terus mengeluarkan panas setara kompor. Metode memasak seperti ini berhasil memakan korban magic jar hingga tidak bisa dipakai lagi.

Memang masak apa sih, Jay? Satu, masak nasi, Dua, masak lauknya. Setiap hari Jumat, di masjid besar ada semacam pasar dadakan. Di sana dijual makanan-makanan dan juga daging-daging halal, dari mulai daging sapi, domba, dan ayam. Dagingnya pun berbagai macam jenis. Ada yang dikemas dalam potongan besar, potongan cincang, dan potongan kecil seperti untuk teriyaki. Untuk membuat rendang, aku membeli daging potongan besar. Nantinya dipotong-potong sesuai potongan rendang. Bumbunya? Yang praktis-praktis saja. Bumbu instan.

Pertama kali bikin rendang, gagal. Dagingnya masih keras dan gosong. Dengan daging teriyaki, aku juga suka masak teriyaki. Untuk resep yang satu ini, aku tidak menggunakan bumbu instan. Hanya menggunakan bawang putih cincang, bawang bombay, kecap manis, kecap asin, lada hitam, sedikit garam dan gula. Dengan daging cincang, aku pernah membuat burger-telur. Tapi tidak dengan di-grill. Hanya ditumis dengan mentega.

Pindah ke apartemen lantai 5, hobi memasak jadi lebih tersalurkan. Peralatannya lebih layak untuk memasak. Apalagi di sana memang ada teman-teman yang suka masak. Kami sering masak bersama. Atau, tuker-tukeran masakan. Jadi, aku memasak lauknya, temanku memasak sayurnya. Yang lain, memasak nasinya. Terutama di akhir pekan, kami sering masak yang agak besar. Dengan catatan, kalau sedang pada rajin. Pagi harinya pergi ke pasar Yonghe, atau kalau sudah kesiangan, pergi ke pasar terdekat. Selain harganya lebih murah dan bahan-bahannya yang masih segar, pasar menyediakan banyak pilihan.