Hari ke-12 : Radio

Thursday, March 15th 2012

Jika waktu di Formmit, Mbak Iin tidak menyuruh saya untuk mempelajari radio streaming dan menjadi DJ-nya, mungkin aku juga tidak akan tertarik bergabung dengan Radio PPi Dunia. Cikal bakalnya memang ada di Radio Formmit. Dari mulai install server, setting DSP, membuat player, hingga suara penyiar dan narasumber bisa diperdengarkan ke semua penjuru, semua kupelajari waktu di Formmit. Mungkin hanya di kulit, tidak sampai jerohan-jerohannya.

DJ Formmit. Dulu aku pernah menggunakan ID tersebut ketika sedang siaran pengajian. Narasumber, topik, dan waktu sudah ditentukan oleh Mbak Dewi, yang menangani bidang pengkaderan. Tugasku sebenarnya selain mempersiapkan semua perangkat yang diperlukan, juga sebagai host. Yang seru adalah ketika bulan puasa. Pada saat itu Mbak Dewi punya program yang cukup menantang. KOBET. Agak maksa, singkatan dari Kajian Online Ba’da Tarawih. Entah dari mana munculnya huruf ‘E’. Ada juga malam yang bolong tanpa siaran karena ketidaksiapan narasumber, adanya miskom, atau masalah mendadak lain. Aku masih ingat ketika terburu-buru kembali ke asrama karena siaran ini. Atau ketika aku tidak mood, aku minta digantikan sebagai host, walaupun masih mengurusi masalah teknis lainnya.

Karena penasaran dengan isinya Radio PPI Dunia, maka tertariklah aku untuk nyemplung di sana. Walaupun itu bukan alasan satu-satunya. Aku berharap menemukan ilmu pe-radio-an yang baru. Namun setelah tahu isinya, tidak ada yang baru di sana selain penggunaan servernya yang menggunakan server sewaan. Dengan modal ilmu yang kudapat di Radio Formmit, aku masuk ke dalam tim teknis Radio PPI Dunia. Di sana selain mengurusi radio, aku juga membantu mengurusi website.