Hari ke-9 : Fotografi

Sunday, March 11th 2012

Awalnya hanya ikut-ikutan. Teman-teman sepermainanku di Taiwan waktu itu sedang senang-senangnya memotret dengan kamera digital SLR. Saat itu aku buta sama sekali dengan fotografi. Tidak tahu istilah-istilah seperti aperture atau bukaan lensa, shutter speed atau kecepatan rana, ISO atau sensitivitas. Aku juga tidak tahu tentang aturan 1/3, golden ratio, dan aturan-aturan komposisi lainnya. Yang aku tahu tentang komposisi adalah menaruh obyek di tengah bidang foto.

Akhirnya sambil malu-malu untuk membeli kamera SLR, melalui internet aku melakukan survei yang cukup intens untuk membeli kamera yang tepat untuk belajar. Dari salah satu website yang membahas tentang review gadget-gadget fotografi, pilihan itu jatuh pada Canon Powershot S5 IS. Ini lah kamera yang direkomendasikan oleh website terebut. Banyak sekali pertimbangannya waktu itu. Dari kemampuan zoom-nya yang sangat jauh, kamampuannya yang memiliki fitur kamera SLR, serta harganya yang jauh di bawah kamera SLR. Dengan kamera ini aku belajar sedikit demi sedikit. Hingga pada suatu titik, aku tidak bisa menahan keinginan untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih baik. Yang jawabannya adalah kamera SLR.

Kamera SLR pertamaku adalah Nikon D90 dengan lensa kit 18-105mm yang aku beli di sebuah toko yang dekat stasiun MRT Zhishan di sekitar awal tahun 2009. Baru berkenalan beberapa minggu dengan kamera tersebut, tugas pertamaku sudah datang. Yaitu untuk meliput pengajian yang diadakan di Zhong Li. Pengajian di Taiwan biasanya mengundang ustadz-ustadz ternama dari tanah air. Panitia pengajian, yang merupakan kolaborasi antara tenaga kerja dan mahasiswa Indonesia, saat itu mengundang Ust. Haddad Alwi untuk memberi siraman rohani kepada rakyat Indonesia yang sedang berkarir dan belajar di Taiwan.

Beberapa bulan kemudian, tugas berikutnya datang lagi. Seorang kawan meminta bantuanku untuk memotret fasilitas-fasilitas dan juga dosen-dosen yang mengajar di salah satu perguruan tinggi negeri di Bogor. Aku merasa hasilnya akan kurang artistik dan maksimal untuk pekerjaan ini jika hanya menggunakan kamera kit. Untuk itu, ditambahlah lensa sakti 50mm F/1.4 agar hasil portrait menjadi lebih menarik. Kali ini, aku tidak bekerja sendiri. Aku dibantu oleh temanku yang tinggal di Bogor, yang kukenal sewaktu di Taiwan.