Hari ke-6 : Masih Tentang Urus-urus

Wednesday, March 7th 2012

Pernah bermain video game bergenre RPG atau Role Playing Game? Seperti game Final Fantasy yang dulu berjaya ketika dunia video game berada dalam masa keemasannya. Begitulah yang aku rasakan ketika bersama Gray dan 2 temanku yang lain berpetualang di negeri yang masih asing. Menjadi buta aksara karena tidak bisa membaca huruf-huruf yang ada di sekitar kita, kecuali yang berbahasa Inggris. Kursus yang hanya kuikuti selama beberapa minggu di Indonesia tidak dapat memberikan bekas apa pun yang setidaknya bisa sedikit berguna di Taipei ini. Bahasa Mandarin di Taiwan dan Cina daratan memang berbeda. Di Taiwan, hurufnya menggunakan huruf kanji tradisional, sedangkan RRC menggunakan huruf yang telah disederhanakan. Meski berbeda, biasanya orang Taiwan bisa membaca huruf yang telah disederhanakan itu dan demikian juga sebaliknya.

Setelah pengurusan kartu mahasiswa beres, berikutnya adalah melakukan medical check-up. Hasil check-up ini nantinya dipakai untuk membuat ARC dan juga asuransi. Medical check-up dilakukan di rumah sakit milik kampus, NTU Hospital. Namun meski masih satu kampus, letaknya berbeda. Selain sebagai rumah sakit, di sana juga merangkap tempatnya mahasiswa-mahasiswi kedokteran. Jaraknya sejauh 4 stasiun MRT. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan sampel darah, pemeriksaan air seni, dan foto Rontgen di daerah dada. Kami harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan hasil pemeriksaan tersebut. Pun sehabis surat keterangan kesehatan itu kita terima, informasi yang tertulis jadi terasa kurang bermanfaat. Lagi-lagi karena memang isi kertas itu didominasi oleh huruf-huruf kanji.

Berikutnya pembuatan ARC. Inilah kartu sakti yang bisa digunakan untuk bolak-balik Indonesia-Taiwan tanpa visa. Kartu ini adalah kartu identitas kita selama di Taiwan. Untuk masa berlaku 1 tahun atau lebih, yang mana lamanya masa berlaku tergantung kebaikan hati officer yang melayani, kita harus membayar 1,000 NTD. Sampai ARC bisa ke tangan kita, dibutuhkan waktu kurang lebih 10 hari kerja atau 2 minggu. Persyaratan untuk mendapatkan ARC di antaranya, pas foto 4×6 terbaru dengan background putih sebanyak 2 lembar, formulir aplikasi, surat-surat dari kampus, dan paspor.

Terakhir adalah pembuatan rekening tabungan di kantor pos. Rekening ini nantinya digunakan sebagai wadah untuk menerima beasiswa yang diberikan oleh kampus. Dalam pembuatan buku rekening ini, kita harus membuat stempel nama kita dalam bahasa Mandarin. Setiap mahasiswa yang datang ke Taiwan selalu diberikan nama Mandarin. Ada yang diadaptasi dari nama aslinya, ada yang diberikan oleh Laoshi, ada juga yang memang buat sendiri.

Kembali ke RPG tadi. Dalam gama RPG, karakter yang dimainkan memiliki misi untuk diselesaikan. Dari satu misi ke misi yang lain yang membentuk sebuah alur cerita. Tidak mustahil di satu titik, keputusan yang diambil dapat mengubah alur cerita hingga akhir cerita. Salah satu cara untuk bermain RPG adalah dengan menggunakan guide atau walk-through. Di situ lah peran Gray. Sebagai guide untuk menyelesaikan semua misi yang harus aku dan teman-teman lakukan setelah datang ke Taipei.