Archive for December, 2011

3 Hari 3 Kota

Friday, December 16th, 2011

Gunung Sindoro - Sumbing

Pengalaman minggu lalu telah menegaskan pada saya bahwa seringkali gajah di pelupuk mata tak nampak, sedangkan semut di seberang laut terlihat jelas. Indonesia mungkin telah kehabisan sumber daya alamnya yang tak terbarukan, tetapi Indonesia masih punya pemandangan alam yang jauh bukan main eloknya. Sun Moon Lake dan Love River di Taiwan seperti nggak ada apa-apanya dibandingkan pasangan gunung Merapi-Merbabu di Magelang, Jawa Tengah. If you see it with your own naked eyes. Duduk di kursi paling belakang nomor 38 tepat di samping jendela sebelah kiri di pesawat Lion Air, dalam penerbangan yang seharusnya take-off pukul 14.00 WIB yang mundur kira-kira 30 menit, saya cuma bisa berjanji dalam hati ketika pesawat dalam hitungan menit akan mendarat di bandara Adi Sucipto, bahwa suatu hari nanti saya harus kembali lagi dengan pesawat ini dengan equipment yang lebih lengkap disertai sedikit tambahan nyali untuk memotret Gunung Merapi dari atas pesawat. Cuaca saat itu sangat-sangat buagus untuk memotret landscape pemandangan. Sinar matahari tidak terlalu terik, langit biru, dan awan membentuk komposisi acak tak beraturan. Maka selama melewati sore di Jogja, saya merasa berdosa karena tidak bisa mengabadikan anugerah indah itu.

Sekitar UNS

Hari berikutnya di Surakarta. Lebih tepatnya di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Mengitari beberapa ruas jalan di komplek kampus ini sambil sesekali jeprat-jepret. Serasa muda kembali waktu melihat anak-anak mahasiswa mahasiswi itu hilir mudik keluar masuk kampus. Entah hanya perasaan saya saja atau memang anak-anak jaman sekarang lebih peduli penampilan. Dan lagi-lagi saya merasa berdosa ketika tidak mampu menangkap momen-momen dari aktivitas muda-mudi yang melimpah banyaknya itu. Masih belum ada keberanian untuk mengambil gambar dari jarak dekat. Padahal, foto yang bagus adalah foto yang diambil dari dekat.

Masjid Agung Semarang

Lalu di hari ketiga saya jatuh cinta pada kota Semarang. Sayang, kemarin cuacanya tidak mendukung. Langitnya tertutup awan. Saya yang seumur-umur belum merasakan keliling kota Semarang, akhirnya merasakan gimana capeknya hunting foto di Masjid Agung Semarang. Masjid yang katanya kalo di hari Minggu jadi pusat rekreasi sekaligus pasar kaget. Naik ke tower yang bayarnya cuma lima ribu rupiah, bandingkan dengan naik Taipei 101 yang bayarnya kurang lebih seratus dua puluh ribu rupiah. Nyicipin juga gimana panasnya lantai-lantai marmer itu di siang hari bolong dan gak boleh pake alas kaki karena memasuki batas suci. Kota Semarang, konon katanya punya golden moment di malam hari. Saat lampu-lampu menyala dan keindahan kota dapat ditangkap dari sekeliling pinggir kota.