Ngabuburit Sahur

Friday, August 12th 2011

Biasanya istilah ngabuburit dipakai orang-orang sebagai kegiatan menunggu waktu beduk magrib. Untuk kasus saya kali ini berbeda. Saya lagi menunggu waktu sahur yang akan datang sekitar 1,5 jam lagi. Jam 3 pagi saya bersama Bapak akan pergi ke warung gudeg ceker yang ada di kota Surakarta. Maaf, tidak akan ada laporan pandangan mata ataupun pandangan rasa. Soalnya nanti sampeyan ngiler-ngiler waktu baca tulisan ini di saat puasa.

Walaupun bisa berinternetan, tapi sungguh, internet di sini sungguh-sungguh menguji kesabaran. Tapi syukurlah, karena saya lagi sedang ingin mengurangi dosis berinternet. Sekedar pamer, entah berapa belas biji duren bergantian memasuki rongga mulut saya yang menguliti daging buah dari bijinya. Dan saya malah merasa mabuk internet daripada mabuk duren. Untuk beberapa hari ke depan saya nggak tahu masih bisa berinternet lagi atau tidak, karena di rumah Kakek tidak ada koneksinya. Eh, ada sih, telkomnet instan (masih ada nggak ya? Haha). Pilihan lain, kalau mau harus berjalan beberapa tapak keluar rumah dan singgah di warnet.

Susah. Kalau mau hiatus tapi setengah-setengah ya gini jadinya. Saya malah bawa kertas tugas yang rencananya dulu isinya mau saya pindahkan di blog supaya dibaca orang. Tugas dari mata kuliah yang nggak ada ujiannya, cuma ngerjain tugas 4 biji dan voila, 90 di tangan. Pertama untuk sharing, karena saya rasa isinya cukup lumayan menambah wawasan. Kedua, karena agar target setiap-bulan-minimal-4-post terpenuhi.

Akan ada empat tulisan, isinya tentang teknologinya Taiwan. Tentu dalam bahasa Inggris. Tapi tenang, kata-katanya nggak akan susah-susah. Malah cenderung memalukan karena grammar and vocab limitation saya.