Massimiliano Allegri

Sunday, March 13th 2011

Awal kedatangannya ke AC Milan sebagai suksesor Leonardo, saya sangat sangsi kalau dia bisa mengembalikan performa Milan ke level tertinggi. Allegri memang tergolong “cukup” memiliki pengalaman sebagai pelatih, namun minus pengalaman sebagai caretaker tim papan atas. Tim terbaik yang pernah dibesutnya hanya sekelas Cagliari. Jadi keraguan saya sebenarnya cukup beralasan. Namun setelah melihat performa AC Milan di separuh musim ini, saya puas. Allegri memberi warna yang berbeda dengan pelatih-pelatih Milan sebelumnya, Leonardo dan Ancelotti. Yang menyenangkan dari Allegri adalah dia sanggup memberi kepercayaan pada pemain-pemain muda. Karena masalah yang diderita Milan selama beberapa musim ke belakang tidak lepas dari umur pemain-pemain tumpuannya yang bisa dibilang mendekati masa-masa uzur.

Meski memang posisi pemain inti masih dipegang pemain-pemain senior, tapi dia kerap memasukkan beberapa pemain mudanya. Merkel, Emanuelson, dan Strasser adalah nama-nama yang agak asing namun kerap menjadi penyegar di lapangan tengah selain ada juga Boateng dan Flamini yang namanya lebih familiar di telinga. Lapangan tengah tidak melulu menjadi tempat buat Gattuso, Pirlo, Seedorf, Ambrosini, atau pemain jangkar baru berpengalaman, Van Bommel. Lini belakang juga lebih segar dengan masuknya Tiago Silva dan Abate. Walau memang di lini belakang ini pemain uzurnya bisa dibilang paling seabrek termasuk posisi penjaga gawang. Tanpa mengabaikan kondisi lini depan, tentunya semua setuju kalau Milan (hampir) punya segalanya di sana.

Kelebihan Allegri lainnya, ia cukup jeli melakukan rotasi dan juga mengutak-atik taktik. Pakem formasi 4-3-3 yang diterapkan cukup solid untuk menyerang sekaligus bertahan. Formasi ini memang sepertinya menjadi idola di berbagai klub Eropa belakangan ini, menyingkirkan formasi 4-4-2 yang sebelumnya lazim digunakan. Saya cukup kaget dengan starting line-up Milan ketika melawan Tottenham Hotspur di leg kedua Piala Champion kemarin. Mengatasi absennya Van Bommel dan Pirlo sebagai deep-playmaker, Allegri mempercayakan peran itu pada Seedorf. Hasilnya sama sekali not bad, Seedorf mampu dengan baik mengalirkan serangan dari tengah. Memang sudah nasib saja jika akhirnya langkah Milan harus terhenti di babak perdelapan final. Setidaknya Milan masih berpeluang merebut Scudetto dan Coppa Italia di musim ini.

Forza Milan!