After 4 Years…

Tuesday, February 22nd 2011

Nggak ada yang istimewa hari ini. Begitu juga empat tahun yang lalu di tanggal dan bulan yang sama. Saat demam blog lagi unyu2nya. Trend blogging waktu itu masih meningkat, walaupun sebenarnya sudah lama muncul ke permukaan. Seiring dengan membaiknya akses internet di Indonesia, bermunculanlah blog-blog pribadi sebagai ajang eksis (kalau tidak mau dikatakan narsis, tapi memang eksis dan narsis hanya beda tipis) di dunia maya. Social media seperti facebook dan twitter masih belum setenar sekarang. WordPress dan Blogspot menjadi platform yang mainstream untuk nge-blog. Dan setelah ditimbang-timbang dan dicoba-coba dengan segala kelebihan dan kekurangan dari masing-masing platform, akhirnya saya memilih WordPress sebagai CMS blog saya. Sampai saat ini.

Waktu itu saya memang lagi nganggur2nya, kelar Tugas Akhir dan lagi nunggu wisudaan. Jadi lah, blog sebagai sarana pelampiasan. Dengan motto “I share coz I care” alias pamer, saya coba menulis apa-apa yang terjadi di sekitar saya. Apa-apa yang saya pikir, saya lihat, saya dengar, saya makan, dan saya jalani, saya tulis di diary virtual ini. Lucu juga ketika ngeliat ke belakang, tulisan-tulisan tanpa konsistensi. Kadang sok formal, kadang sok gaul. Kadang sok serius, kadang sok main2. Tapi terus terang, sampai saat ini saya masih belum nemuin gaya tulisan saya. Karena kalau mau ditelusuri, sebenarnya saya terlalu mudah terpengaruh orang lain. Misalnya habis baca novel, maka tulisan saya bergaya layaknya novelis. Atau ketika menuntaskan tulisan bergaya opini dengan argumentasi kuat, maka tulisan saya terbawa seperti itu.

Dari segi konten, beberapa tulisan yang menurut saya tidak relevan atau basi, saya hapus. Kategorinya juga saya tambah-kurangi. Mengikuti apa yang saya pikirkan saat itu. Sedangkan dari segi desainnya sendiri, saya juga masih suka ganti2. Pengen bikin minimalis nan manis, tapi skill masih kurang. Jadi biasanya cuma ngutak-atik PHP sama CSS-nya aja. Itu pun cuma pindah2in letak dan minor editing. Tapi hasilnya lumayanlah, saya jadi belajar sedikit2 backend-nya website. Pun sampai sekarang, saya masih kurang sreg dengan tampilan yang ada.

Bagaimana dengan komentar dan popularitas? Dulu, saya pikir kayaknya seru juga kalau punya banyak pengunjung. Saling balas komen, berbalas kunjungan, dan berlanjut ke kopi darat. Saya pun rajin blogwalking dan meninggalkan jejak, berharap blog saya dikunjungi balik. Tak ada yang gratis di dunia, semua ada “take and give”-nya. Tapi ternyata capek juga berlaku seperti itu. Dan akhirnya, saya berhenti melakukan aktivitas yang tak ikhlas seperti itu. Saya hanya meninggalkan jejak, kalau memang benar2 ingin komen dan nggak bisa ditahan. Karena sebenarnya hasrat komen itu selalu ada, cuma sering saya tahan. Pernah juga mengikutkan blog ini untuk lomba. Namun hasilnya, nggak pernah ada yang nyangkut sebagai juara. Bukannya saya menyerah, tapi saya memang tidak bisa menulis dengan niat mencari hadiah.

Dan pada akhirnya, saya tidak ingin mencari apa-apa lagi dari blog ini. Selain sebagai sarana buat saya untuk belajar menulis, ditambah sedikit2 pamer dan ajang narsis.