Berbalik
Tuesday, December 7th 2010Ada yang bilang bahwa “jangan terlalu membenci seseorang/sesuatu, karena mungkin suatu saat perasaan itu bisa berbalik.” Demikian juga sebaliknya. Sampai suatu saat, gue menemukan seorang teman yang menulis entah di mana dengan menggunakan prinsip ini yang kemudian dia buat hipotesa baru yang intinya, “buatlah seseorang jadi setengah mati benci kepadamu supaya dia menyukaimu.” Aneh ya? Tapi gue rasa, nggak ada yang aneh dalam hal perasaan. Nothing is impossible. Dan fenomena inilah yang bikin gue senyam-senyum sendiri waktu nonton film Flipped.
Film ini ceritanya sederhana down to earth, tapi juga cukup lengkap. Ada tentang keluarga, kehidupan bertetangga, childhood, friendship, love, dan yang nggak kalah penting, sarat dengan pesan moral. Runtutan adegannya juga oke banget, saling berganti antara sudut pandangnya Bryce Loski dan Juli Baker. Kita seolah-olah dibawa untuk mengerti gimana sebenarnya perasaan si Bryce ke Juli, dan Juli ke Bryce. Ceritanya sendiri katanya memang diangkat dari novel, tapi walaupun tanpa membaca novelnya, dengan nonton filmnya saja gue rasa cukup bisa mendapatkan keseluruhan isi cerita. Sangat-sangat beda dengan kebanyakan film yang diangkat dari novel yang bikin gue sering bertanya dalam hati, “apa nih maksudnya?”
Ini salah satu film yang membuat gue sangat-sangat terkesan, wow. Seperti waktu nonton Love Actually atau 500 Days of Summer. Memang sangat drama sekali, karena memang kekuatannya ada pada dialog-dialog yang terjadi dan juga monolog-monolog dari Bryce dan Juli. Tapi kok rasanya durasi 1,5 jam terasa sangat cepat, bahkan ketika progress bar di video player mendekati batas akhir, gue berharap film ini masih akan lebih panjang. I just like this movie so much -and I hope it won’t be flipped-.
Salah satu adegan yang gue suka adalah ketika Chet (kakeknya Bryce) menasehati Bryce tentang kejujuran,
Chet : I’d hate to see you swim out so far, you can’t swim back. Bryce : Sir? Chet : It’s about honesty, son.
Sometimes a little discomfort in the beginning…
…can save a whole lot of pain down the road.
Adegan lainnya adalah ketika Juli ngobrol dengan ayahnya (Richard) yang lagi melukis,
Richard : You have to look at the whole landscape. Juli : What does that mean? Richard : A painting is more than the sum of its parts.
A cow by itself is just a cow.
A meadow by itself is just grass, flowers.
And the sun peeking through the trees is just a beam of light.
But you put them all together…
…and it can be magic.
dzaia-bs
oh, adegan basket boys itu ya… i think she tries to be nice to make him (her basket boy) comfort, not in order to make Bryce jealous… masa’ abis dipilih, terus didiemin?
scene favorit gw sih yg terakhir itu, waktu Bryce nanam sycamore tree di halaman rumahnya Juli… love it!
i agree with the learning point that you wrote…
siguweh
I watched it! Yaps… simple ‘n bagus bet. Yg paling ngena ma gw, ttg pikiran seseorang… we never know bout other’s thought and we can not prejudise it (inget pesen si Kakek ke si Bryce).
Adegan yg plg gw suka… pas si Juli tampak begitu ceria dan menikmati makan siang sama si jago debat. But.. Did she?
Pelajaran dr film ini… pemikiran yg berbeda2 itu, butuh jembatan untuk menemukannya, dan untuk membangun jembatan itu butuh aksi nyata dan keberanian untuk mewujudkannya.Mudah di ucapkan tapi tidak segampang itu untuk dilakukan
*btw yg bener prejudice bukan prejudise,, susah ngeditnya