Gadis Penjual Kaos

Friday, December 17th 2010

Trading at somewhere-night-market in Beijing © Hendra Kurniawan

Aku memperhatikan tanganmu yang tertutup sarung tangan wool yang robek. Aku sangsi bahwa itu cukup tebal untuk melindungi kulitmu dari udara dingin yang kala itu mendekati titik beku air. Aku melihatnya dari kulit ari di pangkal jari jemarimu yang banyak terkelupas. Sebagian bekas luka-luka itu ada yang tampak mengapal. Dingin telah membius semua sisi telapak tanganmu hingga mati rasa. Hingga kau tidak sadar bahwa kulit tanganmu sering bergesekan dan mambuatnya luka.¬†Melihat keadaanmu, aku tak tega. Harga yang kami tawar terkadang memang tak masuk akal. Engkau meresponnya dengan wajah memelas. Sampai sekarang, aku masih tak mengerti jalan pikiranmu saat berdagang…

Tags: ,