The Last One
Sunday, August 1st 2010
Mau nggak mau, suka nggak suka, dan setelah dipikir masak-masak, beberapa waktu yang lalu akhirnya gw memutuskan untuk mengakhiri karir di Radio PPI Dunia. Decision has been made, and it’s time for the young ones. It’s time for regeneration. Yes, berakhir sudah kerja sampingan yang menurut gw lebih mirip kerja beneran, cuma beda di pendapatan aja dan beda kepuasan. Dan, ya… saya puas!
Well, I’ve got what I wanted there, I’ve learned more than I expected. I’ve got a new family, I’ve got a lot of experiences, I’ve got a lot of valuable learning. Lumayan buat modal menghadapi masa depan yang tentunya lebih menantang. Yah, mungkin karena ketinggian impian dibanding usaha kali ya?
Siaran terakhir di hari kamis ini, entah kenapa perasaannya seneng banget. Melebihi sebelum-sebelumnya. Walaupun di akhir2 siaran, gw gak sadar mata gw berkaca2 dan hidung rada meler2. Tapi tetep gw bilang sama listener bahwa gw nggak nangis. Boys don’t cry.
Kenapa sih Jay cabut? Pertanyaan yang ditanyakan hampir semua orang yang mengenal saya di radio ini. Klasik sebenernya jawaban dari saya. Studi. Loh, emang kenapa? Selama ini radio menghambat studi kah? For me, yes it is. Tadinya gw berharap dengan bergabung dengan radio, gw bisa belajar memanajemen waktu dengan baik. Bisa mendahulukan yang mana yang prioritas, dan mana yang sampingan. Teorinya, studi adalah prioritas, dan radio adalah secondary. Tapi kenyataannya malah sebaliknya.
Apa2 yg berhubungan dengan radio, langsung gw kerjain. Mulai dari otak-atik website, persiapan tes siaran, persiapan event2 khusus, ngasih tutorial, dan macem2 hal lainnya. Belum lagi waktu kelabakan kalo server radio atau server website mulai rewel atau down. I found what I like in here, and enjoyed what I did. Sedangkan untuk masalah studi, kayanya mulai hilang pegangan.
Kalau hidup itu adalah tentang saya dan aku, mungkin keputusan keluar dari radio ini nggak akan pernah ada sampai saya lulus atau keluar dari universitas. Namun, hidup bukan tentang diri sendiri kan ya? Hidup itu tentang kita dan orang-orang di sekitar kita, keluarga, teman, sahabat, relasi, yang semuanya tidak ingin melihat kita gagal. Karena itu lah, untuk kembali on track terhadap mimpi2 gw dulu dan mewujudkan harapan2 orang2 terdekat, saya memutuskan untuk merelakan kontribusi di radio ini.
Dengan terbentuknya manajemen yang baru di sana, rasanya saat ini memang timing yang tepat untuk melepas radio. Di tangan2 teman2 yg semangatnya masih menggebu2, radio ini berada di tangan orang yg tepat.
I’m gonna miss to say, “Radio PPI Dunia, Suara Anak Bangsa, Satu Cinta, Satu Indonesia…”
Last Show – Part 1 :
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Last Show – Part 2 :
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Last Show – Part 3 :
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
*lanjutan Part 2 tentang Suara Muda Indonesia untuk M-Radio bisa disimak di sini.
raras
This is the best quote I love the most “hidup bukan tentang diri sendiri kan ya? Hidup itu tentang kita ….dan …… orang-orang di sekitar kita” ^_^ raras like this
dzaia-bs
@mbak iin : speechless saking ancurnya ya mbak?
iin
jd inget pertama kali dengerin Jaya di radio Formmit
speechless
Ooks
Yaaaa….tidakk……
…..
tidak ada lagi DJ Jaya
Oooo…..Pas siaran terakhir lagi pilek ya
makanya mata berkaca dan hidung meler
dzaia-bs
@boy : tengkyu bos…
@awdrey : iya mas, pensiun dini…
awdrey
hahaha… pensiun J?
“alaaaah”-nya gak kluar lagi dong :d
boy ganteng
sukses terus brur…
dzaia-bs
@emmi : iya mi, udah pensiun yun yun… mo balik pulang kampung, tapi masih balik ke taiwan lagi
Jelek
angguk2 pala*
Emmi
wah..udh ga siaran lagi jay??…ga bisa denegr suara mendayu2mu lagi dong…
sayangnya aku ga denger langsung siaran terakhirmu..
mo balik jakarta kah??sudah selesai studynya?
dzaia-bs
@inggar : hahaha pantang nangis di depan mic…
@jelek : udah komplit rekamannya sekarang…
@rachma : wah, nggak ada tuh rachma, paling kedengeran dikit waktu meler… hehehe
@bunga : siap Bos!
@stea : masih kurang tuh, dije tampan menawan nan rupawan yang punya banyak kawan dan tidak punya lawan suka makan bakwan dari taiwan…
stea13
hmm hmmm…
sangat disayangkan saya tidak bisa mendengarkan siaran langsungnya,heehe
tapi yasudalah..
good luck buat dijetampanmenawan dari taiwan ini.
ehehhehe *ngetiknya sambil merem
semangaaaaaat 0(^.^0) (0^.^)0
Bunga
….at last.
Dua paragraf terakhir, sangat tepat. Pegang erat2, Jay. Good luck ya…
Rachma
Wah, momen bersejarah ni, ada dokumentasi pas Jayanya lagi nangis gak? Hihihi
Semoga sukses meraih mimpi-mimpinya ya
Jelek
lanjutin part 2 dan 3 om, ditunggu*
yes, Boy don’t cry !!!
inggartorres
g mau ngaku klo ada air yg kluar dari mata.
tp klo air yg kluar dr mata tetep aja namanya air mata alias crying.hhehehhe
klo nangis, g akan merubah jenis kelamin seseorang koq. asal nangisnya jangan lebay aje.hihihi.
piss ah.