Sekilas Yang Terlintas

Friday, August 27th 2010

Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Pernah mendengar pepatah atau kalimat tersebut? Mungkin para perfeksionis sangat mengerti dan memahami kalimat itu. Hingga di setiap tindakannya harus ada rencana. Setiap proyek harus ada blue-print nya. Namun mungkin itu juga yang membuat para perfeksionis selalu mengulur-ulur waktunya sampai rencananya benar2 sempurna, sebelum akhirnya dia mengeksekusi rencana tersebut. Maka jangan heran jika banyak perfeksionis2 di dunia ini yang belum berhasil dalam menjalin hubungan dengan lawan jenisnya. Karena sesungguhnya dia sedang mencari seseorang yang sempurna, menurut pandangan dia sendiri.

Tapi bukan itu masalah yang mau saya bahas sebenarnya. Beberapa hari terakhir ini salat tarawih saya sedang tidak khusyuk2nya. Ide2 liar bermunculan di kepala di tengah2 keasyikan sang imam membacakan ayat2 suci Al-Quran. Ide yang muncul belakangan ini adalah tentang apa yang saya ingin lakukan setelah nanti lulus. Terdengar terlalu optimis, namun ya begitulah. Saya melihat peluang melalui fenomena semakin banyak beredarnya undangan pernikahan dari teman2. Di era internet 2.0 ini, undangan pernikahan yang beredar saat ini bukan hanya undangan berbentuk fisik, namun mulai banyak juga yang berupa data digital. Seperti undangan melalui facebook, email, dan website.

Sayangnya, saya melihat website2 pre-wedding sering kali tidak dibuat dan di-maintain dengan serius. Padahal, banyak yang bisa kita lakukan dengan website. Video testimonial teman2 dan saudara2, foto2 kenangan masa lalu, lagu2 nostalgia, guests book, semua bisa dikumpulkan dalam website dan tentunya merupakan sesuatu hal yang menarik karena pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Sampai sekarang ide ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan sambil mengasah lagi ilmu2 serta mengumpulkan modal2 yang diperlukan.

Ide ini saya bocorkan karena saya juga belum tentu akan merealisasikannya atau tidak. Jadi ya monggo2 saja kalau ada yang mau memulainya. Toh, manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan.