Second Visit at Long-Gang Masjid

Sunday, April 5th 2009

Lagi, sekali lagi dalam 2 minggu terakhir ini, Masjid LongGang membuka pintunya lebar-lebar untuk memuliakan tamunya yang datang berkunjung di hari itu. Seperti dua minggu yang lalu ketika masjid ini menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan tahunan Formmit. Sedangkan kali ini, menurut berita dari Bu Guru yang menelantarkan murid-muridnya yang harus tampil pada acara itu, akan ada perayaan Maulid Nabi di sana. Beberapa tamu undangannya berasal dari Taipei, Taichung, dan Kaohsiung. Dan saya, adalah tamu yang datangnya tak diundang, pulangnya tak diantar.

Gerbang Masjid LongGang

Namun begitu, cukup lah berita makan-makan gratis dan shalawat-an anak-anak Taiwan yang lucu dan menggemaskan, memantapkan langkah untuk meninggalkan hangatnya belaian selimut di peraduan, di hari minggu pagi yang dingin. Beberapa menit menuju pukul 10 pagi, bus 112 mengantarku tepat ke pintu gerbang masjid itu, setelah sebelumnya kereta express atau semi-express membawaku dari Taipei menuju ChungLi selama 40 menit. Capek, hampir setengah perjalanan harus berdiri karena tiket yang kubeli adalah tiket untuk local train.

Sesampainya di sana, persiapan sudah hampir selesai. Meja-meja sudah tertata, bazarnya sudah siap ‘buka warung’, anak-anak kecil bersiap-siap dengan kerudung-kerudungnya dan peci-pecinya, tinggal para ‘ahli dapur’ yang masih terlihat sibuk dengan urusannya. Di dekat pintu masuk, beberapa saudari kita dari Indonesia mempersiapkan barang jualannya berupa pakaian muslim, kerudung, dan peci.

Mbak-mbak dari Indonesia ikut menyemarakkan Bazar

Mbak-mbak dari Indonesia ikut menyemarakkan Bazar

Wajah yang pernah kukenal bersama dua temannya yang berparas timur tengah, datang beberapa menit setelahku. Burhan, yang ternyata orang Turki, meminta tolong kepadaku untuk mengambil foto mereka bertiga di depan background panggung ‘Islamic Unite’. Dan akhirnya kami pun berkenalan. Orang yang pernah kulihat wajahnya itu ternyata juga ingat aku, Faiz namanya, dari Thailand. Kami bertemu di Taipei Grand Masjid ketika Hari Raya Idul Adha yang lalu. Satu lagi adalah Umuz, juga orang Turki. Ketiganya kuliah di Taichung, di Asia University. Tidak lama setelah itu, acara pun di mulai pada pukul 10.30.

Full team

Full team

Variasi ekspresi sebelum mulai

Variasi ekspresi sebelum mulai

Selain bershalawat mereka juga membacakan beberapa surah dari Juz Amma

Selain bershalawat mereka juga membacakan beberapa surah dari Juz Amma

Tetap semangat walau tanpa Bu Guru-nya hilang satu...

Tetap semangat walau Bu Guru-nya hilang satu...

Lagi khusyuk...

Yang depan lagi khusyuk...

Islamic unite, itu lah yang kami inginkan

Islamic unite, that is what we want

Ceramah oleh Imam Masjid LongGang

Ceramah oleh Imam Masjid LongGang

Ceramah oleh Imam Masjid KaohSiung

Ceramah oleh Imam Masjid KaohSiung

Diselingi break salat Dzuhur, tibalah juga pada puncak acara…

Acara utama

Acara utama : ikan, ayam, daging, nyaaam nyaaaaaam...

Faiz diceritakan oleh temannya yang orang lokal kalau di sekitar Masjid ini lah komunitas terbesar umat Islam lokal di Taiwan, dia menceritakannya kembali padaku. Dan sebagai konsekuensi dari besarnya komunitas, maka menurutnya banyak juga gadis-gadis muslimah yang cantik yang bisa ditemui di sana, katanya. Ternyata itu toh sebabnya Ratno betah tiap minggu ke Masjid. Pantesan, pertanyaannya waktu tadi pertama ketemu, ‘Hunting foto apa hunting jodoh, Jay?’

Dua-duanya… :d