Drizzling at Taiwan Lantern Festival

Saturday, February 21st 2009

Seperti yang pernah dosen saya (waktu di ITB) tuliskan di blog Beliau mengenai balanced life, maka sebagai mahasiswa yang baik, tidak ada salahnya mengikuti apa yang Beliau sampaikan. Kita butuh keseimbangan antara pekerjaan dan hiburan. Apa yang disampaikan Pak Armein sangat bertolak belakang dengan pembimbing saya di sini, yang kalau muncul di list Yahoo Messenger, statusnya tidak pernah berubah. Selalu saja statusnya bertuliskan: Work Hard, Exercise Hard.

So, mengakhiri pekan ini, pergilah saya ke suatu tempat nun jauh di sana. Di sebuah kota yang pernah saya kunjungi satu setengah tahun yang lalu bersama teman-teman untuk melihat festival budaya. Dan sekembalinya dari sana, terjadilah sebuah tragedi, sepeda baru yang hilang. Bedanya, kemarin saya ke sana bertemankan kamera dan tripod. Dan yang akan dilihat juga bukanlah festival budaya, melainkan Lantern Festival (lagi). Dan yang tidak kalah pentingnya, sepeda saya tidak hilang.

Yi Lan (宜蘭), di sanalah diselenggarakannya Taiwan Lantern Festival 2009. Lebih tepatnya di Yi Lan Sports Park. Berbeda dengan 2 lantern festival yang pernah saya kunjungi sebelumnya (Kaohsiung dan Pingxi), festival kali ini adalah yang terbesar, dan yang terakhir (menutup serangkaian lantern festival di berbagai kota di Taiwan pada tahun ini). Mengantri bus hampir sejam untuk pergi ke Yi Lan, merelakan 120 元 untuk naik bus, duduk di bus sejam lebih sedikit, dan berjalan kaki 20 menit dari tempat pemberhentian bus sampai ke lokasi, akhirnya terbayar dengan kepuasan. Yeah, I was very excited and satisfied.

What can I say more? Here you go, pictures tell a thousand words…

Event's Title

Lantern Exhibition

Lantern Exhibition. There are so many.

Lantern Heaven

Lantern Heaven

Pegasus & Horses

Pegasus & Horses

The Tortoise & Crane

The Tortoise & Crane

Dragon & Phoenix

Dragon & Phoenix

Dolphins & Fish

Dolphins & Fish

The Main Lantern... An Ox

The Main Lantern... An Ox

The stage at TLF 2009

Panggung TLF 2009

Tak lengkap festival tanpa night market sekaligus food court.

Tak lengkap festival tanpa night market-nya.

Di Pingxi kemarin nemu makanan enak, cumi bakar. So, di night market kali ini misi utamanya adalah mencari cumi bakar, dan akhirnya ketemu. 40 元 hangus, tapi lumayanlah buat ganjel sebelum makan malem. Maju lagi beberapa langkah ternyata menemukan…

Kebaaaaaaab!

Kebaaaaaaab!

Langsung hajaaaaaar!!! Apalagi yang jual pake kopiah dan jenggotan, tambah yakin aja buat beli 2… Dan untuk 2 kebab berisi daging dan isi coklat, 100 元 melayang tapi kenyaaaaang, atau setidaknya cukup untuk menghilangkan rasa lapar.

Sebelum pulang, disambut kembang api perpisahan...

Sebelum pulang, disambut kembang api perpisahan...

Yah, begitulah jalan-jalan menyenangkan yang diiringi gerimis-gerimis romantis kota Yi Lan. Andaikan bisa berbagi dengan seseorang… pasti lebih komplit rasanya. Oke, tetap sehat, tetap semangat, supaya kita bisa jalan-jalan, jajan-jajan dan makan-makan lagi bersama Wijaya Cooliner…

Tags: