Minggu Terakhir Kuliah (Semoga…)

Tuesday, January 6th 2009

Akhirnya… sampailah di penghujung semester ini. Semester yang bisa dibilang cukup berat karena tugas2nya lumayan banyak dibandingkan semester kemarin (jelas aja, kemarin 2 mata kuliah, sekarang 3). Dan semester ini saya rasa cukup berkesan, dari 3 kuliah yang saya ambil, yang seharusnya semuanya berbahasa Inggris, namun tidak begitu adanya.

Satu kuliah malam totally berbahasa Mandarin. Secara sebagai seorang warga negara yang berbeda dari lingkungan sekitar, Profesor di kelas malam ini suka sesekali menyapa atau bertanya kepada saya. Macam2lah pertanyaannya. Dari mulai vocab bahasa Inggris, vocab bahasa Cina, atau materi yang sedang diterangkan. Jawaban saya cuma dua, mengangguk dan bilang “yes”, atau menggeleng dan bilang “no” atau “I don’t know”. Kebanyakan jawaban saya adalah yang kedua. Dan seperti yang saya bilang tadi, karena bahasanya full Chinese (sebenarnya ada sesi Inggrisnya, tapi cuma 15 menitan dan itu tidak menyangkut pelajaran, tapi isu2 seputar teknologi terkini) jadilah di kelas kerjaannya cuma bengong2 sambil mengira-ngira apa yang diomongin Prof. Alternatif lainnya, main sudoku di handphone, atau browsing2 kalo bawa laptop. Yang membuat saya tetap kekeuh mengambil mata kuliah ini adalah adanya soal2 master tahun lalu. Oneday, saya pernah bilang ke teman saya orang India. Dia baru masuk semester ini. Dia nggak mau ngambil kelas berbahasa Mandarin dengan alasan nggak akan dapat ilmunya. Saya bilang, “when you get here, it is no longer about knowledge… it is about how to survive…”

Kelas lainnya, setengah Inggris setengah Chinese. Ini di kelas Prof merangkap advisor saya. Memang begitu cara mengajarnya. Dia akan berbicara bahasa Inggris, lalu diperjelas dengan bahasa Chinese. Ibarat paragraf, dia mengutarakan “main idea”-nya dalam bahasa Inggris, dan “supporting idea”-nya dalam bahasa Chinese. Jadi, saya terkadang nggak nangkep maksudnya. Cara mengajarnya juga beda dengan dosen2 lain, tidak terstruktur. Pernah seharian isinya nurunin satu rumus (seharian itu maksudnya 3 jam kuliah). Mana kalo ujian susahnya minta ampun.

Kelas terakhir adalah kelas yang full berbahasa Inggris. Tapi bukan berarti kelas ini lebih menyenangkan dari 2 kelas sebelumnya. Ini adalah kelas pagi. Which means, masuk kelas masih ngantuk2. Saya pernah ketinggalan 1 sesi kuliah (50 menit) akibat bantal yang nggak mau lepas dari kepala. Ini kuliah lanjutannya Fabrikasi IC nya Pak Irman dulu waktu masih duduk manis di bangku S1. Mungkin dosennya terlalu perfeksionis. Bahannya buanyak buanget. Sepertinya dari 14 chapter yang dia targetkan, nggak akan selesai secara sekarang masih chapter 12-an dan pertemuan tinggal sekali lagi di esok Jumat pagi. Dan karena materi berbanding lurus dengan tugas, jadi lah sekalinya ngasih tugas, lumayan banyak.

Secara ini merupakan minggu terakhir kuliah, maka tidak lain dan tidak bukan, minggu depan adalah minggu UAS. Doa kan saya ya…

Yosh… saatnya Kung Fu Fighting!!!