Visiting NTOU

Thursday, October 23rd 2008

Sekedar membelai blog biar blognya nggak dibilang jablai. Buat yang bertanya-tanya tentang hasil voli kemarin (sebulan yang lalu), hasilnya bisa dilihat di sini. Pathetic, sama Thailand aja kalah… Ngomong2 soal Thailand, minggu lalu baru aja kenalan sama orang Thailand. Pim, namanya. Bukan, bukan singkatan dari Pondok indah mall. Kok bisa kenalan? Yup, beberapa anak foreign student dari NTU diundang untuk menghadiri ulang tahunnya National Taiwan Ocean University di Keelung. Universitasnya tepat berseberangan dengan laut. Bahkan katanya tanah yang kita injak di sana adalah hasil urugan sampah dan puing. Taiwan memperlebar diri, seperti Singapura dengan tanah dari Indonesia.

Lalu apalagi yang spesial? Simulasi kapal. Mereka memamerkan simulator kapal yang mereka miliki. Kami diajak ke ruang simulasi yaitu berupa ruang kemudi kapal. Ada kemudi kecepatan, kompas, stir, pokoke bener2 keren lah. Suasana di dalam seolah-olah bergerak. Padahal diam sama sekali. Saya sampai nggak percaya dengan menoleh keluar ruangan. Dan kemudian ada salah satu mahasiswi NTOU yang memberi tahu, “kapal ini diam, yang bergerak adalah animasinya di layar.” Animasinya nggak main2, arah dan kecepatan angin, ombak, tumbukan, bahkan cahaya juga disimulasikan. Seperti main game, dengan layar raksasa yang mengelilingi. Tapi memang sepertinya lebih asyik buat main game daripada untuk research.  Saya dapat kesempatan buat nyicipi memegang handle, seolah-olah menjadi asisten kapten. “Fast ahead!”, the captain shouted. “Fast ahead, Capt,” I replied.

Acara ulang tahun ini kukira acara formal. Nggak tahunya acara main2. Para mahasiswa internasional dari berbagai universitas undangan dijadikan satu grup. Lawan-lawannya adalah dari masing2 fakultas di NTOU. Ada 3 permainan, big ball, tug and war alias tarik tambang, dan skipping alias lompat tali. Poor us, kalah semua di semua permainan. Acara lainnya, kami diajak juga muter2 kampus mereka. Hingga tibalah kami di fakultas perikanan. Kami dipandu oleh seseorang, yang ternyata adalah anak Indonesia juga. Dia baru menyadari setelah lihat nametag saya yang melintang di leher yang tertulis, Wijayanto Budi Santoso. Dari informasinya, ada 12 orang Indonesian di NTOU. Tidak heran, ada salah satu stand yang menyajikan makanan Indonesia. Apa coba menunya? Sate dan Indo*** seleraku.

Masih di fakultas perikanan, kami diajak melihat-lihat koleksi2 ikan yang mereka gunakan untuk penelitian. Ikan2 itu mereka letakkan di akuarium2 besar. Kesan pertama seolah2 saya akan memasuki miniatur seaworld. Itu baru di lantai satu. Di lantai dua, koleksi ikan hiasnya banyak sekali. Seperti yang dijual-jual di jalan Barito dulu. Tapi lebih terawat dan terpelihara tentunya. Salah satu penelitian mereka yang saya kira cukup awesome adalah memasukkan DNA ikan ubur2, ke dalam tubuh ubur2 ikan. Jadi ikannya seperti diselubungi selaput tipis layaknya ubur2. Cool. Tapi dibanding Indonesia, koleksi ikan2 di Taiwan bukanlah tandingan berarti. Namun sayang, yang sedikit makin disayang, yang melimpah malah diabaikan. Yah, semoga saja anak2 yang belajar di NTOU itu mau kembali dan memajukan perikanan Indonesia.