Archive for June, 2008

随夢而飛

Tuesday, June 24th, 2008

Sui Meng Er Fei (Flying With Dream)
Kelly Chen (Feat. Leon Lai)

I can stand the so-called loneliness
(Lí) wǒ huì rěnshòu suǒwèi gūdān
(黎)我会忍受所谓孤单

But cannot let you suffer from pain
què bùnéng ràng nǐ chéngshòu kǔnàn
却不能让你承受苦难

Hope you can fight against the fate
dànyuàn nǐ néng duì mìngyùn fǎnkàng
但愿你能对命运反抗

Let go of your heavy burden
fàngxia nǐ nà chénzhòng xíngnáng
放下你那沉重行囊

It’s not that I want to carry my wound
(Chén) wǒ hécháng xǐhuan dài zhe shāng
(陈)我何尝喜欢带着伤

To grow up with other’s expectations
chéngzhǎng chéngjiù tārén duì wǒ qīwàng
成长 成就他人对我期望

Who cares about leaving a good fame?
(Lí) shéi zàihu liúfāng
(黎)谁在乎流芳

Who would like to miss the youth age?
(hé) shéi yuànyi cuòguò niánshào qīngkuáng
(合)谁愿意错过年少轻狂

—–@@—–

As soon as we embrace and kiss, it’s the eternity
(Chén) yī yōngbào jiù dì lǎo yī wěn jiù tiān huāng
(陈)一拥抱就地老一吻就天荒

It’s like living in the heaven that deserted the world
(Lí) xiàng huó zài fàngqì rénjiān de tiānshàng
(黎)像活在放弃人间的天上

The heaven on earth
(Chén) rénjiān tiāntáng
(陈)人间天堂

The unlimited rivers and mountains
(Lí) wúqióngwújìn jiāngshān
(黎)无穷无尽江山

Have never been so beautiful
(Chén) cónglái méiyǒu nàme hǎokàn
(陈)从来没有那么好看

What’s left for us to plan for tomorrow?
(hé) míngtiān háiyǒu shénme yào dǎsuan
(合)明天还有什么要打算
————

—–REFF—–

You lead me to fly
(Chén) nǐ dài wǒ fēi wǒ fēi wǒ fēi
(陈)你带我飞 我飞 我飞

Bring me the feeling to be alive
dàigěi wǒ huó zhe de zīwèi
带给我活着的滋味

Forget the sadness and fly with the wind
(Lí) wàngdiào shāngbēi suí fēng ér fēi
(黎)忘掉伤悲随风而飞

Every second is like a life
měi yī miǎo xiàng guò le yī bèi
每一秒像过了一辈

Flying without looking back
(Chén) yī qù bù huí de fēi a fēi
(陈)一去不回的飞啊飞

This is our castle
zhè jiùshì wǒmen de bǎolěi
这就是我们的堡垒

It doesn’t matter
(Lí) shénme yě wúsuǒwèi
(黎)什么也无所谓

It’s rare in a life to break the norms
(hé) rénshēng nándé yīcì yuèguǐ
(合)人生难得一次越轨

It is you that told me who I am
shì nǐ gàosu wǒ shì shéi
是你告诉我是谁
————–

I am not worried or anxious and wouldn’t give up
(Lí) wǒ bùhuāngbùmáng bù tóuxiáng
(黎)我不慌不忙不投降

Me too, I would like to follow you and wander around
(Chén) wǒ yě yīyàng nìngyuàn suí nǐ liúlàng
(陈)我也一样 宁愿随你流浪

No matter how chaotic the world is
(hé) shìjiè rúhé fēnluàn
(合)世界如何纷乱

There wouldn’t be any force to harm our love
yě bù huì yǒu sǔn ài de lìliang
也不会有损爱的力量

Repeat @@
Repeat Reff

Who else would dissent?
(hé) shéi hái huì fǎnduì
(合)谁还会反对

EURO 2008 – Piala Ketiga Van Der Sar?

Thursday, June 19th, 2008

Rasanya kurang afdhol kalo belum ikut-ikutan bahas Euro 2008. Sejak kegagalan Inggris mendapatkan tiket ke putaran final Euro tahun ini, saya mulai menjagokan Belanda. Mungkin karena masih ada bekas-bekas jajahan mereka selama tiga setengah abad itu kali ya? Tapi tenang aja, kalo Indonesia lolos Euro 4 tahun lagi, saya akan tetap bela merah putih!

Setelah berlangsung 12 hari dari tanggal 7 Juni kemarin, akhirnya tersaring 8 negara yang berhak maju ke babak berikutnya. Portugal lawan Jerman, Kroasia versus Turki, Belanda kontra Rusia, dan Spanyol berhadapan dengan Italia. Praktis para juara grup (Portugal, Kroasia, Belanda, dan Spanyol) punya kans lebih besar untuk maju ke babak semifinal karena di laga terakhirnya di putaran kualifikasi grup mereka menyimpan amunisinya dan hanya memainkan “tim cadangan”.

Jerman akan menghadapi Portugal tanpa didampingi pelatihnya (akibat skorsing setelah mendapat kartu merah di laga terakhir) ditambah lagi waktu istirahat yang lebih sedikit daripada yang didapat Portugal adalah faktor mengapa Portugal lebih saya unggulkan. Kroasia lawan Turki, dengan menyandang status sebagai juara grup yang sempurna (3 kali main 3 kali menang) rasanya tidak salah kalau Kroasia akan dapat mengatasi Turki. Di samping Turki yang akan bermain tanpa kiper utamanya akibat skorsing.

Belanda melawan Rusia. Ini yang menarik, di mana profesionalisme dan nasionalisme seorang pelatih dipertaruhkan. Serba susah. Guus Hiddink yang notabene orang Belanda, dibayar Rusia untuk mengalahkan negerinya. Pasti headache seven around lah dia. Kalo Rusia menang, dia bisa jadi “enemy of the State”-nya Belanda. Tapi kalo Rusia kalah, bisa jadi dia dianggap tidak profesional. Melihat penampilan Rusia pagi ini, tampaknya Belanda akan menghadapi hadangan yang cukup berat. Lebih berat daripada menghadapi Perancis ataupun Italia. Bukan meremehkan Perancis, tapi Perancis tanpa Zidane bagaikan ayam jantan yang berubah jadi ayam sayur.

Kalau Italia, saya memang tidak suka semenjak tragedi tandukan Zidane yang membuat Italia jadi juara Piala Dunia kemarin. Licik. Mungkin Italia tahu mereka tidak bisa menang dari Perancis selama masih ada Zidane di sana, jadilah si Materazzi memulai provokasinya dengan mengejek-ejek keluarga Zidane. Wajar Zidane marah. Dan pertandingan saat itu pun berlanjut dengan tidak serunya…

Pertandingan perempatfinal terakhir akan dilakoni Spanyol dan Italia. Bersyukurlah karena Italia akan compang-camping ketika bertemu Spanyol. Tanpa Pirlo dan Gattuso. Semoga Spanyol bisa mencontoh Belanda dengan mempermalukan Italia semalu-malunya.

Namanya juga prediksi, bisa salah bisa benar. The rest are, Portugal bisa melaju ke final, begitu juga dengan Belanda. Dan Van Der Sar pun akan mengenang tahun ini sebagai tahun terindah dalam karirnya…

Aroma liburan sudah merebak… tapi masih ada satu tugas lagi… hmmm… malasnya…