9 May
Kemarin setelah membaca berita di detiknews.com tentang permintaan Pak Menteri Pemuda & Olahraga agar para TKI (Tenaga Kuliah Indonesia) mau kembali ke tanah air untuk membangun bangsa, saya melemparkan topik ini ke dalam 2 milis yang saya ikuti. Yang satu adalah milis mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan, dan yang lainnya adalah milis angkatan waktu kuliah listrik-listrikan di Bandung. Dan dari beberapa balasan yang diterima, dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : kembali ke Indonesia, ragu-ragu, dan tidak kembali. Walaupun, yang memilih tidak kembali hanya sebagian kecil.
Ada 2 alasan secara garis besar. Untuk yang condong kembali ke tanah air, alasannya adalah nasionalisme dan atau keluarga. Sedangkan yang tidak, beralasan di tanah air mereka kurang dihargai, baik dari segi finansial maupun dari segi keilmuan. Saya tidak mempertentangkan keduanya, itu hak mereka buat memilih. Toh, nggak kembali bukan berarti nggak nasionalis.
Seorang teman yang lagi berguru di Negeri Ginseng mereply dengan sepotong lirik dari lagunya Sesame Street yang judulnya I Don’t Want to Live on the Moon.
So if I should visit the moon
Well, I’ll dance on a moonbeam and then
I will make a wish on a star
And I’ll wish I was home once again
Though I’d like to look down at the earth from above
I would miss all the places and people I love
So although I may go I’ll be coming home soon
‘Cause I don’t want to live on the moon
5 Responses for "Do You Want to Live on the Moon?"
Segimana pun nyamannya di negeri orang, tetep aja lebih nyaman di negeri sendiri
.
*
Udah disubsidi negara dari sd ampe kuliah, masa gak berbakti sih… hehehe
*gak berlaku kalo yang skul di swasta kali yak
Lebih afdol ngamalin ilmu di tanar air pokoknyah. Tapi mesti real juga, jangan cuman semangat aja tapi gak ada planning jelas terencana
comments usingwah klo aq seh ndak masala hidup dimana aj…..
asalakan bersama……
dolamemon dan kantong ajaib…..

comments usinghehehe,,,,,,,
hoho.. emang betul untuk bidang keilmuan tertentu mungkin gak akan kepake di indo knapa? mungkin karna tabiat yg rada aneh dari orang2 indo jg, ini crita dr temen sipil yg ambil spesialis transport di sini, dan belio skrg pilih kerja disini (dan udah kerja) karna di indo ilmunya gak bakal kepake, knapa? karna katanya dulu waktu kerja di indo belio di suruh buat analisis transport setelah proyek pembangunannya udah jadi, padahal harusnya tuh analisis dibuat sebelum tuh bangunan jadi… aneh kan?
comments usingtapi ide-nya pak mentri tentang database dan jaringan itu memang menarik, keduanya perlu supaya jaringan informasi (terutama yang berhubungan dengan kebutuhan pekerja untuk pembangunan indo) antara yang di luar dan di indo bisa tersalurkan. tapi memang perlu ada sebagian orang jg yg tinggal di luar supaya bisa ngasih tau info2 terkini dari sana dan jg bisa ngasih tau info2 yg diperlukan buat pelajar2 baru dan bisa membimbing mereka jg.
klo aq mah pesti pulang, tp setelah mengecap pengalaman kerja di sini pengennya
kalo gua sih, selama badan masih bisa dipake cari uang, cari uang aja di negeri orang…
kalo udah kaya, baru balik ke Indonesia buat ngabisin duit, hahaha…
comments usingCocok dibalas dengan ini Jay:
http://www.youtube.com/watch?v=qbiIZ3xRuks
Indonesia tetap the best lah!
comments usingLeave a reply