Archive for May, 2008

Haji di Taiwan

Saturday, May 24th, 2008

Selepas salat Jumat, seperti biasa orang-orang berkerumun menyerbu salah satu ruangan di Masjid Grand Taipei yang digunakan sebagai “Pasar Halal”. Ya, saya menyebutnya begitu karena di sana dijual berbagai macam makanan dan juga daging-daging halal. Menunya kurang variatif memang, setiap minggu hanya itu-itu saja. Nasi plus sayur dengan kari, ada ayam, ada juga daging sapi. Menu lain juga ada, seperti nasi goreng, ayam goreng tepung, mie, dll. Jenis dagingnya ada ayam, sapi, hingga kambing.

Siang kemarin sembari menunggu redanya hujan yang mengguyur Taipei siang itu, seperti biasa pula saya menyantap makan siang di sana. Makan nasi dengan daging dan sayur, 70 NT. Selesai bersantap, hujan masih belum reda. Terlibatlah saya beserta 2 orang teman dan seorang temannya teman dalam sebuah diskusi. Bukan diskusi serius, melainkan obrolan santai sambil menunggu hujan reda.

Topik pembicaraan dimulai dari kapan teman saya akan mengakhiri masa tinggalnya di Taiwan hingga kemudian meruntut pada masalah Haji di Taiwan. Temannya teman saya ini merencanakan untuk menunda kepulangannya ke Indonesia karena akan menunaikan rukun Islam kelima itu tahun depan. Banyak keunikan tentang Haji di Taiwan ini menurut informasi darinya. Pertama adalah biaya Haji yang murah. Sekitar 50.000 NT, atau sekitar 15 juta Rupiah (1 NT = Rp 300). Coba bandingkan dengan BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) di Indonesia tahun ini yang nilainya sekitar 3.000-3.500 USD. Itu saja masih yang reguler, bagaimana yang plus? Belum lagi akibat BBM yang naik mulai hari ini, bukan tidak mungkin BPIH tahun depan akan semakin membengkak.

Bukan itu saja keunikannya, selain lebih murah, kalau mau para jamaah juga akan diberikan 100.000 NT secara cuma-cuma oleh pemerintah. Namun tawaran ini banyak yang menolak, karena dengan uang sendiri akan lebih terasa keafdholan dalam beribadah. Dengan jumlah jamaah sekitar 50 orang per tahun, wajar saja jika Taiwan berani membiayai mereka. Dan keunikan yang ketiga adalah, mereka akan diberangkatkan oleh orang nomor satu di negara kecil ini, yaitu Presiden. Mereka akan bersalaman dengan Presiden sebelum berangkat ke tanah suci ibarat duta bangsa yang dikirim untuk menunaikan tugasnya.

Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk menunaikan Haji sebelum kembali ke Indonesia. Tapi ternyata tidak semudah itu. Kita harus mendapatkan KTP dan paspor Taiwan dulu untuk bisa mengajukan permintaan Haji. Teman saya mendapatkan KTP tersebut dari hubungan dengan orangtua nya yang adalah keturunan Taiwan. Dan menurutnya sekarang ini untuk mendapatkan KTP Taiwan sudah tidak semudah dulu. Satu-satunya cara adalah menikahi penduduk Taiwan. Pilihan yang sulit memang, meskipun tidak semudah memilih gadis Taiwan nan menawan.

Yang jelas sudah ada niatan dalam hati untuk menunaikan ibadah ini sebelum BPIH tambah mahal, sebelum anak-anak bertambah banyak, semasih raga sehat dan kuat. Tapi, mengenai bagaimana caranya, biarlah waktu yang menjawab.

Do You Want to Live on the Moon?

Friday, May 9th, 2008

Kemarin setelah membaca berita di detiknews.com tentang permintaan Pak Menteri Pemuda & Olahraga agar para TKI (Tenaga Kuliah Indonesia) mau kembali ke tanah air untuk membangun bangsa, saya melemparkan topik ini ke dalam 2 milis yang saya ikuti. Yang satu adalah milis mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan, dan yang lainnya adalah milis angkatan waktu kuliah listrik-listrikan di Bandung. Dan dari beberapa balasan yang diterima, dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : kembali ke Indonesia, ragu-ragu, dan tidak kembali. Walaupun, yang memilih tidak kembali hanya sebagian kecil.

Ada 2 alasan secara garis besar. Untuk yang condong kembali ke tanah air, alasannya adalah nasionalisme dan atau keluarga. Sedangkan yang tidak, beralasan di tanah air mereka kurang dihargai, baik dari segi finansial maupun dari segi keilmuan. Saya tidak mempertentangkan keduanya, itu hak mereka buat memilih. Toh, nggak kembali bukan berarti nggak nasionalis.

Seorang teman yang lagi berguru di Negeri Ginseng mereply dengan sepotong lirik dari lagunya Sesame Street yang judulnya I Don’t Want to Live on the Moon.

So if I should visit the moon
Well, I’ll dance on a moonbeam and then
I will make a wish on a star
And I’ll wish I was home once again

Though I’d like to look down at the earth from above
I would miss all the places and people I love
So although I may go I’ll be coming home soon
‘Cause I don’t want to live on the moon