Hape-nya Satu Kartu SIM-nya Banyak

Sunday, April 20th 2008

Bukan, bukan Surat Izin Mengemudi. Kalau SIM itu sih punya 2 juga cukup. Dan untuk sementara ini fungsi SIM tersebut cuma menuh-menuhin dompet di saku celana. Saya sekarang punya 5 SIM card seluler. 4 di antaranya GSM, dan satu lainnya CDMA. Yang 2 beli, yang 3 gretongan. Dan cuma satu yang nomor Indo sat nesia, 4 yang lainnya nomor Taiwan dari 3 operator berbeda.

Yang membedakan antara kepemilikan kartu SIM seluler Taiwan dan Indonesia adalah registrasinya. Kita hanya bisa memiliki satu produk atas nama pribadi. Persyaratannya adalah menyerahkan fotokopi ARC (Alien Resident Card) dan NHI (National Health Insurance). Jadi walaupun jenisnya pre-paid, tetap harus registrasi.

Dari kelima SIM tersebut, masing2 memiliki ‘nilai’ yang berbeda buat saya. Matrix adalah nomor utama di Indonesia. Taiwan Mobile adalah nomor pertama saya di Taiwan. Sudah saya gunakan untuk mengisi berbagai keperluan sebagai nomor kontak saya di Taiwan. Nomornya menurut saya cukup bagus dan bisa 3G, jadi sayang kalau di-non-aktifkan. IF yang warna oranye adalah yang paling murah di antara GSM yang lain, dapat gratisan. Easy Talk yang biru, bonus pulsanya lumayan, juga dapat gratisan. Dan yang lebih bikin gerrr lagi adalah kartu SIM yang baru dapat (gratisan lagi) Jumat kemarin, A+, isi perdananya paling besar, yaitu 600 NTD atau sekitar Rp 180 ribu. Tapi sayangnya CDMA, jadi belum bisa dipakai…

So, apa harus beli hape lagi?