Archive for April, 2008

Arti Mimpi

Saturday, April 26th, 2008

…Mimpi ada kalanya bukan sekadar bunga tidur.

Jarot masih ingat saat Wak Tomo mewejangnya suatu hari. Wejangan itu begitu ia ingat. Mimpi dibedakan dalam beberapa hal, kata Wak Tomo. Misalnya mimpi berdasarkan bentuk, yang dibagi menjadi empat. Pertama, mimpi pepiridan. Apa yang dilihat dalam mimpi, mirip dengan kehidupan di alam nyata. Kedua, mimpi teturutan, mimpi ini memiliki hubungan dengan kenyataan. Misalnya orang mimpi buang hajat, ternyata kehilangan sesuatu. Ketiga, mimpi wolak-walikan. Antara mimpi dan kenyataan berkebalikan. Misalnya bermimpi sedang digigit ular, eh ternyata dapat jodoh. Atau mimpi menemukan uang, ternyata malah kesusahan. Keempat mimpi sesemonan. Mimipi yang merupakan isyarat tertentu. Misalnya mimpi rumahnya roboh, ternyata keluarganya berantakan. Mimipi ini penuh sasmita, mimpi yang perlu ditafsirkan dengan bahasa batin.

Selain itu mimpi juga bisa dilihat macamnya dari makna tersembunyinya. Mimpi jenis ini, juga dibagi jadi empat. Pertama, mimpi waskita yang memuat wangsit atau petunjuk. Misalnya ada orang sakit, lalu keluarganya ada yang bermimpi diminta menyediakan kain putih. Itu pertanda, ajalnya sudah dekat. Kedua, mimpi cakrabawa yang dipengaruhi oleh suasana karena membicarakan sesuatu. Misalnya ada orang bermimpi bertemu gadis pujaan, karena sebelumnya membicarakannya terus menerus. Ketiga, mimpi daradasih. Mimpi yang sering menjadi kenyataan atau kenyataan yang mirip dengan mimpi. Misalnya ada orang bermimpi mendapatkan pusaka, ternyata paginya mendapatkannya. Keempat, mimpi darsana, mimpi sebagai pantulan nyata dari yang dilihat sebelum tidur. Misalnya sebelum tidur, ia melihat binatang menjijikkan, pada saat tidur, binatang itu terbawa ke alam mimpi.

Dari segi waktu, mimpi juga memiliki namanya sendiri-sendiri. Dalam tradisi Jawa, hal ini terbagi tiga. Pertama, titiyoni, mimpi antara jam 20.00-22.00. Mimpi ini tergolong ringan dan belum banyak makna yang tersembunyi. Kedua, gandayoni, mimpi antara jam 22.00-24.00, mimpi pada waktu ini telah mendekati kenyataan. Mimipi pada saat ini telah menyimpan hal-hal gaib yang perlu ditafsirkan. Bisa jadi, bila tafsiran atau memaknainya tepat, akan berimbas pada kenyataan. Ketiga, puspatajem, artinya mimpi antara jam 24.00-03.00. Yakni, mimpi yang memiliki ketajaman bau bunga, alias mimpi yang lebih mendekati makna. Selain itu, tafsir tentang benda atau keadaan yang ditemui pun memerlukan kepekaan tersendiri, karena mimpi seseorang bisa bermacam-macam, dengan gambaran seluruh benda-benda di dunia dan angan-angan.

“Mimpi tentang ular sendiri itu bisa ditafsir bermacam-macam. Antara melihat, disembur bisa dan digigit, itu berbeda,” jelas Wak Tomo, kala itu. “Tetapi semuanya itu kembali ke sini,” terangnya, sambil tangannya menunjuk ke dada.

Dikutip dari novel hubbu karangan Mashuri (halaman: 99-100). Menarik membahas tentang mimpi, karena hampir setiap kali kita tidur kita bermimpi. Secara pribadi saya nggak sepenuhnya percaya jika mimpi membawa pesan tersembunyi. Pesan saya, berdoalah sebelum tidur dan setelah bangun tidur.

Selamat malam dan semoga mimpi indah. |-)

Hape-nya Satu Kartu SIM-nya Banyak

Sunday, April 20th, 2008

Bukan, bukan Surat Izin Mengemudi. Kalau SIM itu sih punya 2 juga cukup. Dan untuk sementara ini fungsi SIM tersebut cuma menuh-menuhin dompet di saku celana. Saya sekarang punya 5 SIM card seluler. 4 di antaranya GSM, dan satu lainnya CDMA. Yang 2 beli, yang 3 gretongan. Dan cuma satu yang nomor Indo sat nesia, 4 yang lainnya nomor Taiwan dari 3 operator berbeda.

Yang membedakan antara kepemilikan kartu SIM seluler Taiwan dan Indonesia adalah registrasinya. Kita hanya bisa memiliki satu produk atas nama pribadi. Persyaratannya adalah menyerahkan fotokopi ARC (Alien Resident Card) dan NHI (National Health Insurance). Jadi walaupun jenisnya pre-paid, tetap harus registrasi.

Dari kelima SIM tersebut, masing2 memiliki ‘nilai’ yang berbeda buat saya. Matrix adalah nomor utama di Indonesia. Taiwan Mobile adalah nomor pertama saya di Taiwan. Sudah saya gunakan untuk mengisi berbagai keperluan sebagai nomor kontak saya di Taiwan. Nomornya menurut saya cukup bagus dan bisa 3G, jadi sayang kalau di-non-aktifkan. IF yang warna oranye adalah yang paling murah di antara GSM yang lain, dapat gratisan. Easy Talk yang biru, bonus pulsanya lumayan, juga dapat gratisan. Dan yang lebih bikin gerrr lagi adalah kartu SIM yang baru dapat (gratisan lagi) Jumat kemarin, A+, isi perdananya paling besar, yaitu 600 NTD atau sekitar Rp 180 ribu. Tapi sayangnya CDMA, jadi belum bisa dipakai…

So, apa harus beli hape lagi?

Just Wanna Share

Saturday, April 12th, 2008

Mbak Iin ever wrote a quote in her YM status which says : cooking is better than coding, I agree 100%. That’s why I would like to share what I have done in a few minutes ago. This delicious food is called semur daging. I mixed it with chilies and bombay onion. Thanks to Mbak Ratna for the ingredients recipe. Looking forward for the next package.

Antara Bandung-Taipei

Friday, April 4th, 2008

Percaya kah kalo dari Bandung ke Taipei cuma butuh 8 jam? Rinciannya begini: Bandung-Cengkareng (2 jam) + Cengkareng-Taoyuan (5 jam) + Taoyuan-Taipei (1 jam). Deket kan? Cuma 8 jam. Sama seperti Bandung-Boyolali, cuma beda di ongkos. Karena kedekatannya itu aura belajar sewaktu di Bandung masih nempel sampai sekarang. Aura ini bisa dibilang sebagai pembawa energi negatif, yang mana energi ini menyebabkan: (1) mengerjakan tugas mepet2 deadline, (2) kebanyakan bobo’, dan (3) kebanyakan mengerjakan yang seharusnya dikurangi untuk dikerjakan.

Saya punya alibi untuk kasus yang pertama. Ditemukan sebuah rumus tentang kreatifitas yang berkaitan dengan waktu sekarang dan tenggat waktu yang dimiliki. Rumusnya saya ambil dari salah seorang alumni 2 tingkat di atas saya. Itu lah mengapa biarpun deadliner, tugas selalu bisa dikumpulkan “tepat waktu”. Sisi positif lain deadliner dari sisi kesehatan yaitu, kita nggak perlu lari2 atau exercise lainnya untuk melatih jantung kita karena secara otomatis degupnya akan semakin meningkat seiring menipisnya waktu. Aliran darah ke otak juga semakin lancar, bahkan tekanannya meningkat. Tapi hati2, jangan sampe stres. Remember, practice makes perfect.

Walaupun termasuk orang yang sudah sangat terlatih dalam hal seperti itu, saya tetap menyarankan kepada Anda2 sekalian untuk tidak melakukannya. Waspadalah terhadap faktor X. Sebab kalau faktor X ini muncul, bisa2 mission Anda akan failed. Minggu kemarin saya hampir mengalaminya. Untungnya x kecil, bukan X besar. Seperti biasa, setiap hari kamis ada tugas yang harus dikumpulkan sebelum jam 11.59 pm. Biasanya saya baru mulai mengerjakan semalam sebelumnya atau pagi2nya. Kadang2 PR-nya saya bawa ke kuliah (kelas sore) karena belum selesai dan memang hari Kamis adalah harsh day buat saya.


Ngerjain PR di kelas. Maaf Prof…

Malam2 setelah les Mandarin saya langsung ngambil sepeda di parkiran dorm terus ke Computer Center buat ngeprint. Well, sampai di CC ternyata saya merasa ketinggalan KTM, karena setelah periksa semua kantong baik celana maupun jaket hasilnya nihil. Karena tanpa KTM kita nggak bisa akses kompie, sehingga tanpa pikir panjang saya balik ke dorm. Sampai di dorm, periksa meja beserta laci-lacinya, hasilnya juga nihil. Tiba2 secercah ingatan tiba2 muncul, KTM itu ada di tas yang kubawa2 dari tadi ke sana kemari…

Termasuk malam kemarin, aku sengaja ninggalin sepedaku di parkiran dorm dalam keadaan nggak terkunci dengan maksud supaya bisa langsung ngacir ke gedung EE 2 buat ngumpulin tugas setelah ngambil steples di kamar. Pantesan pas mau ke CC perasaan ada yang lupa dibawa, baru sadar ketika habis ngeprint kalau steplesnya ketinggalan, makanya balik lagi ke dorm. Padahal dari CC ke EE 2 tinggal ngesot dikit, sedangkan dari CC ke dorm harus ngesot banyak. Dan begitu mau berangkat ke EE 2 dari dorm, secara refleks malah kugembok tuh sepeda… baru nyadar pas sepedanya mau dinaikin…

Untuk masalah berikutnya saya ingin mengulik-ngulik sedikit tentang fisika (lagi). Kalo pernah mengalami jaman SMA dan masuk kelas IPA, atau kuliah di kampus di sebelah kebun binatang Bandung, mungkin pernah denger yang namanya hukum gravitasi. Menurut hukum gravitasi, 2 buah benda yang mempunyai massa memiliki gaya tarik menarik yang besarnya sebanding dengan massa yang dimiliki. Anehnya, nggak di Bandung nggak di Taipei, hukum gravitasi itu nggak berlaku di kamarku. Karena gaya tarik terbesar teteup dimiliki oleh tempat tidur, kasur beserta perangkat alat tidur lainnya.

Salah seorang dosen di Inggris pernah menyatakan bahwa internet berpengaruh buruk terhadap generasi muda. Menurutnya, para mahasiswa jadi lebih banyak mengandalkan komputer beserta internetnya dibanding melakukan penelitian dengan membaca buku2 perpustakaan. Setuju. Internet memang banyak efek negatifnya. Salah satunya membuat kita jadi tidak konsen dengan apa yang seharusnya kita kerjakan dengan komputer ini. Terbukti kan sekarang? Harusnya saya lagi ngerjain tugas bikin program untuk minggu depan, lah ini… malah nulis blog lagi…