Belajar Sabar dengan Memasak
Mungkin salah satu sebab mengapa Yang Maha Kuasa menakdirkan laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam sebuah rumah tangga adalah karena si perempuan diyakini lebih sabar dari si laki-laki. Seperti api dan air, yang satu membara, yang lainnya menyejukkan. Dan mungkin, salah satu resep mengapa si perempuan lebih sabar adalah karena mereka, pada umumnya, telah ditraining dalam suatu ruangan bernama dapur. Pengalaman saya beberapa bulan ini membuahkan pemikiran demikian.
Mulai bosan dengan makanan-makanan yang ada di sekitar dorm dan rindu akan cita rasa nusantara memaksa saya untuk memasak sendiri meskipun minim jam terbang. Dengan adanya bumbu-bumbu instant, memasak memang menjadi lebih mudah. Sudah beberapa kali saya bereksperimen membuat nasi goreng, nasi kuning, kari dan gulai, semuanya berhasil dengan sukses. Sangat mudah, tinggal ikuti prosedur yang ada di kemasan tersebut dan dalam hitungan menit maka gambar pada kemasan bumbu tersebut akan terealisasi.
Kira-kira seminggu yang lalu saya kedatangan paket. Isinya adalah bumbu semur dan bumbu rendang. Sepertinya teman saya ini kasihan terhadap nasib yang menimpa saya waktu kembali ke Taiwan, makanya dia kirim bumbu rendang. Sebelum membuat masakan dengan bumbu-bumbu itu, si empunya resep saya telpon dulu untuk menanyakan how to-nya. Yang saya masak pertama adalah semur, dengan bahan ayam sebagai pelengkapnya. Kecil…, tinggal ngikuti seperti apa yang diinstruksikan. Nggak perlu ngulek-ngulek, ngiris-ngiris, tinggal cemplang-cemplung, aduk-aduk, tunggu hingga matang, dan siap dinikmati. Sampai di sini tingkat kesabaran dalam memasak memang belum akan teruji, sebab perbedaan waktu yang dihabiskan untuk memasak tidak terlalu signifikan dengan waktu yang digunakan untuk menghabiskan masakan.
Hingga akhirnya saya coba untuk memasak bumbu yang kedua, yaitu bumbu rendang, baru lah saya tahu kalau memasak itu butuh kesabaran yang luar biasa. Pada percobaan pertama masak rendang, hasilnya Gatotkaca makan bubur, gagal total kacau balau hancur lebur. Saya bukan orang yang terlalu suka eksperimen kalau belum pernah berhasil dalam membuat sesuatu. And saya nggak neko-neko waktu masak rendang itu pertama kali. Semua sesuai dengan petunjuk si mbak yang jagoan aikido itu. Sebagai juru masak amatir, walaupun nilai tataboga waktu SMP paling kecil 8, saya pakai cara yang sama dengan cara membuat semur.
Karena ini pengalaman pertama, awalnya saya heran, karena setelah mengikuti petunjuk, kok santannya banyak banget? Dan seingat saya yang namanya rendang itu tidak berkuah. Pikir saya, ini beneran bumbu rendang atau bumbu opor? Saya aduk-aduk terus, tapi kok santannya nggak asat asat… Setelah habis kesabaran, saya tinggal masakan itu beserta rice cooker yang masih dalam keadaan cooking. Bau-bau tidak sedap muncul beberapa menit kemudian, ya… bau hangus. Begitu saya buka tutup rice cooker, sepertinya no problemo. Tapi begitu lihat bagian bawahnya, harapan makan rendang pun sirna. Untung ayamnya masih bisa diselamatkan. Jadinya bukan makan rendang ayam, tapi opor ayam rasa rendang.
Cek n ricek, ternyata benar, ada yang salah di prosedur masaknya. Seharusnya diaduk-aduk terus supaya ampas santannya tidak gosong. But I still had second chance because of the bumbu is for 2 times cooking. Today, I tried once more. I used beef that I bought at masjid yesterday. I spent more than one hour to cook it. Aduk-aduk masakan selama lebih dari satu jam. Tangan kanan ngaduk-ngaduk, sedangkan tangan kiri chatting atau browsing. Walaupun kurang begitu sempurna karena dagingnya keburu hancur jadi daging cincang, tapi secara rasa sudah sangat enak. Entah yang bikin enak karena bumbunya memang sudah enak atau memang karena bikinan sendiri (selain bumbunya lho ya). Hmmm… mungkin dua-duanya…


Number of comments : 28
Date & Time : 29 March 2008 at 6:22 pm
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
bumbu instan klo bumbunya enak jadinya ya enak… tapi klo bumbunya gak cocok ama selera ya… gitu deh…
klo aku sekarang, bumbu cuma dari bawang merah & putih, semua udah diancurin masukin ke toples, jadi klo masak2 tinggal pake itu aja bumbunya ama garam & gula, trus klo mo pedes tambah cabe ato merica bubuk…
hehe… bener dah, masak emang harus sabar kadang cuma buat prosesnya aja bisa makan 1 jam-an blom lagi ntar nyucinya klo pake alat2nya banyak, cape deh
tapi klo berhasil itu tingkat kepuasannya tinggi
Hehe, selamat memasuki dunia memasak deh…
[Reply]
Number of comments : 19
Date & Time : 29 March 2008 at 6:29 pm
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Adeuh, belajar masak yeuh….
kok gak ada sample yang nyampe ke sini ya
[Reply]
Number of comments : 8
Date & Time : 29 March 2008 at 7:28 pm
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
mas, blajar masak?

tumben banget
tapi semurnya enak ga?
rendang yg dibuat pertama kali rasanya gmn sih?
nanti kalo udah bisa masak rendang yg enak buatin ya……
[Reply]
Number of comments : 11
Date & Time : 29 March 2008 at 8:17 pm
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
woiii…

undang2 kita donk klo lagi masak2
ntar gua bantuin deh… bantu ngabisin maksudnya
[Reply]
Number of comments : 33
Date & Time : 30 March 2008 at 4:43 pm
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ha ha ha
masak sih emang gampang, buat jadi enak itu yang susah
bumbu sama beda tangan hasilnya akan beda.
Yah, make bumbunya instan, bikin diri dong
kayak aku dulu dong, sama mas Adri tuh.
Gimana?Sekarang merasa malu gak

udah menghina-hina hasil kreasiku dulu???
[Reply]
Number of comments : 50
Date & Time : 31 March 2008 at 8:13 am
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
brazil?…weee he he…hebraaatz !!…
[Reply]
Number of comments : 11
Date & Time : 31 March 2008 at 9:36 pm
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jay, itu perbandingan nasi sama rendangnya hampir 1:1.
Rendangnya habis sekali makan?
[Reply]
Number of comments : 2
Date & Time : 2 April 2008 at 9:39 am
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selamat ya Jay, he he he akhirnya berhasil juga meracuni pikiran satu orang

just kidding
[Reply]
Number of comments : 29
Date & Time : 3 April 2008 at 12:34 pm
Browser :
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
masak rendangnya kok pake rice cooker sih? dasar anak kos..
btw, masak rendang emang butuh waktu lama, kalo mau yang bener2 enak, masaknya sampe semaleman loh (gua pengalaman soalnya)..
jadi besok mau masak apa nih?~o)
[Reply]