Ultimate Thursday

Thursday, March 13th 2008

Dalam sepakbola liga Inggris dikenal adanya istilah Super Sunday yang menandakan bahwa pada hari itu (Minggu) digelar pertandingan yang dianggap “seru”. Biasanya mempertemukan klub-klub papan atas atau juga pertandingan antar klub sekota alias derby. Di Amerika, istilah Super Tuesday digunakan dalam rangka kampanye bagi para calon Presiden untuk menarik massa sebanyak-banyaknya. Sedangkan Ultimate Thursday adalah istilah yang saya gunakan untuk hari Kamis saya selama satu semester ini.

Semester kemarin semua kuliah yang saya ambil kebetulan semuanya adalah kuliah siang. Baru pukul 1.20 pm atau 2.20 pm kelas dimulai. Tentunya jadwal ini sangatlah menunjang kestabilan aktivitas mahasiswa dengan jam “aktif” di malam hari dan jam tidur menjelang pagi. Tidak seperti dulu ketika masih mengenakan seragam putih-merah, putih-biru, dan putih-abu-abu. Semuanya serba teratur. Bangun subuh, mandi pagi, sarapan, terus berangkat sekolah. Dalam perjalanan, melanjutkan tidur. Dalam kelas, ketika guru menjelaskan, tidur lagi. Malam hari pun tidurnya juga tidak terlalu larut. Pelajaran moral : pakai seragam sekolah ketika kuliah memungkinkan bisa membuat hidup mahasiswa jadi lebih teratur.

Amat disayangkan, pada semester ini 2 dari 3 kuliah yang saya pilih adalah kuliah pagi. Masuk pukul 9.10 am. Dan jam 9 pagi di Taiwan, suasananya seperti jam 7 di Indonesia. Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, saya bakal kewalahan mengatur jam aktif dan jam tidur karena tidak teratur. Dan Rabu minggu kemarin, perkiraan itu memenuhi fungsi Boolean : TRUE. Which means, I didn’t attend the class because of overslept! Kalau dihitung untung ruginya, jelas saya tidak rugi karena saya tidak bayar kuliah. Tapi, saya juga tidak untung karena tidak bisa mengambil manfaat dari kesempatan ini.

Hari Kamis di Arab mungkin seperti hari Sabtu karena hari Jumatnya libur. Karena Jumat libur, maka Kamis di Arab bisa dikatakan sebagai akhir pekan alias weekend. Buat saya hari Kamis juga bisa dikatakan sebagai akhir pekan, dengan catatan setelah jam 9 malam. Hari Kamis adalah hari super sibuk dan super produktif dalam semester ini. Ada 3 kelas yang harus saya ikuti, masing-masing 2,5 sampai 3 jam, tergantung mood dosen. Jam 9.10 pagi ada kuliah sampai 12.10. Dilanjutkan pukul 2.20-5.20 pm. Ditambah lagi kelas bahasa Mandarin (di luar SKS), jam 6.30-9.00 pm. Waktu netto berjumlah kurang lebih 8 jam. Selama itulah otak ini diperas buat mikir, dicekoki ilmu-ilmu.

Kalau di Indonesia sepertinya ilmu lebih mudah masuk karena tidak perlu lagi membuka dictionary yang tersimpan pada memory di kepala. Di negara orang yang mother tongue-nya sama-sama bukan bahasa Inggris, untuk mengerti bahasa Inggris yang disampaikan dosen juga perlu effort yang lebih. Otak ini serasa dipaksa bekerja lebih dari 2 kali. Pertama, si otak bekerja menerjemahkan bahasa. Kedua, mencerna untuk dimengerti. Ketiga, ia bekerja ketika vocabularies yang terdengar tidak ada dalam daftar library di memory kepala. Kalau ada yang jual spare-part memory, boleh lah saya beli. Tambah 2 giga sekalian biar mikirnya lebih cepat. Kalau perlu pakai DDR3.

Itulah mengapa saya katakan hari Kamis adalah hari yang ultimate. Saya ulangi, karena hari Kamis adalah hari yang sangat menguras tenaga, hati, dan pikiran.