Facebooking

Sunday, November 18th 2007

Apakah kamu pernah ditampar sama teman baikmu? atau bahkan dicium sama pacar? atau dikasih hadiah waktu ulang tahun? Beberapa akan menjawab pernah, dan lainnya pasti menjawab belum. Dan semua kelakuan tersebut tentunya dilakukan di saat kalian sedang berada di satu tempat yang sama. Tapi kalo kamu udah kebelet pengen nendang atau nampar temenmu itu karena udah saking keselnya dan nggak berani kalo langsung face to face… atau pengen ngasih hadiah ke seseorang tapi dia-nya jauh di sana… tenang…

Kamu nggak perlu capek2 nyari dukun ternama atau orang pinter buat menyalurkan keinginanmu itu. Kita juga bisa kok melakukan hal tersebut lewat dunia lain, alias dunia maya. Asal, pastikan kamu dan orang yang dituju sudah teregister di web yang dibikin oleh Zuckenberg, Facebook. Buku wajah? Apa isinya adalah daftar database wajah2 orang sedunia? Terus cara namparnya gimana? Apa ngambil gambar muka dia dari situ, terus di-print, terus ditampar? [-x

Facebook ada salah satu Web 2.0. Definisinya adalah sebagai berikut yang saya ambil dari wikipedia:

Web 2.0 refers to a perceived second generation of web-based communities and hosted services — such as social-networking sites, wikis, and folksonomies — which aim to facilitate creativity collaboration, and sharing between users.

Dengan kata lain, facebook ini adalah sejenis friendster, yang menurut saya idenya lebih hebat dari friendster. Mungkin sekarang bisa dikatakan para friendsterer itu udah so last year banget kali ya… atau saya yang last year karena baru tahu facebook beberapa minggu belakangan ini? Apa yang bisa dilakukan di friendster semua bisa dilakukan di facebook, seperti : upload foto, menjalin network, mengirim pesan, serta menulis testimonial, but that’s all. Sedangkan di facebook, kamu bisa ngapa2in si temen kamu itu. Mulai dari nendang, nabok, nyium, ngasih hadiah, gigit vampir, ngajak gelut, dll, dst. Halaman profil bisa dimodifikasi dengan menambahkan aplikasi2 yang sesuai dengan keinginan kita. Facebooking is more fun and also addicted, so be careful to not wasting your time!

Setelah mengintip jeroan2 facebook, saya baru sadar kenapa si Bill ikut2 beli sahamnya facebook. Because, it can make a lot of profit. Yang paling mudah terlihat adalah dari hadiah2 atau gifts yang dijual $1 per item. Saya melihat ini sebagai cara memanfaatkan kelemahan manusia sebagai makhluk sosial untuk mendatangkan profit. Memberikan hadiah kepada teman atau seseorang yang dikenal merupakan cara yang paling efektif untuk membina keharmonisan dan kelangsungan hubungan yang baik, walaupun hanya sebatas di dunia maya, namun si penerima tentu tidak hanya melihatnya sebatas itu. Ada maksud yang ingin disampaikan oleh si pemberi hadiah. (Mungkin) kalo kata Pak Hermawan, marketing seperti yang diterapkan menggunakan marketing 3.0.

Ada sisi lain yang berbeda yang saya temukan di facebook. Kebanyakan dari mereka mendaftarkan diri dengan nama asli (lengkap) mereka, ya… walaupun tidak semua. Tidak seperti friendster di mana sering ditemui identitas2 yang tidak sesuai namanya, seperti dengan menambahkan tanda ~, #, @, pada nama2 mereka. Hal ini menyebabkan metode pencarian di facebook lebih mudah daripada di friendster. Oke, dari sini saya sudahi dulu menghina-hina friendster-nya, toh saya juga masih hutang budi sama dia karena telah memakai jasanya untuk beberapa tahun lalu sampai sekarang.

Kesimpulannya, saya nggak menganjurkan siapapun untuk unsubscribe dari friendster dan atau kemudian membuat account di facebook. Saya hanya mengulas ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya sesaat. Jadi, sampai jumpa di Facebook…

*****

Writing Details:
Place : Room 152, 1st Male Dormitory of NTU
Time : around 1.30-3.30 am WITA (Waktu Indonesia bagian TAipei)
Status : Could not sleep after slept too much at afternoon
P.S. : 2 weeks later is my first mid-term exam, wish me luck…