Kring! Kring! Kring!

Saturday, October 27th 2007

Kring! Kring! Kring! ada sepeda
Sepedaku roda dua
Kudapat dari Ayah
Karena rajin bekerja…

Kring! Kring! Kring! ada sepeda
Sepedaku roda dua
Kudapat dari Ibu
Karena rajin membantu…

Masih ingat lagu itu? Btw, bener nggak ya syairnya? Itu lho, lagu yang biasa diajarkan oleh Ibu guru yang ramah baik hati dan tidak sombong sewaktu kita duduk di bangku TK. Lagu yang mendorong anak2 kecil untuk giat bekerja dan membantu orangtua untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Tapi apa anak Indonesia jaman sekarang masih minta sepeda buat ke sekolah atau sekedar bermain2 di lingkungan sekitar rumah? Hmmm… sepertinya hal itu mulai jarang dijumpai.

Sangat berbeda dengan negara2 Asia Timur seperti Jepang, Cina, dan Taiwan, yang masih menggunakan sepeda sebagai salah satu alat transportasi publik. Walaupun tentunya bukan ditujukan untuk transportasi jarak jauh. Minggu kemarin (20/10) saya sempat jalan2 ke Taichung bersama mahasiswa Internasional NTU. Taichung menawarkan sebuah objek wisata berupa sarana bersepeda. Di sana dibangun track khusus untuk bersepeda, bekas rel kereta api yang direnovasi. Katanya sih ditujukan buat menikmati pemandangan2 di Taichung. But… I was not interested on it at all. Percayalah kalau pemandangan di Indonesia masih jauh lebih bagus dibandingkan di Taichung. OK, sebagai buktinya saya tampilin hasil jepretan2 HP saya.

Gambar di atas adalah tempat start awal di mana biasanya para wisatawan memulai perjalanannya. Untuk sepedanya sendiri bisa dibawa dari rumah atau menyewa dengan kisaran harga sekitar 100-500 NTD. Sedangkan gambar di bawah ini adalah ujung dari trek tersebut di mana di seberang jembatan itu ada sungai yang sangat besar.

Setelah dari Taichung kita melanjutkan perjalanan ke San Yi. Yang terkenal dari San Yi adalah handicraft atau kerajinan tangan dari kayu. Nggak sempet foto2, walaupun sebetulnya saya sempat masuk museumnya, tapi sayang di dalam museum juga nggak boleh foto2. Kemudian dekat dari tempat kerajinan kayu itu, kita mampir ke industri kerajinan bebek. Katanya sih produknya sampai diekspor ke Eropa. Jadi di sana para wisatawan bisa memilih bentuk2 bebek atau jenis binatang lain untuk kemudian diberi warna sendiri. Gambar di bawah yang sebelah kiri adalah model2 bebek yang bisa dipilih. Sedangkan yang kanan itu adalah hasil karyaku. Biasa banget ya’?

*****

Hari ini jalan2 lagi bareng teman2 mahasiswa Indonesia ke Yi Lan. Nggak kalah jauh dari Taichung, perjalanan ke sana memakan waktu 2 jam lebih. Di Yi Lan sana ada yang namanya Center of Art-nya Taiwan. Jadi ceritanya hari ini ada salah satu kesenian kita dari Sulawesi Selatan yang akan tampil di sana. Hitung2 mengenalkan budaya Indonesia kepada orang2 Taiwan supaya mereka tahu budaya siapa itu sebenarnya. Jangan sampai kejadian Batik, lagu Rasa Sayange, dan yang paling baru : lagu Indiang Sungai Garinggiang, diklaim oleh negeri tetangga sebagai miliknya. Karena saya nggak bawa kamera dan cuma numpang2 foto, maka saya mohon maaf karena tidak bisa memperlihatkan bukti otentik. (Foto2 akan diupdate)

*****

Kembali ke masalah sepeda. Jalan2 hari ini terasa muahal sekali karena harus dibayar dengan sebuah sepeda. Si pencuri hanya meninggalkan tali gemboknya yang sudah dipotong di tempatku naruh sepeda. Tapi nggak pa2 lah, yang penting dapat pengalaman jalan2nya.

In Memoriam
Sepedaku
20 September 2007 – 27 Oktober 2007

Yah… semoga Yang Maha Kuasa memberikan yang lebih baik. Atau ada yang mau donasi? :-)