Buka Puasa di Masjid Agung Taipei

Monday, September 17th 2007

Perhatian : Penulis tidak bertanggungjawab (jika) batalnya puasa Anda setalah membaca tulisan ini.

Suasana bulan Ramadhan di Taipei mungkin tidak seberasa seperti waktu di Indonesia, maklum saja karena masih banyak dijumpai orang2 yang makan dan minum di depan umum, atau lebih tepatnya, di depan saya. Yeah, itung2 nambah godaan dan ujian, dan semoga yang berpuasa diberikan pahala yang lebih, Amin. Syukur kehadirat-Nya karena kebetulan dorm tempat saya tinggal cukup dekat dengan Masjid, namanya Taipei Grand Mosque, atau kalau dibahasaIndonesiakan menjadi Masjid Agung Taipei. (Saya lebih suka nama yang dalam bahasa Indonesia karena tidak suka dengan penyebutan mosque untuk masjid dalam bahasa Inggris yang terkesan mirip dengan mosquito alias lalat nyamuk.)

Bagi mahasiswa rantau seperti saya yang susah nyari makanan halal di negeri non-muslim, kata2 buka puasa gratis seperti menjadi oase di tengah hamparan padang pasir tandus yang hanya ditumbuhi pohon kaktus dan tidak mungkin ada soto Kudus ataupun daging kambing alias wedus, berlebihan gak sih? Di malam pertama bulan Ramadhan, di masjid itu, kebetulan saya bertemu dengan seorang mahasiswa Ph.D dari Indonesia yang sudah setahun di Taipei. Dia bilang kalo selama bulan Ramadhan masjid tersebut menyediakan buka puasa serta makan malam gratis… tis… tis… Dan tentu saja makanan yang disediakan dijamin Halal. Katanya sih, makanan itu disediakan oleh pemerintah Arab Saudi. Jadi wajar saja kalo dalam 5 hari kemarin ini saya intens pergi ke sana.

Oke, mungkin udah pada penasaran mau pada lihat menu yang mereka suguhkan. Mari kita perhatikan satu persatu. Yuk yak yuuuk

============================

Bubur kacang merah dan segelas teh tawar panas. Aneh kan? makan bubur nggak pake sendok malah pake sumpit. Jadi ya tinggal glek aja langsung dari mangkoknya, sumpitnya dipakai kemudian buat makan nasi. Di bagian atasnya sebenarnya ada kurma dan buah2an. Saya mencobanya di hari pertama puasa.

============================

Nah, ini nih… sekilas saya kira bubur itu adalah bubur kacang ijo, karena warnanya yg agak kehijauan dan teksturnya kental. Tapi ternyata… bubur ayam. Cukup aneh buat membatalkan puasa. Saya baru coba ini 2 hari kemarin. Untuk menu berbuka, sebenernya masih ada satu jenis lagi, yaitu bubur sagu mutiara. Cukup sering kok dijumpai di tanah air. Alesan, padahal gak sempet moto gara2 udah habis dimakan duluan

============================

Beugh… ini dia main menu-nya. Jadi, setelah para tamu berbuka secukupnya, acara dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah. Setelah itu kembali lagi ke ruang makan untuk menyantap makan malam dengan menu daging2an dengan cita rasa ke-Arab2-an. Kalau beruntung, sisa makanan itu boleh dibawa buat sahur.

============================

Yah, begitulah salah satu nikmat yang الله berikan di bulan suci ini.