King of Grass

Monday, July 9th 2007

Wimbledon 2007 is over. Ada kejutan di single putri yang menghadirkan Venus Williams sebagai Queen of Wimbledon untuk yang keempat kalinya. Cukup mengejutkan memang, karena kali ini status Venus adalah bukan unggulan. Ia diunggulkan di posisi ke-23 untuk menjadi juara. Finalis lainnya, Marion Bartoli, juga melaju ke final tanpa disangka-sangka. Nggak ada yang menduga kalo ia bisa menundukkan Jankovic, dan Henin yang merupakan pemain papan atas WTA. Padahal ia cuma diunggulkan 4 peringkat di atas Venus.

Namun tidak demikian halnya di tunggal putra. FedEx (Federer Express) masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan oleh Sang Matador, Rafael Nadal. Sang pembawa acara menyebut partai final itu sebagai pertemuan King of Clay melawan King of Grass. Rafael Nadal memang sangat sulit ditaklukkan di tanah liat, 3 gelar Roland Garros -satu2nya gelar Grand Slam yang belum ditaklukkan oleh Federer- yang diperolehnya secara beruntun dalam 3 tahun terakhir ini adalah buktinya. Tapi demikian sebaliknya ketika berada di lapangan rumput, Federer baru saja menggenapkan perolehan gelarnya di Wimbledon untuk kelima kalinya secara berturut-turut sejak 2003 lewat pertarungan sengit 5 set, 7-6(9-7), 4-6, 7-6(7-3), 2-6, 6-2.

Senjata Federer untuk menggulingkan Nadal adalah servis kerasnya yang terarah. Perbandingan Ace yang sangat jomplang dari keduanya (24:1) adalah bukti autentik di mana servis adalah modal utama Federer untuk memenangkan pertandingan. Sedangkan Nadal memperlihatkan permainan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan permainannya di lapangan tanah liat dengan lebih sering melakukan inisiatif mencegat bola di depan net, tidak terus menerus berada di base line seperti biasanya. Dan satu lagi yang dimiliki Federer sebagai pemacu semangatnya, a woman behind the man yang selalu mengikuti ke mana pun Federer pergi, Mirka Vavrinec. Then, when will I have someone stands behind me? 8->

Tags: