Berbagi Suami

Monday, May 21st 2007

Salma, seorang dokter spesialis kandungan separuh baya, tidak pernah menyangka kalau suaminya telah menikahi perempuan lain tanpa sepengetahuan dia. Tidak terima. Mungkin itu yang ada dalam pikiran wanita yang dinikahi Pak Haji, yang merupakan tokoh masyarakat dan juga caleg. Namun, Salma adalah wanita yang tegar. Lambat laun ia mulai bisa menerima keadaannya sebagai istri yang dipoligami. Nadim, anak semata wayangnya, adalah salah satu alasan yang membuat Salma bisa begitu ikhlas. Hingga akhirnya Pak Haji meninggal, Salma baru tahu ternyata istri dari suaminya itu bukan hanya dirinya, Indri, dan Ima. Ya, Pak Haji ternyata pernah memiliki 4 orang istri selama hidupnya.

Siti, gadis Jawa kontemporer, datang ke Jakarta bersama Pak Lik-nya (Pak Lik = Paman) demi cita2nya untuk penghidupan yang lebih baik. Untuk sementara waktu, ia tinggal bersama Pak Lik-nya itu, kedua istrinya (Sri dan Dwi), dan anak2 mereka. Siti adalah khas seorang wanita Jawa sing terbiasa rekoso. Dia membantu kedua istri Pak Lik-nya mengurusi anak2 mereka dan urusan rumah tangga lainnya. Dan ternyata Pak Lik-nya memendam perasaan terhadap Siti. Ia kemudian menikahi Siti, dengan persetujuan kedua istrinya yang telah menganggap Siti seperti adik sendiri. Siti bukanlah istri terakhir Pak Lik-nya. Setelah Pak Lik-nya pergi bekerja ke Aceh, ia membawa pulang seorang istri lagi ke rumahnya. Ada yang mengusik batinnya, sehingga Siti memutuskan untuk meninggalkan rumah Pak Lik-nya.

Di sebuah restoran bebek panggang langganan Pak Haji dan Salma, seorang gadis keturunan Tionghoa bernama Ming adalah primadonanya. Ming bekerja sebagai pelayan di tempat itu. Bagaikan magnet, ia menarik pengunjung untuk datang ke restoran itu di samping menu bebek panggang yang memang sudah terkenal. Banyak yang menyukai Ming, tidak terkecuali Koh Abun si pemilik restoran. Tanpa sepengetahuan istrinya, Linda, Koh Abun meminta Ming untuk dikawini. Ming pun setuju dengan persyaratan seperti, apartemen, mobil pribadi, dll. Ada pun Ming memiliki keinginan lain untuk menjadi seorang artis. Firman, seorang pria yang pernah dekat dengan Ming, memberikan secercah harapan untuk mewujudkan mimpi Ming. Sayang, harapan tinggal lah harapan. Impian Ming tidak kesampaian, dan Koh Abun beserta keluarganya pindah ke Amerika.

Ketiga cerita di atas tersaji dengan baik di filmnya Nia Dinata setahun yang lalu, Berbagi Suami. Dari judulnya memang mudah ditebak kalau tema yang diambil adalah tentang poligami. Ya… poligami, tema yang sulit untuk dibahas, banyak yang kontra dan sedikit yang pro. Dalam film ini, poligami disorot dari berbagai sudut pandang. Dari pandangan laki-laki, ada yang melihatnya untuk menghindari zina seperti yang Pak Haji lakukan, atau hanya sebagai pemuas nafsu seperti yang dilakukan Pak Lik dan Koh Abun. Sedangkan dari sudut pandang wanita, poligami dilihat sebagai cara untuk membahagiakan suami, atau hanya menginginkan materi si suami, atau karena memang adanya rasa ingin memiliki. Oke, saya stop saja pembicaraan tentang poligami ini daripada daripada… Adalah aliran cerita dari film ini yang membuatnya semakin menarik untuk ditonton. Cerita tentang Salma, Siti, dan Ming memang terpisah, namun mereka bertemu di satu titik dalam kehidupan mereka. Untuk film ini, saya memberikan nilai 4/5.

Official site : http://www.kalyanashira.com/berbagisuami/indo.htm