Dermawati Bernama Oprah

Wednesday, May 16th 2007

Kalau sabtu malam kemarin Anda sempat mengarahkan channel TV Anda ke Metro TV, maka Anda akan menyaksikan sebuah tontonan tentang kedermawanan. Wanita terkaya di dunia, Oprah Winfrey, sedang membahas hasil ‘bagi-bagi uang’-nya uang dibagikan kepada pemirsanya di beberapa episode sebelumnya. Di mana ketika itu ia memberikan 1.000 USD dan sebuah handycam per orang kepada 314 pemirsanya yang hadir dalam acara talk-shownya hasil kerjasama dengan Bank of America. Setiap orang diberikan kebebasan dalam menggunakan uang itu untuk berbuat baik kepada orang yang tidak dikenalnya. Dan tidak menutup kemungkinan, para penonton tersebut menggunakannya untuk kepentingan pribadi, dengan kata lain, dikorupsi.Namun apa hasilnya? Macam-macam, tergantung kreatifitas individu. Ada yang menjadikannya modal berkampanye untuk menarik simpati, dan kemudian menghasilkan 60 ribu USD, 71 ribu USD, bahkan ada yang mencapai 200 sekian ribu USD. Tujuan berkampanye yang mereka lakukan juga berbeda-beda, ada yang bertujuan membantu keluarga yang kurang mampu, ada juga yang membantu panti-panti perempuan, dsb. Hal yang paling sederhana adalah langsung memberikan uang tersebut kepada orang lain yang langsung ditemuinya, seperti pengantar makanan delivery service, pengemis jalanan, tukang pos, dll. Seorang guru olahraga malah menggunakan uang itu untuk membelikan sepatu basket kepada semua muridnya yang ikut ekskul basket. Seorang wanita memberikan berbagai jenis buku kepada seorang kakek yang sedang menikmati ‘masa baru bisa membaca‘ karena tidak pernah sekolah semasa kecilnya akibat menghidupi adik-adiknya. Ketika para penonton yang dermawan itu ditanya tentang perasaannya ketika memberi, kebanyakan dari mereka berkata, Wonderful!

Ya, begitulah nikmatnya memberi. Bukan memberi untuk ria, namun memberi untuk membuat orang lain bahagia. Dan kebahagiaan itu akan mudah menular pada siapapun di sekitarnya. Yang memberi bahagia karena yang diberi bahagia. Jika pembaca pernah mengikuti training atau pernah membaca tentang ESQ-nya Pak Arry Ginanjar, ada satu prinsip yang diambil dari rukun iman, iman kepada malaikat, yaitu Angel Principle. Diajarkan di sana bagaimana caranya berbuat baik seperti halnya malaikat. Berikan, kemudian lupakan. Mudah diucapkan, mudah ditulis, namun sangat sulit dilakukan. Perlu latihan dan kerja keras untuk berbuat ikhlas, terutama untuk yang belum biasa berderma.

Kembali lagi ke Oprah. Pagi harinya, saya membaca koran yang memberitakan bahwa wanita bernama Oprah itu adalah orang yang paling dermawan sedunia menurut sebuah survey yang dilakukan di Amerika. Sekitar 58,1 juta USD (apabila dikurs ke rupiah dengan nilai 1 USD = 8800 IDR, maka sumbangannya sama dengan 511,28 milyar Rupiah) telah dihabiskan untuk membantu siapapun yang dianggapnya membutuhkan. Pantas saja, dalam talk-shownya itu dia terlihat tidak begitu terkejut mendengar uang 200 ribu yang berhasil dikumpulkan oleh pemirsanya, karena dibandingkan dengan yang telah ia sumbangkan, itu belum ada 1 persennya. Oprah bukanlah seorang muslimah, namun telah banyak harta yang ia korbankan untuk kebahagiaan orang lain. Apa motivasinya? Hanya Yang Maha Tahu yang mengetahui. Namun perkiraan saya mengatakan, secuil kisah masa lalu Oprah yang kelabu adalah latar belakangnya. Seandainya saja Oprah seorang muslimah.