Ketika Angsa Menjinakkan Singa

Wednesday, May 2nd 2007

Judul di atas mungkin tidak akan pernah terjadi di dunia nyata. Namun dalam dunia sepakbola, hal itu baru saja terjadi. Angsa dan singa yang dimaksud adalah logo dari kedua klub Inggris seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini, dalam merebutkan Piala Champions di daratan Eropa tahun 2007.

VS

Kekalahan 1-0 minggu lalu di Stamford Bridge telah dibayar lunas pada menit ke-22 oleh seorang pemain belakang Liverpool, Daniel Agger. Suasana stadion yang bergemuruh seakan dapat menular kepada para penonton yang menyaksikannya. Pertandingan bertempo cepat, keras, adu strategi, dan membakar emosi, ditunjukkan oleh kedua klub tersebut. Hingga 90 menit + 30 menit tambahan waktu yang diberikan wasit pun tidak cukup untuk menuntaskan duel tersebut, sehingga pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Arjen Robben dan Geremi gagal menjalankan tugasnya, dan hanya Lampard yang berhasil menceploskan bola ke gawang Reina. Sedangkan Zenden, Alonso, Gerard, dan Kuyt, semuanya mampu memperdayai Petr Cech. Maka, berakhir sudahlah perjalanan si Raja Singa di arena Champions tahun ini.

Mungkin yang paling penasaran dalam pertandingan ini adalah sang pemilik klub tamu, Roman Abramovich. Juragan minyak asal Rusia itu sudah terlalu banyak menggelontorkan uangnya untuk mendatangkan pemain-pemain hebat dari belahan penjuru dunia. Sedangkan bagi kedua pelatih dari masing-masing klub, tampaknya rasa penasaran yang dihadapi tidaklah sebesar Abramovich. Ya, kedua pelatih baik itu Benitez dan Maurinho, sudah pernah merasakan manisnya pengalaman menjuarai Piala Champions.

Walau terkesan pertandingan ini adalah milik Inggris, namun jika dilihat dari skuad yang bermain, pertandingan ini bisa dikatakan pertandingan multinasional. Hanya ada 7 pemain berkewarganegaraan Inggris dari 22 pemain yang menjadi starter dalam pertandingan tersebut. Di Liverpool ada Gerard, Crouch, dan Carragher. Sedangkan di Chelsea ada Ashley Cole, John Terry, Lampard, dan Joe Cole. Sedangkan sisanya adalah pemain asing. Jadi jangan heran kalau di Indonesia sekarang juga banyak pemain asingnya. Karena tampaknya Liga Indonesia mulai mengadaptasi liga-liga Eropa. Btw, lawan Liverpool di final akan ditentukan besok pagi, dan kebetulan kedua calon lawan Liverpool ini adalah klub favorit saya di liganya masing-masing. Ya, The Red Devil di Inggris dan Il Diavolo Rosso di Itali..

Tags: