Cara Rasulullah Berbisnis

Monday, April 30th 2007

14 Langkah Bagaimana Rasulullah Saw. Membangun Kerajaan Bisnis

Seorang Uswatun Hasanah, yang setiap tindakannya adalah teladan, yang setiap tutur katanya adalah kebaikan, yang setiap kehadirannya memberikan ketentraman bagi sekitarnya, seorang manusia mulia bernama Muhammad, telah mencontohkan mengenai langkah-langkah berbisnis kepada siapa pun yang ingin mengambil pelajaran terhadapnya. Prof. Laode M. Kamaluddin, Ph.D. menganalisa dan merangkum perilaku Rasulullah tersebut dalam sebuah bukunya berjudul 14 Langkah Bagaimana Rasulullah Saw. Membangun Kerajaan Bisnis. Mungkin sebagian besar dari kita melihat sosok Nabi Muhammad sebagai seorang tokoh besar dunia yang hidup seadanya, tidak kaya dan tidak sukses dalam bisnis. Namun tahukah Anda, bahwa sesungguhnya beliau adalah pedagang yang handal yang dengan kemampuan berdagangnya bisa mendapatkan keuntungan dengan modal nominal, nol.

Di dalam buku ini diceritakan bahwa latar belakang Beliau yang kehilangan orang-orang yang paling dicintainya semasa kecil, membuat sikap mandirinya tumbuh dengan sangat kuat dan mengakar. Sikap mandiri dan tidak bergantung pada orang lain adalah salah satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur sejati. Kecerdasan emosional yang dimiliki Rasulullah juga sangat baik dalam membangun sebuah jaringan. Tidak tanggung-tanggung, rekanan bisnis Rasulullah adalah para pembesar-pembesar kaum Quraisy, yang juga merupakan teman kakeknya, Abdul Muthalib. Jaringan yang dipupuknya dengan kepercayaan. Kepercayaan yang bibitnya adalah kejujuran. Buahnya lebih hebat lagi. Saudagar wanita yang cantik lagi sukses, bernama Siti Khadijah, terpesona akan sikapnya yang kemudian menjadi istrinya. Kehidupan masa kecilnya yang langsung dididik oleh alam, membuatnya lebih luas dalam melihat peluang. Lebih berani dalam mencoba. Dan lebih tahan banting. Sifat kepemimpinannya dilatih melalui pekerjaannya sebagai penggembala domba. Namun begitu, semuanya didasarkan atas ridho Sang Ilahi.

Sikap-sikap Rasulullah tersebut hendaknya dapat memberikan gambaran bagi kita, bagaimana sebenarnya sebuah bisnis seharusnya dimulai dan dikelola. Tidak mungkin tidak sukses apabila kita menerapkan apa-apa yang telah Rasulullah contohkan, kecuali Allah Swt. yang menghendaki.