Just Someday at Sunday

Monday, April 2nd 2007

Minggu, hari pertama di bulan April tahun 2007. Pengangguran (penulis) memulai aktivitas dengan olahraga di pagi hari, apalagi kalo bukan tenis. Walaupun nama saya identik dengan kemenangan, tapi tetep saja kalo main sering kalah. Main 2 kali, and defeated twice. No improvement. Dan senar raket yang semakin menipis karena terkikis, akhirnya habis (maksudnya putus). Untung sedia raket cadangan. Pulang dari lapangan, mampir dulu ke Metro Terminal Tenis. Coba lagi senar yang berbeda dengan yang putus barusan. Kalau sebelumnya pakai Babolat Power, kali ini pilihan jatuh pada NXT Duo. NXT Duo ini menggunakan 2 macam senar yang berbeda, yaitu senar yang jenisnya kaku, dikombinasikan dengan NXT. Sebenernya menurutku pribadi sih senar juga nggak begitu mempengaruhi permainan, lha wong masih cupu..

Di siang bolong nggak ada kerjaan, iseng2 lanjutin reparasi keyboard. Kemarin tadinya cuma ingin mbersihin keypad2 yang sudah keruh tertempel debu. Namun karena personaliti saya yang melankolis sempurna (menurut buku Personality Plus-nya Florence Littauer), maka dibukalah semua isi keyboard. Ujung2nya waktu di-re-assemble keyboard ini nggak nyala sama sekali. Untungnya setelah bongkar pasang berkali-kali, akhirnya sekarang (beberapa saat sebelum postingan ini ditulis) bisa lagi. HORE. Sempat juga menanyakan kredibilitas kesarjaan teknik yang baru 3 minggu didapat.

Next activity was attending Education Exhibition in UK at Hotel Intercontinental Mid Plaza. Memang.. kalau jodoh tak akan lari ke mana. Di tempat itu saya bertemu dengan 2 manusia yang sudah tidak (sangat) asing lagi bagi saya. Yang pertama adalah manusia super bernama Soekotjo (Edjaan Tempo Doeloe), dan yang kedua adalah penyampah super di milis el02itb, Cloro Aprit D. Setelah wawancara dengan mbak2 yang manis nan lucu di stand Manchester Metropolitan University, saya langsung mengunjungi hall di sebelahnya di mana sesi presentasi berlangsung. Salah satu sesinya adalah tentang beasiswa yang ditawarkan oleh British Council. Tapi setelah melihat persyaratannya, sepertinya nggak dimungkinkan untuk mengapply-nya tahun ini. They must have 2 years working experience, IELTS score 6.5, and at age 25-40 years old. Those are the requirements that I’m not qualified yet. Di acara yang disponsori juga oleh Prambors itu, akhirnya bisa ketemu juga sama salah satu penyiar ceweknya yang suaranya serek2 basah, Andari. At the end of session ada performance band yang mengusung aliran Jazz, it was called 21st Night (kalo nggak salah). Their sounds and songs were enjoy to be heard.