2 Important Things (Among Others) in Life (For Me)

Sunday, March 4th 2007

Alhamdulillah.. Segala puji hanya untuk Yang Maha Esa, Allah SWT, yang telah menyampaikan usia penulis hingga mendapatkan embel2 S.T. di bagian belakang namanya, tepat pada tanggal 3 Maret kemarin. Bahagia? Tentu saja. Tapi bukan karena namaku bertambah panjang, melainkan banyak orang2 di sekeliling yang juga turut bahagia akan kelulusan tersebut, terutama Bapak dan Ibu. Dengan ini, maka sudah 2 orang anaknya mentas dari ITB. Masih tersisa 2 putra lagi yang berjibaku di ITB, dan satu lagi anaknya yang paling cantik yang masih duduk di kelas 6 SD. Selain Bapak & Ibu, anggota keluarga yang lain, teman2, serta kerabat2 pun turut berbahagia. Seenggaknya itulah yang terlihat dari pancaran wajah mereka, suara mereka di telepon, dan juga SMS yang berdatangan. Wow, it’s a great feeling.. to make them happy. Entah kapan lagi bisa membuat mereka semua bahagia.

Arah pembicaraan kali ini sedikit dibelokkan. ITB memang agak berbeda dengan universitas lain, di mana ijazah baru bisa diambil beberapa bulan setelah wisuda berlangsung. Atau hanya di STEI ITB aja ya yang seperti itu? Padahal, ijazah itu kan penting, seperti untuk melamar pekerjaan atau beasiswa. Tapi menurut saya ada yang lebih penting dari itu, yaitu ijab-sah. Dan itulah yang sedang dicari setelah ijazah didapatkan. Tapi sampai sekarang, belum ada tanda2 nih, siapa gerangan yang akan ku-ijab dan kemudian disahkan sama penghulu. Ada satu pernyataan menarik (lupa dapet dari mana), bunyinya begini, “Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi akan tetap di tangan Tuhan bila kita tidak mengambilnya.” Ya Allah, berikanlah petunjuk-Mu, tunjukkan lah jodoh yang terbaik bagi hamba-Mu ini… Amin.