Archive for March, 2007

My First Interview Experience

Thursday, March 29th, 2007

Selasa, 27 Maret 2007. Mandi pagi dan berkemas-kemas sekitar jam setengah 9 pagi untuk satu hari yang kukira akan cukup penting. One hour later, dimulailah perjalanan dari rumah ke suatu tempat bernama Gedung Surya yang beralamatkan di Jl. M.H.Thamrin Kav 9, Jakarta. Beberapa menit setelah take-off dari rumah, tiba-tiba telfon genggamku berdering. “Halo,” suara seorang wanita. “Iya, halo” balasku. “Dengan Mas Wijayanto?”, tanyanya. “Iya, ini dengan saya sendiri” jawabku. “Ini dengan Tari dari MLS Consulting, hari ini Anda ada wawancara ya dengan Ibu Hapsari jam 11.30 WIB..” kata wanita itu. “Oh iya Mbak, sekarang saya sedang berangkat” balasku. Kemudian karena nggak tahu persis letak kantornya, kutanya lagi “Oh ya Mbak, ini letak kantornya di sebalah mana ya?”. Dan ia pun menjelaskan bahwa kantornya terletak di seberang Sarinah persis.

Yup, akhirnya tibalah di tujuan jam 11 kurang. Sesampainya di kantor MLS, seorang perempuan muda langsung menghamipiri dan memperkenalkan namanya, Tari. Dan dimintalah semua persyaratan seperti CV, pas foto, dll. kemudian aku disuruhnya untuk menunggu. Sambil menunggu, buku bacaan pun kukeluarkan. Sebuah buku yang cukup bagus kurasa, berjudul Kisah Sukses Google. Tapi karena ini adalah pengalaman pertama diwawancara, maka yang kepikiran dalam benakku seputar pertanyaan2 yang aneh yang akan ditanyakan si Ibu. Dan akhirnya membacapun jadi nggak fokus.

Beberapa langkah di depan tempat kumenunggu, terdengar sebuah wawancara antara seorang wanita yang sepertinya dia akan mewawancaraiku juga, dan seorang pelamar yang sepertinya suaranya kukenal. Mungkin karena jaraknya sangat dekat dan ruangannya tidak terlalu tertutup, jadi percakapan mereka sedikit2 terdengar. Wah, mendengar pertanyaan2 dari si Ibu, keringat dinginku mulai keluar. Tapi aku berusaha untuk rileks (sayang nggak bisa buka rileks.comlabs.itb.ac.id saat itu). Namun walaupun berusaha, usahaku gagal, tanganku tetap mengeluarkan keringat dingin. Setelah jam setengah 12 lebih, pintu eksekusi pun terbuka. Dan kemudian keluarlah seorang pria.. yang ternyata teman satu angkatan, Daniel.. kok bisa? Kukira cuma aku sendiri yang niat nyari kerja kontrakan yang cuma sampai bulan Desember itu, ternyata I’m not alone.

Okay then, it’s my turn. Disambut dengan senyuman dan salaman oleh Ibu H, maka dimulailah prosesi interview tersebut. Dimulai dengan menanyakan asal usul orangtua, kemudian dilanjutkan dengan menanyakan seputar akademis, motivasi, dll. Hingga suatu saat ia bertanya tentang kelebihanku, Hmmmppphh.. I was trapped.. Akhirnya keluar juga satu kata, yang sekarang aku lupa ngomong apa waktu itu. Kemudian, pertanyaan serupa tapi tak sama kembali dilontarkan oleh Sang Ibu. Kira2 pertanyaannya seperti ini, “Kalo saya tanyakan kepada teman Anda, 3 hal apa yang kira2 akan mereka katakan mengenai kelebihan Anda?” Nggak berbeda dengan sebelumnya bukan? Kali ini aku jawabnya berbeda dengan sebelumnya. Kujawab aja : bisa diandalkan, jujur, dan bisa dipercaya. Pertanyaannya kemudian diganti, “Apa kelemahan Anda?” Nah, kali ini kujawab : kurang terbuka terhadap orang baru, dan deadliner. Kayaknya harus mulai dipikirkan nih, buat siap2 kalo ada pertanyaan serupa suatu saat nanti. Nah, ini nih anehnya, pas di ruangan itu keadaanku mulai tidak gugup seperti ketika masih nunggu di ruang tunggu. Hingga di akhir2 sesi interview, dia bilang kepadaku kira2 seperti ini, “Mas, kok kamu kelihatannya menyenangkan ya.., kayak masih kanak2 gitu”, “Mbok ya agak lebih assertive..” Waks! What was it means Madam? Mungkin karena aku senyum2 terus waktu wawancara kali ya, terus ketika ditanya jawabnya kurang tegas. Btw, cukup lega juga, yang jelas pengalaman interview kali ini cukup menyenangkan. Nggak semengerikan yang dibayangkan. Masalah diterima atau nggak itu terserah sama Yang Maha Kuasa.

Oleh-oleh Dari JHCC

Saturday, March 10th, 2007

Hosh.. hosh.. capek juga habis muter-muterin pameran komputer di JHCC. Ini kali kedua aku mengunjungi pameran yang mulai diadakan tanggal 7 Maret kemarin, dan akan berakhir Minggu 11 Maret. Setelah Jumat kemarin pulang dengan tangan hampa (itu kalo brosur2 yang bejibun banyaknya nggak termasuk hitungan), maka sekarang akhirnya terbeli juga 2 buah tangan dari MEGA BAZAAR COMPUTER tsb. Sempat bingung juga sih mau beli apa, maklum terlalu banyak pertimbangan. Tujuan awal sebenernya mau upgrade mobo and prosesor. Tapi setelah lihat harga Pentium Core 2 Duo yang harganya cuma + 1,6 jt dengan varian spek terendah (E4300; 1,8 GHz; FSB 800MHz; L2 2MB), akhirnya keinginan upgrade prosesor tertunda. Mending nunggu dollar turun dulu deh. Oke, prosesor nggak jadi, sasaran kedua adalah ‘papan Ibu’. Setelah survey2, ternyata kebanyakan mobo yang ready Core 2 Duo minimal pake memory DDR2. Walah.. berarti mesti upgrade memory juga donk? For that reason, keinginan buat beli motherborad jadi hilang.

Prosesor nggak dapet, Mobo nggak dapet, selanjutnya kartu grafis. Berlanjutlah petualangan sambil lihat2 spek VGA card terbaru yang support DirectX 10, ya.. tentunya sekalian diselilingi lihat2 makhluk keturunan Hawa yang sesuai spek juga, hehehe. Seiring waktu berlalu, hasilnya… NIHIL. Kartu grafik yang support DirectX 10 harganya muahal banged > 3 jutaan (itu dari info2 yang saya dapat). Yo wis.. 1-3 nggak dapet, selanjutnya kembali ke tujuan sebelum ada keinginan buat upgrade. Yaitu beli DVD-RW. Pilihan jatuh kepada DVD-RW ASUS Light Scribe. Tanpa basa-basi, devais tersebut langsung dibungkus dengan banderol 3 ratus 9 puluh 5 ribu rupiah saja, plus bonus 2 keping DVD lightscribe dan tempat CD. Yosh.. akhirnya tidak jadi pulang dengan tangan hampa. Oh ya, di hari kedua ini aku juga sekalian nemenin Mbak Sinto yang lagi nyari laptop. Di mana akhirnya pilihan jatuh kepada Toshiba Satellite M100-1111E. Spesifikasinya lumayan juga : Intel Core Duo (1,73 GHz, L2 2MB, 533MHz), wi-fi, 512MB DDR2 SDRAM, 80GB SATA, DVD+RW/RAM, 14″, berat 2,26 kg, dan dibundel dengan OS Windows XP. Harganya $999 atau 9,24 juta rupiah.

Tapi laptop itu bukan oleh2 yang kedua. Itu kan buat Mbak Sinto, kalo buatku oleh2 keduanya itu adalah Gamepad Logitech Dual Action. Memang nggak murah sih (Rp 200.000,-) tapi kan ada garansi 1 tahun, daripada beli yang murah tapi gampang rusak. Sebenarnya joystick-nya ini buat latihan Pro Evo, soalnya kemarin waktu masih di Bandung kalah ngadu lawan Dhata di Lab IC Proses (Awas lo Dhat, tunggu pembalasanku!)

2 Important Things (Among Others) in Life (For Me)

Sunday, March 4th, 2007

Alhamdulillah.. Segala puji hanya untuk Yang Maha Esa, Allah SWT, yang telah menyampaikan usia penulis hingga mendapatkan embel2 S.T. di bagian belakang namanya, tepat pada tanggal 3 Maret kemarin. Bahagia? Tentu saja. Tapi bukan karena namaku bertambah panjang, melainkan banyak orang2 di sekeliling yang juga turut bahagia akan kelulusan tersebut, terutama Bapak dan Ibu. Dengan ini, maka sudah 2 orang anaknya mentas dari ITB. Masih tersisa 2 putra lagi yang berjibaku di ITB, dan satu lagi anaknya yang paling cantik yang masih duduk di kelas 6 SD. Selain Bapak & Ibu, anggota keluarga yang lain, teman2, serta kerabat2 pun turut berbahagia. Seenggaknya itulah yang terlihat dari pancaran wajah mereka, suara mereka di telepon, dan juga SMS yang berdatangan. Wow, it’s a great feeling.. to make them happy. Entah kapan lagi bisa membuat mereka semua bahagia.

Arah pembicaraan kali ini sedikit dibelokkan. ITB memang agak berbeda dengan universitas lain, di mana ijazah baru bisa diambil beberapa bulan setelah wisuda berlangsung. Atau hanya di STEI ITB aja ya yang seperti itu? Padahal, ijazah itu kan penting, seperti untuk melamar pekerjaan atau beasiswa. Tapi menurut saya ada yang lebih penting dari itu, yaitu ijab-sah. Dan itulah yang sedang dicari setelah ijazah didapatkan. Tapi sampai sekarang, belum ada tanda2 nih, siapa gerangan yang akan ku-ijab dan kemudian disahkan sama penghulu. Ada satu pernyataan menarik (lupa dapet dari mana), bunyinya begini, “Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi akan tetap di tangan Tuhan bila kita tidak mengambilnya.” Ya Allah, berikanlah petunjuk-Mu, tunjukkan lah jodoh yang terbaik bagi hamba-Mu ini… Amin.