March 9th, 2010
Beberapa bulan belakangan ini jumlah postingan di blog ini menurun drastis. Satu posting per bulan, seperti ngejar setoran yang penting ada update setiap bulan, supaya nggak merasa rugi bayar hosting. Rasanya kok malas ya nulis apaaaaa aja. Ya, apa aja yang keluar dari kepala. Apa karena sifat perfeksionis yang mengharuskan semuanya harus dilakukan dengan sempurna? Hmmm… Mungkin.
Rasanya pengen bisa menulis sebagus seperti Mas Iman Brotoseno. Tulisan-tulisannya brilian. Pengetahuannya yang dalam tentang sejarah, selalu dijadikan bahan tulisan mengenai topik2 yang lagi hot dari sudut pandang yang berbeda. Kalo bahasa kerennya, setelah membaca artikel2 dia, seakan2 saya mendapat enlightenment. Salah satu artikel yang paling saya suka adalah ketika dia menuliskan tentang sosok Gus Dur.
Blogger lain yang blognya sering saya ikuti adalah Mas Nofie Iman. Tulisan-tulisannya ringan walaupun topik yang dibahas lumayan berat. Blognya membahas fenomena2 ekonomi yang terjadi di dalam maupun di luar negeri. Di samping juga menumbuhkan semangat2 dan jiwa entrepreneur. Dia lah yang menyebabkan saya ikut2an membeli buku “The Outliers” dan “The Tipping Point“-nya Malcolm Gladwell.
Lain lagi dengan Pak Armein Z Langi. Dosen yang superb saya kira. Di tengah kesibukannya yang saya kira ratusan kali lebih sibuk dari saya, namun tetap bisa menelurkan ide-ide serta pandangannya lewat blognya setiap hari. Yah, mungkin terkadang missed beberapa hari, namun itu karena hal2 yang memang nggak memungkinkan untuk nge-blog.
Ada lagi, tulisan2 dari Mas Galih Satria. Tulisannya sederhana, namun sering kali bermakna “dalam”. Saya juga suka sama foto2 dari Mas Galih ini.
Tulisan2 mereka khas. Punya gayanya masing2. Punya keunikan tersendiri. Well, saya sendiri masih meraba-raba gaya tulisan saya. Adakah yang berkenan memberikan saran?
February 24th, 2010
Ingatan saya kembali ke pertengahan tahun 2007, di mana ketika itu saya mendatangi salah satu acara launching sebuah buku berjudul “Dalam Mihrab Cinta”. Dalam beberapa hari berikutnya saya menuliskan resensinya di sini. Di Istora Senayan, tempat acara itu berlangsung, untuk pertama kalinya saya bertemu dengan sosok di balik guratan-guratan pena dari pengarang novel best seller “Ayat-Ayat Cinta” dan juga novel dwilogi “Ketika Cinta Bertasbih”. Siapa sangka jika hari Senin kemarin atas izin-Nya saya dipertemukan kembali dengan pria sederhana nan berwibawa itu. Ustadz Habiburrahman El Shirazy.
Adalah para pahlawan devisa di bumi Formosa ini lah yang mengundang Beliau untuk memberikan tauziah kepada mereka. Kemudian sehari sebelum kepulangan Kang Abik (nama akrab Beliau, red.) ke tanah air, mahasiswa muslim Taiwan yang berada di Taipei berinisiatif mengundang Kang Abik untuk sharing dan berbagi ilmu. Tema yang dibahas di depan mahasiswa dan beberapa pejabat KDEI itu adalah, Agar Cinta Tak Bermasalah. Inti dari diskusi pendek itu adalah, mencintailah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kemudian diskusi pun berlanjut, yaitu mengenai cita-cita Kang Abik dalam menciptakan hasil karya yang dapat menumbuhkan Need for Achievement (N-Ach) di alam bawah sadar para pembacanya. Karena konon menurut suatu penelitian, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki cerita-cerita atau dongeng-dongeng yang mampu memberikan kesadaran akan N-Ach itu kepada para generasi penerusnya. Beliau berharap 20-30 tahun ke depan, akan bermunculan banyak Fahri-Fahri baru di Indonsia, yang tidak hanya cerdas namun juga berakhlak mulia.
Contoh ironi dari N-Ach adalah bangsa kita, Indonesia. Dari kecil kita disuguhi cerita tentang “Kancil mencuri timun”. Maka, jangan heran bila sekarang banyak koruptor-koruptor merajalela. Legenda Candi Prambanan dan Tangkuban Perahu, ditengarai merupakan sebab dari kebiasaan para pelajar Indonesia dalam menggunakan saat-saat terakhirnya untuk mengerjakan tugas atau ketika akan menghadapi ujian. Atau dongeng “Si Kancil yang sombong melawan Siput yang cerdik”, yang diperkirakan sebagai tradisi kita untuk menghalalkan segala cara untuk melawan kesombongan.
Sedikit bocoran dari pertemuan kemarin, kata Beliau kemarin mulai minggu ini novel terbarunya yang berjudul “Bumi Cinta” sudah beredar. Adakah yang berkenan mengirimkannya ke Taipei? 
Dan berikut ini, ada video dari seorang reporter wannabe yang agaknya memang nggak cocok untuk jadi reporter. O ya, thanks to Cak Alief yang sudah bersedia sebagai camera-man.
January 9th, 2010
Yah… walaupun sudah agak basi, tapi masih boleh lah buat ditampilin… Maklum, baru selesai diedit… enjoy 
December 16th, 2009
Aw aw aw… lama sekali nggak nge-blog, yo wis lah, numpang curcol lewat sebentar… Song of the week nih kayanya…
October 27th, 2009
Ceritanya lagi diminta sama si Andy untuk bikin insert tentang Sumpah Pemuda buat radio lain sebagai partisipasi dari Radio PPI Dunia. Ternyata… bikin speech +1 menit itu nggak semudah yang dibayangkan… Pernah nonton film2 Jacky Chan yang di akhir filmnya mengungkap scene2 yang gagal?
Berikut ini teks yang gw buat…
Assalamualaykum wr wb
hi saya Jaya dari radioppidunia,
saat ini saya sedang mengambil studi master di jurusan electrical engineering di Taiwan. ada alasan yg kuat mengapa saya memilih untuk meneruskan sekolah di luar negeri, bukan, bukan karena saya tidak cinta Indonesia. namun sebaliknya, saya sangat cinta Indonesia. Dengan sekolah di luar negeri, kita jadi tahu bagaimana orang-orang di luar sana melihat Indonesia, selain itu kita jadi tahu bagaimana cara mereka memajukan bangsanya. Dengan begitu kita bisa tahu apa yg kurang dan apa yg lebih dari negeri kita sehingga nantinya kita berkontribusi yg maksimal terhadap negara kita.
Mencuplik kata2 dari John F Kennedy, jangan tanyakan apa yg bisa negara berikan padamu, namun tanyakan apa yg kamu bisa berikan pada negara.
Harapan saya untuk bangsa cuma satu, Indonesia bisa menjadi negara yg maju dan tidak dipandang sebelah mata oleh negara2 lain.
Maju terus Indonesia, Indonesia Jaya!
Dan berikut ini adalah sekian kegagalan rekaman yg terjadi…
Gagal…
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Gagal maning…
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Gagal maning… Gagal maning…
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Gagal lagi…
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Gagal again…
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Lagi… lagi… dan lagi… padahal dah hampir selesai…
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Dan akhirnya berhasil juga…
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.